PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
BAYI BESAR GIANDRA


__ADS_3

Ayo mbak bibi bantu."


Bibi pada akhirnya membantu membawa makan malam tersebut ke kamar Giandra dan juga Amanda..


"Terima kasih bi, cukup sampai di sini saja, nanti biarkan Amanda yang menata makanan ini di atas meja."


Dan setelah mengatakan hal tersebut bibi segera pergi dari hadapan Amanda.


"Mas Giandra apakah sudah selesai mandi?"


Amanda mengetuk pintu kamar mandi dan tak butuh waktu lama Giandra segera keluar dari dalam kamar mandi tersebut.


"Kenapa? mau aku berikan kenikmatan pada tubuh mu lagi?"


Deg perkataan Giandra langsung membuat Amanda menundukkan wajahnya karena malu.


"Tak perlu malu, kita ini suami istri, jika memang kau mau aku akan dengan senang hati melakukan nya untuk mu lagi."


Dengan ringan Giandra mengatakan hal tersebut kepada Amanda.


"Bukan mas, ini aku sudah menyiapkan makan malam untuk mas Giandra."


Amanda kembali mengatakan hal tersebut sambil masih terus menundukkan wajahnya, Giandra gemas sekali dengan respon malu - malu Amanda, dengan perlahan Giandra mendekat ke arah Amanda dan mengangkat dagu Amanda.


"Jangan pernah menundukkan wajah mu, jika aku sedang mengajak mu untuk berbicara."


Giandra mengatakan hal tersebut dengan memandang wajah Amanda dengan tajam.


"Maafkan Manda mas."


"Ssssst."


Saat Amanda akan kembali menundukkan wajah Giandra segera memberikan peringatan.

__ADS_1


"Ayo kita makan, aku lapar."


Giandra mengatakan hal tersebut sambil tersenyum kepada Amanda, sesuatu hal yang sangat langka yang Amanda lihat dari sosok seperti Giandra.


"Ini mas untuk makanan nya."


Amanda memberikan makanan tersebut kepada Giandra.


"Aku tidak mau makan!"


Giandra menyingkirkan piring yang telah ada di depan nya.


"Kenapa mas?"


"Kau tau kenapa aku tidak mau makan?"


Amanda dengan polos langsung menggelengkan kepalanya.


"Hah?"


Amanda begitu kaget dengan permintaan Dari Giandra.


"Maksud mas Giandra, mas Giandra minta aku suapi?"


"Kurang lebih seperti itu."


"Mas kan mas sudah dewasa."


"Ya sudah jika seperti itu, aku tetap tidak akan makan."


Dan detik itu juga Amanda seperti melihat satu bayi laki - laki dewasa yang sedang merajuk kepadanya.


"Ya sudah, ayo mas makan, aaaaa"

__ADS_1


Dengan menarik nafas panjang Amanda mengambil piring yang di depan Giandra dan menyuapi Giandra.


"Ini enak."


Giandra menerima suapan tersebut dan langsung mengatakan rasa makanan tersebut kepada Amanda.


"Kau yang membuat nasi goreng ini?"


"Iya mas, selama ini aku kan yang selalu memasak semua makanan untuk mas Giandra."


Amanda mengatakan hal tersebut sambil membersihkan bibir Giandra.


"Terima kasih ya."


Giandra mengatakan hal tersebut sambil memegang tangan Amanda.


"Terima kasih untuk apa mas?"


"Terima kasih untuk kesabaran mu di dalam menghadapi aku."


Dan baru kali ini Amanda mendengarkan ungkapan hati Giandra dari hatinya yang paling dalam.


"Iiiya mas Giandra."


Hal yang masih aneh di telingga Amanda ketika dia mendengarkan kata -kata manis Giandra membuat Amanda terbata - bata di dalam menjawab semua perkataan Giandra tersebut.


"Ayo aaaa lagi."


Dengan bertindak seperti anak kecil, Giandra meminta Amanda untuk menyuapi nya lagi.


"Ah maaf mas, ayo makan mas Giandra aaaaa."


Hai, hai terima kasih sudah membaca cerita mas Giandra jangan lupa vote, like yang banyak yah biar authornya tetap semangat untuk menulis. Terima kasih 😘

__ADS_1


__ADS_2