
Pak Jaya kembali terdiam dengan pertanyaan dari Giandra.
"Mas Giandra memang betul Surjono sebelum kejadian bersama dengan ku,apakah ini ada hubungannya dengan kematian Melati?"
"Hal apa saja yang menjadi pembicaraan pak Surjono dengan anda?"
Giandra kembali bertanya dengan memandang tajam ke arah pak Jaya.
"Hal itu......"
"Pak jangan takut untuk bapak Jaya mengungkapkan hal yang bapak ketahui"
Anindita yang melihat kegundahan di hati pak Jaya kembali untuk menenangkan hati pak Jaya.
"Surjono mengatakan jika dia ingin memberitahukan mbak Amanda bahwa dia adalah putrinya,malam itu setelah Surjono datang ke tempat ku,dia langsung kembali ke kediaman Joyodiningrat untuk membicarakan hal ini kepada Melati,namun...."
"Namun apa pak?"
Giandra segera bertanya kembali kepada pak Jaya agar dia bisa mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai apa yang pak Jaya tau tentang pak Surjono.
"Malam itu sepertinya terjadi pertengkaran yang hebat antara Melati dan juga Surjono,sesaat sebelum kematian Melati, Surjono lupa untuk mematikan ponsel,dan ponsel tersebut masih terhubung dengan ku"
"Lalu?"
__ADS_1
"Aku merekam semua pembicaraan Surjono dengan istrinya"
Giandra dan juga Anindita kini saling pandang,karena bukti rekaman ini menjadi salah satu hal yang berharga untuk bisa menjadi bukti dalam kasus pak Surjono nanti.
"Bisa kita mendengarkan rekaman tersebut?"
"Rekaman itu ada di tangan pak Dharma"
Deg
Giandra dan Anindita kembali saling pandang.
"Bagaimana bisa pak Jaya menyerahkan bukti yang begitu berharga ke tangan pak Dharma?"
Giandra terdiam dengan semua pengakuan dari pak Jaya.
"Apa alasan bapak Jaya ikut terlibat di sana?"
Giandra kembali bertanya dengan pandangan yang sangat tajam kepada pak Jaya.
"Mas Giandra,mbak Anindita,saat itu anak ku Zahra sedang sakit kangker darah dan membutuhkan banyak biaya, sedangkan Perusahaan ku sendiri hampir bangkrut,pihak Joyodiningrat langsung memutus hubungan Kerjasama ketika mengetahui keadaan Perusahaan ku yang di ambang kehancuran"
"Aku terpaksa melakukan hal tersebut semua untuk putri ku mas Giandra,mbak Anindita"
__ADS_1
Pak Jaya mengatakan semua hal yang dia pendam ini sejak lama.
"Baiklah terima kasih pak Jaya,jika nanti kau di butuhkan untuk menjadi saksi dalam kasus pak Surjono aku harap kita bisa bekerja sama"
Pak Jaya hanya diam saat Giandra mengatakan hal tersebut.
"Pak Jaya tidak perlu takut,kami akan memberikan perlindungan untuk pak Jaya agar pak Jaya tetap aman"
Anindita yang dapat membaca pikiran pak Jaya mulai mengatakan hal tersebut kepada pak Jaya.
"Apa yang dikatakan oleh Anindita itu benar pak Jaya,kami akan memberikan perlindungan terhadap pak Jaya,jadi pak Jaya tidak perlu khawatir"
"Terima kasih mas Giandra"
Pak Jaya hanya bisa mengatakan hal tersebut kepada Anindita dan Giandra.
"Baiklah karena sudah tidak ada yang perlu untuk di bicarakan lagi,lebih baik kita undur diri"
Giandra mengatakan hal tersebut kepada Anindita dan pak Jaya.
"Pak Jaya kita permisi pamit pulang terlebih dahulu"
Anindita mengatakan hal tersebut kepada pak Jaya,dengan tersenyum Anindita dan Giandra melangkahkan kaki keluar dari kantor pak Jaya.
__ADS_1