
Ya mas Giandra, Manda ingat"
"Ya sudah buat apa cemberut seperti itu?"
"Kalau begitu besok sarapan pagi spesial nya tidak jadi ya mas,kan Manda harus tetap membawa kan mas Giandra makan siang"
"Kata -kata yang sudah terucap pantang di tarik kembali"
"Tapi mas...."
"Sudah tidak ada kata tetapi,yang jelas meskipun mulai besok aku sudah tidak ada di rumah ini,namun tugas mu tidak akan pernah berubah"
Giandra mengatakan hal tersebut sambil mengunci tubuh Amanda di tembok ruang tamu.
"Ya mas Amanda mengerti, sekarang apakah mas bisa membiarkan Amanda pergi?"
Posisi Giandra yang semakin dekat dengan bibir Amanda membuat Amanda terus memalingkan wajahnya dari Giandra.
"Kenapa kau takut?"
__ADS_1
Giandra mengatakan hal tersebut sambil meniup telingga Amanda.
"Mas aku mohon jangan seperti ini"
Wajah Amanda langsung berubah menjadi merah saat Amanda mendapatkan perlakuan Giandra yang seperti itu.
"Aku tidak bernafsu pada mu,tenang saja"
Giandra kembali membisikkan kata - kata tersebut kepada Amanda,dan setelah itu Meninggalkan Amanda begitu saja di ruang tamu, jantung Amanda berdetak sangat kencang saat hembusan nafas Giandra begitu terasa di bibir Amanda.
"Tidak Manda,tidak boleh,kau tidak boleh memikirkan nya dia,ingat dia itu laki -laki bajingan yang telah merebut keperawanan mu secara paksa,kau tidak boleh memikirkan nya apalagi sampai kau jatuh cinta padanya"
Sementara itu Giandra yang telah masuk ke dalam kamar pribadinya mengumpat berkali kali karena tubuhnya selalu bereaksi terhadap Amanda..
"Kau sebenarnya pakai ilmu apa gadis bodoh, Kenapa aku selalu bereaksi ketika dekat dengan mu,aku seperti kehilangan kendali untuk setiap hasrat ku ketika aku dekat dengan tubuh mu,arrrrrrh aku benci perasaan ini"
Giandra mengatakan hal tersebut sambil mengacak -acak rambut di kepalanya yang tidak gatal,tak beberapa lama setelah itu Giandra langsung masuk ke dalam kamar untuk membersihkan diri,dan berusaha untuk menenggelamkan perasaan nya terhadap Amanda.
Malam hari ini Giandra sangat gelisah di dalam tidurnya, Giandra terus terbayang wajah Amanda,Giandra berusaha untuk menyingkirkan wajah wanita tersebut namun alih - alih tersingkir,ingatan Giandra malah semakin kuat dan hal tersebut membuat Giandra menjadi tidak tenang di dalam tidurnya.
__ADS_1
"Selamat pagi mas Giandra"
Pagi - pagi Giandra yang tidak dapat tidur dengan tenang pada akhirnya memilih bangun lebih pagi dan segera menuju ke dapur,begitu sampai di dapur Giandra melihat Amanda sedang memasak sarapan untuk nya dan seperti biasa bau harum selalu memenuhi ruangan ketika Amanda sedang memasak.
"Pagi,kau masak apa pagi ini"
Giandra mengatakan hal tersebut sambil menghampiri Amanda.
"Ini mas,mie goreng"
Terlihat Amanda dengan sangat lihai memasak mie goreng yang baunya sangat harum tersebut.
"Mas Giandra duduklah di meja makan,biar Manda yang menyiapkan sarapan pagi ini untuk mas Giandra"
Amanda mengatakan hal tersebut tanpa memandang wajah Giandra,karena Amanda sibuk dengan masakan nya agar tidak gosong.
Giandra yang berdiri di belakang Amanda mengulur kan tangan mencoba untuk ingin menyentuh pundak Amanda,namun hal tersebut segera Giandra urungkan dan Giandra memilih untuk berjalan kembali ke meja makan.
Kau ini kenapa Giandra?
__ADS_1