PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
DOKTER JONAS


__ADS_3

"Selamat siang Dokter"


Saat Amanda membuka pintu dan mengucapkan hal tersebut,mata Amanda melihat satu sosok yang tidak asing lagi di matanya.


"Jonas"


"Manda,kau astaga apa kabar kau Manda"


Satu laki -laki muda tampan memandang ke arah Amanda.


"Jonas,kau sekarang jadi Dokter disini?"


"Ya Manda, kebetulan ini adalah Rumah Sakit milik keluarga ku"


Amanda dan Jonas mengatakan hal tersebut sambil berjabat tangan,saat itu Amanda lupa jika di sebelahnya masih ada Giandra yang sejak tadi memperhatikan mereka berdua.


"Ehemmm"


Giandra yang merasa tidak di hiraukan mencoba mengalihkan pembicaraan mereka.


"Ah mas Giandra maafkan aku,Jonas ini mas Giandra hari ini aku membawa mas Giandra berobat karena pelipisnya berdarah"


Amanda yang telah kembali tersadar dengan tujuan utama dia ke Rumah Sakit segera memperkenalkan Giandra kepada Jonas.


"Hai mas Giandra,aku Jonas sahabat Amanda sewaktu SMA"


Jonas mengulurkan tangan nya kepada Giandra dan Giandra menyambut uluran tangan Jonas dengan dingin.


"Ayo mas saya periksa"


Jonas mengatakan hal tersebut sambil tersenyum dan Giandra mengikuti langkah kaki Jonas dengan wajah dingin.

__ADS_1


"Jonas, bagaimana keadaan mas Giandra?"


Amanda memperhatikan Jonas,saat Jonas menjahit luka di pelipis Giandra.


"Selesai,kau tenang saja mas Giandra akan baik -baik saja"


Jonas mengatakan hal tersebut sambil kembali duduk di kursinya dan menuliskan beberapa resep untuk diberikan kepada Amanda.


"Ini kau tebus ini di apotik Rumah Sakit saja,luka mas Giandra akan cepat kering dengan obat ini"


Jonas memberikan resep obat tersebut kepada Amanda.


"Terima kasih Jonas"


Amanda mengatakan hal tersebut sambil menggandeng lengan Giandra.


"Manda tunggu"


Amanda yang hendak keluar dari ruangan Jonas langsung membalikan badannya kembali saat Jonas mengatakan hal tersebut.


Jonas mengeluarkan ponselnya dan mengulurkan ponsel tersebut ke arah Amanda.


Amanda menatap wajah Giandra dan Giandra langsung memalingkan wajahnya ke hal sekitar ruangan tersebut.


"Baiklah Jonas"


Amanda langsung mengambil ponsel yang telah di ulurkan tersebut dan menuliskan nomor telephone nya di ponsel Jonas.


"Ini nomor ku Jonas"


Setelah selesai menuliskan nomor telephone tersebut di ponsel Amanda segera mengembalikan ponsel tersebut ke tangan Jonas.

__ADS_1


"Baik aku akan menyimpan nomor mu Manda"


Jonas kembali tersenyum kepada Amanda.


"Ehemmm,ayo kita pulang,kau ingat kan tujuan awal kita pergi kemana?"


Giandra mengatakan hal tersebut kepada Amanda dan setelah itu Amanda langsung menganggukan kepalanya.


"Ya mas aku ingat,Jonas terima kasih"


"Sama - sama Manda"


Setelah mengatakan hal tersebut Amanda dan Giandra meninggalkan ruangan tempat Jonas praktek.


"Menarik,jadi benar yang dikatakan oleh awak media jika Amanda Joyodiningrat saat ini sedang di landa kasus,dan pengacara Giandra adalah pengacara nya untuk kasus ini"


Jonas mengatakan hal tersebut sambil duduk dan tersenyum.


"Manda kau tidak pernah berubah"


Jonas kembali mengatakan hal tersebut sambil tersenyum.


Sementara itu di dalam mobil.


"Jadi kau mengajak aku ke Rumah Sakit hanya untuk melihat mu pacaran dengan Dokter tadi?"


Giandra mengatakan hal tersebut dengan wajah yang dingin.


"Mas Giandra Jonas itu bukan pacar ku,dia hanya sahabat ku di masa SMA"


"Cih mana ada persahabatan di antara wanita dan laki -laki"

__ADS_1


"Ada mas,aku dan Jonas sahabat dari SMA"


"Hahaha kau pikir aku percaya?"


__ADS_2