PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
AKHIR DARI PERMAINAN PANAS


__ADS_3

Amanda langsung menutupi tubuh bagian atasnya yang telah polos dengan ke dua tangannya.


"Singkirkan tangan mu sayang, biarkan suami mu ini menikmati nya."


Giandra memegang tangan Amanda dengan lembut dan menyingkirkan tangan yang telah menutupi bagian tubuh Amanda yang indah tersebut.


"Mas, aku malu."


Amanda kembali menundukkan kepalanya, karena kini tatapan mata Giandra sangat tajam kepada Amanda, tatapan mata seperti seorang pemangsa yang ingin segera memakan habis korban nya.


"Kemarilah."


Giandra meminta Amanda untuk masuk ke dalam pelukannya..


"Bagaimana apakah kau masih merasakan malu jika aku memeluk mu seperti ini?"


Amanda yang mendengarkan pertanyaan Giandra langsung menggelengkan kepalanya.


"Tidak mas, namun rasanya nyaman."


"Baiklah, sekarang aku akan membuat mu merasa lebih nyaman lagi, kau hanya perlu tetap berada di dalam pelukan ku."


"Iya mas."

__ADS_1


Dan setelah mengatakan hal tersebut tangan Giandra mulai menyusup ke dalam tubuh Amanda yang yang kini masih berada di dalam pelukannya.


"Mmmas."


Belum sempat kata - kata Amanda melanjutkan kata - katanya, Amanda hanya bisa mencengkram lengan Giandra lebih kuat ketika Giandra kembali memainkan titik demi titik sensitive Amanda.


Making lama tangan Giandra makin brutal terhadap tubuh Amanda dan makin lama cengkraman tangan Amanda bertambah kencang, sehingga membuat Amanda mengeluarkan suara indahnya yang bisa di dengarkan oleh Giandra.


Giandra yang sudah mengerti dan sangat paham bahwa Amanda mulai kembali masuk ke dalam permainan nya mulai melepaskan pelukan dan merebahkan Amanda di atas tempat tidur.


Amanda yang pada akhirnya kembali pasrah kini menerima setiap serangan demi serangan yang diberikan Giandra kepadanya.


Tubuh Amanda bergetar hebat dengan permainan Giandra yang nyaris sempurna dibatas tempa tidur.


Malam ini Amanda kembali di buat tidak berdaya dengan permainan panas Giandra.


"Mas, sudah ya aku capek."


Dan detik itu juga, setelah Giandra melakukan pelepasannya yang kesekian kali, pada akhirnya Amanda di buat tidak berdaya dan mengatakan hal tersebut kepadanya.


"Bagaimana apakah kau sudah lebih baik?"


Giandra mengatakan hal tersebut kepada Amanda yang kini sudah tenggelam di dalam pelukannya.

__ADS_1


"Ya mas, sekarang aku menjadi lebih berani Dan tidak takut lagi kepada mas Giandra."


"Terima kasih sayang, untuk selanjutnya aku menunggu permainan liar mu di atas tempat tidur."


"Aku takut jika permainan ku tidak akan sebagus permainan mas Giandra."


Giandra tersenyum dengan pengakuan yang diberikan oleh Amanda.


"Tenang saja aku tidak akan sepenuhnya melepaskan mu begitu saja, aku akan tetap membimbing mu di atas tempat tidur nanti "


Giandra kembali mengatakan hal tersebut kepada Amanda yang kini seakan - akan tidak mau untuk di lepaskan nya lagi.


"Iya mas."


"Sekarang tidurlah, esok hari ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan kepada mu."


"Hal yang ingin di sampaikan? kenapa tidak malam ini saja mas?"


"Aku sedang tidak ingin menganggu kita yang sedang bercinta di atas tempat tidur, tidurlah tidak ada yang terlalu Penting yang harus aku sampaikan esol hari."


Giandra mengatakan hal tersebut untuk Lebih lagi menyakinkan Amanda bahwa semua akan baik - baik saja.


Hai, hai terima kasih sudah membaca cerita mas Giandra jangan lupa vote, like yang banyak yah biar authornya tetap semangat untuk menulis. Terima kasih 😘

__ADS_1


__ADS_2