PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
TERIMA KASIH UNTUK MALAM INI


__ADS_3

"Iya Jonas terima kasih"


"Sampai jumpa, semangat terus yah Amanda"


Jonas mengatakan hal tersebut sambil mengangkat ke dua tangannya,dan ulah Jonas pada akhirnya kembali membuat Amanda tertawa.


Amanda melihat Jonas masuk ke dalam mobil dan perlahan menghilang dari pandangan matanya.


"Bagaimana aku bisa menghubungi mu Jonas,jika ponsel saja aku tidak ada,entah sudah kemana ponsel ku itu"


Setelah mengatakan hal tersebut Amanda masuk kembali ke dalam rumah dan mencoba untuk beristirahat.


Sementara itu Giandra yang kini sudah sampai di rumah ke dua orang tuanya di kagetkan dengan kehadiran Diana.


"Mas Giandra"


"Diana"


Begitu masuk ke dalam rumah Giandra sangat kaget karena Diana sudah menunggu nya di ruang tamu.


"Ya mas,aku datang kemari untuk mengembalikan ini"


Diana memberikan dasi milik Giandra,dan sekarang Giandra baru mengingat jika terakhir mereka bertemu,dia meninggalkan Diana saat Diana sedang berusaha untuk mencumbu nya.


"Ah Iya,terima kasih Diana"


Setelah itu Giandra segera berjalan meninggalkan Diana

__ADS_1


"Mas Giandra,ada hal yang ingin aku ceritakan kepada Mas Giandra"


Dan setelah Diana mengatakan hal tersebut Giandra langsung membalikan badan.


"Ada apa?katakan saja disini?"


"Hmmm,tidak mas,aku ingin kita berbicara sambil makan malam saja"


Giandra langsung menoleh ke arlojinya dan waktu memang menunjukan hampir malam.


"Baiklah, tunggu disini aku mandi dulu"


"Ya mas"


Dan setelah itu Giandra berlalu dari hadapan Diana,Diana tersenyum dengan semua hal yang saat ini sedang ada di dalam pikirannya.


Di ruang tamu,Diana mengatakan semua hal tersebut di dalam hatinya dengan senyuman penuh kelicikan yang terus mengukir di ke dua lesung pipit nya.


Sementara itu di lain tempat.


"Gimana Nin seafood pinggir jalan ini tak kalah enak kan dengan seafood di restoran ternama?"


Menjelang malam Aditya yang melihat Anindita kelaparan langsung mengajaknya makan.


"Ini enak banget mas Adit,aku baru tau loh kalau disini ada seafood enak ini"


Anindita mengatakan hal tersebut sambil bergulat dengan kepiting yang saat ini sedang berada di tangannya.

__ADS_1


"Oh begitu,memangnya Giandra tidak pernah mengajak mu makan bareng?"


Anindita langsung berhenti bergulat dengan kepiting di dalam tangannya ketika Aditya mengatakan hal tersebut.


"Mas Giandra tidak pernah mengajak aku makan dengan aku yang memilih menu mas, semuanya harus dengan apa yang mas Giandra mau tanpa mas Giandra memikirkan aku suka atau tidak makanan yang akan di pesan"


Aditya terdiam dengan semua perkataan dari Anindita.


"Ya sudah mulai sekarang jika kita makan,kamu yang pilih menu nya,mas ikut aja"


"Beneran mas?mas yakin bisa suka dengan semua makanan pilihan ku?"


"Tenang Nin,mas adalah laki-laki pemakan segala"


Aditya mengatakan hal tersebut sambil tersenyum.


"Mas Aditya bisa saja"


Dan setelah itu Anindita melanjutkan bergulat dengan kepiting di dalam tangannya.


Kasihan kau Nin,cinta mu pada Giandra tidak pernah terbalaskan, Giandra memperlakukan semua hal itu karena dia tidak memikirkan mu,dia sama sekali tidak memikirkan perasaan mu.


Aditya mengatakan semua hal tersebut di dalam hatinya saja,sambil terus memandang Anindita yang saat ini begitu berkonsentrasi dengan semua makanan kesukaan nya.


"Mas Aditya"


"Ya Anindita"

__ADS_1


"Terima kasih untuk malam ini"


__ADS_2