PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
JANGAN TERLALU LAMA


__ADS_3

Sementara itu di kediaman Giandra.


"Mas Giandra tidak sarapan? bibi sudah membuatkan sarapan untuk mas Giandra."


"Tidak bi, aku tidak akan sarapan lagi sampai Amanda yang membuatkan untuk ku."


Giandra mengatakan hal tersebut sambil terus berjalan menuju ke parkiran mobil, hati Giandra yang kali ini begitu merindukan Amanda membuat Giandra tidak berselera makan pagi jika bukan Amanda yang membuatkan sarapan pagi tersebut.


Dengan langkah yang penuh dengan kemalasan Giandra melajukan mobilnya ke kantor.


Hari ini, pagi ini baik Giandra dan Amanda sedang merasakan kerinduan yang luar biasa.


"Manda kemana aku harus mencari mu? agar aku bisa menjelaskan semuanya, sungguh Manda kau membuatku gila."


Giandra mengatakan hal tersebut sambil melajukan mobilnya ke arah kantor, hari ini Giandra akan menenggelamkan dirinya di dalam pekerjaannya, meskipun hari ini adalah hari Sabtu, namun karena Giandra tidak tau harus kemana Giandra memutuskan untuk tetap datang ke kantor.


Sementara itu mobil Aditya kini sudah sampai di depan rumah tua milik Ibu Amanda.


"Betul disini Nin?"


"Ya mas Aditya, berdasarkan alamat yang diberikan oleh bapak Surjono ini adalah alamatnya."

__ADS_1


Anindita mengatakan hal tersebut kepada Aditya sambil kembali melihat alamat yang telah diberikan oleh bapak Surjono saat Anindita diam - diam mengunjungi bapak Surjono tanpa sepengetahuan Amanda dan juga Giandra.


"Ayo masuk Nin."


Aditya mengatakan hal tersebut kepada Anindita dan mengajak Anindita keluar dari dalam mobil.


Dengan perlahan Aditya mengetuk pintu rumah tua tersebut.


"Kalian!"


Dan Amanda sungguh sangat kaget ketika membuka pintu rumah muncul Anindita dan juga Aditya.


Agar tidak canggung Anindita mencoba memberikan salam kepada kepada Amanda yang kini mematung tak percaya jika tempat ini berhasil di temukan oleh Anindita dan Aditya..


"Boleh kami masuk mbak Amanda?"


Anindita kembali mengatakan hal tersebut karena kini Anindita melihat Amanda mematung memandang tajam ke arah Anindita dan juga Aditya.


"Ah tentu saja boleh, ayo masuk."


Amanda yang tersadar kembali segera mengizinkan Anindita dan Aditya masuk ke dalam rumah tua tersebut.

__ADS_1


"Jadi kalian belum menceritakan kepada ku bagaimana kalian bisa mengetahui tempat ini."


"Mbak Manda maafkan Anindita, Anindita yang menanyakan hal ini kepada bapak Surjono."


"Bapak yang memberitahukan tempat ini kepada mu?"


Anindita langsung menganggukan kepalanya ketika Amanda menanyakan hal tersebut.


"Baiklah, untuk apa kalian datang jauh - jauh kesini?"


"Mbak Amanda sebelumnya Anindita meminta maaf jika Anindita terkesan mencampuri urusan rumah tangga mbak Amanda dengan mas Giandra, namun yang Anin dengar dari. ini mbak Amanda pergi dari rumah?"


"Ya Nin, aku hanya butuh menenangkan diri sebentar saja."


"Mbak, Anindita sangat mengerti jika apa yang di hadapi mbak Giandra itu sangatlah berat, namun satu yang ingin Anindita sampaikan, ketika mbak Amanda pergi, mas Giandra jadi seperti orang gila, mas Giandra langsung datang ke apartment Diana dan hampir saja memukul Diana."


Anindita mulai menceritakan semua hal yang Anindita lihat di apartment saat Giandra hampir menyerang Diana.


"Anindita mengerti jika mbak Amanda mungkin ingin menenangkan diri, namun Anindita mohon jangan terlalu lama ya mbak, karena mas Giandra sangat membutuhkan mbak Amanda."


Hai, hai terima kasih sudah membaaca cerita mas Giandra jangan lupa vote, like yang banyak yah biar authornya tetap semangat untuk menulis. Terima kasih 😘

__ADS_1


__ADS_2