PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
CINTA ITU BUTA


__ADS_3

Sementara itu di dalam kamar, Giandra hanya tersenyum - senyum sendiri dengan hal yang sudah dilakukan nya pada Amanda.


"Kau menarik,ya kau wanita yang menarik"


Giandra mengatakan hal tersebut sambil tersenyum,dengan langkah yang ringan Giandra beranjak dari tempat tidurnya tersebut


"Selamat pagi mbak Anindita"


Amanda menyapa Anindita yang kini sudah berada di meja makan..


"Pagi mbak Manda,mbak dimana mas Giandra"


"Ah Mas Gian masih berada di dalam kamar mbak,sebentar lagi mas Gian keluar"


"Baiklah mbak Manda, terima kasih"


Sedetik kemudian terdengar langkah kaki sepatu yang sedang berjalan cepat turun dari tangga.


"Hei, pakaian mu masih tertinggal di dalam kamar ku,ini".


Giandra melemparkan satu kemeja Amanda ke wajah Amanda,ya kemeja yang beberapa malam yang lalu dikenakan oleh Amanda sebelum Giandra berhasil membuka paksa semua kancing kemeja tersebut.


"Mas Giandra kalian......."

__ADS_1


Anindita yang melihat semua gerakan Giandra dan Amanda langsung memiliki pikiran bahwa sudah terjadi sesuatu hal di antara mereka berdua.


"Mbak Anin,mbak jangan berpikiran buruk tentang hal ini,nanti Manda bisa jelaskan kepada mbak Anin"


"Kau mau menjelaskan apa kepada Anin? menjelaskan bahwa aku pernah tidur dengan mu begitu?"


Deg


Hati Amanda begitu sakit,saat dengan ringan Giandra mengatakan hal tersebut di hadapan Anindita.


"Mas Giandra tolong jelaskan perkataan yang baru saja mas katakan tadi"


Anindita kini memandang tajam ke arah Giandra,amarah mulai menyulut di dalam hatinya..


"Mas sudah mengatakan kebenaran dan tidak ada siaran ulang"


"Mas Giandra,kenapa tega sekali kepada mbak Amanda"


"Tega? darimana kau tak tau kalau mas itu tega kepadanya, bagaimana jika dia juga menikmati apa yang mas lakukan kepadanya"


Deg


Rasa hati yang semakin sakit kini semakin melanda hati Amanda, akibat perkataan dari Giandra..

__ADS_1


"Mas Giandra kau jahat!"


Amanda sudah tidak tahan lagi dengan setiap ucapan dari Giandra, Amanda mengatakan hal tersebut sambil berlari, menangis dan seketika itu juga Amanda meninggalkan meja makan yang disana masih ada Anindita yang berdiri menatap kepergian Amanda.


"Anindita tak usah kau kejar!"


"Tapi mas,hal yang mas sudah katakan tadi ini mempermalukan dan merendahkan dia"


Anindita yang hendak pergi mengejar Amanda terpaksa berhenti setelah apa yang telah dikatakan oleh Giandra.


"Tak peduli itu membuatnya malu atau merendahkan harga dirinya,dia bersedia tinggal disini,di rumah laki -laki yang masih lajang sebenarnya sudah membuat harga dirinya turun,lantas untuk apa lagi aku harus memikirkan perasaan nya saat aku mengatakan hal tersebut,karena memang itu adalah kenyataannya"


Giandra mengatakan hal tersebut dengan sangat tenang, sementara itu Anindita sudah mengepalkan tangan, Anindita begitu murka dengan ucapan dari Giandra.


"Apa agenda kita hari ini?"


"Hari ini kita akan bertemu dengan pak Jaya mas Giandra"


"Ya sudah tunggu apa lagi"


Giandra segera meletakan peralatan makan dan langsung berdiri dari tempat duduknya tersebut.


"Ayo Nin,waktu ku sangat berharga"

__ADS_1


Setelah mengatakan hal tersebut Giandra segera berlalu dari meja makan dan berjalan ke parkiran mobil nya..


Mas apakah mata ku terlalu buta oleh Cinta, sehingga melihat kelakuan mu,dan apa yang telah kau lakukan terhadap mbak Amanda aku memilih untuk diam.


__ADS_2