PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
ATURAN IBU


__ADS_3

Ya, semalaman aku menghubungi mu dan kau sama sekali tidak mengangkat telephone mu, akhirnya aku bertanya kepada bibi dan bibi yang mengatakan keberadaan mu."


"Manda, ayolah kau itu sedang hamil, aku sungguh kaget sekali ketika aku tiba di Rumah Sakit ini aku melihat mu tertidur di ata kursi panjang ini."


Rasa iba jelas terlihat dari guratan wajah Jonas ketika sedang memadang wajah Amanda.


"Aku baik - baik saja Nas, aku hanya ingin menunggu mas Giandra, Nas dia sampai seperti ini semuanya salah ku Nas, seandainya waktu itu aku tidak membiarkan mas Giandra pergi, mungkin ini semuanya tidak akan terjadi, seandainya waktu itu aku...."


Air mata Amanda mengalir dengan deras ketika mengucapkan hal tersebut, sehingga membuatnya tidak bisa berkata - kata lagi.


"Manda, stop, berhenti menyalahkan diri mu, semua yang terjadi saat ini memang sudah seharusnya terjadi Manda."


"Tapi aku turut andil Nas."


Jonas yang pada akhirnya melihat air mata Amanda terus terjatuh langsung memeluk Amanda dengan erat.


"Aku tidak peduli ini salah siapa Manda, saat ini yang terpenting adalah kesehatan janin mu, berhenti untuk menyalahkan diri mu karena itu akan berpengaruh pada kesehatan kandungan mu Manda."


Dengan lembut Jonas memeluk Amanda dan membelai rambutnya.

__ADS_1


"Jadi begini kelakuan nyonya Giandra di pagi hari?"


Deg


Satu suara dengan kencang menegur Amanda yang saat ini sedang menangis di dalam pelukan Jonas.


"Nin, mbak Amanda bisa jelaskan ini semuanya, Nin ini tidak seperti yang kau lihat."


Amanda yang mengetahui kedatangan Anindita dan ibu mertua nya langsung melepaskan pelukan nya dan berdiri dari tempat duduknya saat ini.


"Apa lagi yang mau di jelaskan mbak Amanda? aku melihat dengan mata kepala ku sendiri kalau mbak Amanda pagi - pagi sudah berpelukan dengan laki - laki itu."


"Mbak Anindita sebelumnya saya minta maaf jika sudah lancang memeluk Amanda, tapi sungguh saya tidak memiliki maksud apa - apa mbak Anindita, satu lagi nama saya Jonas."


"Tetap tidak pantas jika istri orang lain melakukan hal itu di depan umum."


Deg


Satu suara membuat semua orang yang saat berada di sana langsung tertuju kepada arah dari suara itu.

__ADS_1


"Ibu maafkan Amanda bu, bukan maksud Amanda seperti itu."


"Ibu kecewa kepada mu Amanda, firasat Ibu saat ini mengatakan sebuah kebenaran, waktu itu saat Giandra akan menikah dengan mu hanya Ibu yang tidak setuju, namun karena Ibu terus di yakin kan oleh Giandra, dan Ibu melihat Giandra bahagia dengan mu pada akhirnya Ibu menyetujui nya, kini apa yang Ibu lihat di depan mata sungguh membuat Ibu kecewa."


"Bu...."


Air mata Amanda mengalir sambil mengatakan hal tersebut.


"Mulai sekarang ibu melarang mu untuk bertemu dengan Giandra, Ibu sama sekali tidak memberikan mu izin untuk bertemu Giandra."


Deg


Bagi di sambar petir ketika Amanda mendengarkan apa yang dikatakan oleh Ibu mertuanya tersebut.


"Bu, Ibu tidak bisa mengatakan seperti itu kepada ku, aku ini masih istri sah mas Giandra bu..."


Amanda mengatakan hal tersebut dengan memohon kepada Ibu mertuanya.


Hai, hai terima kasih sudah membaca cerita mas Giandra jangan lupa vote, like yang banyak yah biar authornya tetap semangat untuk menulis. Terima kasih 😘

__ADS_1


__ADS_2