
"Baiklah,Man sepertinya aku tidak bisa berlama-lama disini,aku harus segera ke Rumah Sakit,hari ini aku ada jadwal praktek,aku akan sering mengunjungi mu nanti,agar kau tidak kesepian"
Ketika Jonas mengatakan hal tersebut kepada Amanda, Amanda langsung berhenti mengunyah cokelat yang masih di dalam mulutnya dan terus memandangi wajah Jonas.
"Hei kau kenapa Manda?"
"Gapapa Jonas aku senang ada yang perhatian dengan ku"
Kata -kata Amanda langsung membuat Jonas memandang tajam ke arah Amanda.
"Man,apakah kau yakin akan baik -baik saja jika tetap tinggal disini? apa kau yakin tidak mau untuk pergi dari tempat ini?"
Deg
Perkataan Jonas membuat Amanda kini menjadi terdiam.
"Jonas, terkadang kita harus menjalani sesuatu hal yang sebenarnya tidak kita inginkan,kita berusaha untuk bertahan di dalam tersebut karena ada sesuatu hal yang belum selesai, akan tiba waktunya semua akan selesai dengan baik"
Amanda mencoba untuk tersenyum kepada Jonas,sebuah senyum yang terus di paksakan dan senyum yang tidak pernah tulus dari hatinya sendiri.
__ADS_1
"Baiklah Manda,aku akan mencoba untuk percaya kepada mu, meskipun saat aku melihat mu sekarang rasa percaya itu belum sama sekali muncul,namun aku akan berusaha melakukan hal tersebut"
Jonas tersenyum lalu menjabat tangan Amanda ketika mengatakan semua hal tersebut.
"Aku pamit pergi dulu,jaga dirimu Manda"
Jonas mengatakan hal tersebut sambil menepuk-nepuk pundak Amanda.
"Terima kasih kau mau mengunjungi ku,jaga dirimu dan hati-hati di jalan"
"Pasti,jika suatu saat kau membutuhkan sesuatu ini kartu namaku,aku akan berusaha membantu mu dengan sekuat tenaga yang aku miliki saat ini"
Jonas mengatakan hal tersebut sambil memberikan satu kartu nama ke dalam tangan Amanda.
Lalu setelah Amanda mengatakan hal tersebut Amanda melihat Jonas yang masuk kembali ke dalam mobilnya dan dengan perlahan mobil Jonas meninggalkan halaman depan rumah Giandra.
Seandainya kau tau Jonas,saat kau menawarkan hal tadi,aku ingin ikut pergi bersama dengan mu,namun waktu ku disini belum selesai.
Amanda hanya bisa mengatakan hal tersebut di dalam hatinya saja dan berusaha untuk menghapus setiap air matanya yang sudah mulai mengalir.
__ADS_1
"Tidak aku tidak boleh menangis,semua aku lakukan untuk bapak"
Dan setelah Amanda selesai mengatakan hal tersebut Amanda segera masuk ke dalam kamar dan kembali untuk menata hatinya karena sebentar lagi Giandra laki -laki yang paling dia benci akan kembali ke rumah.
Sementara itu di kantor Giandra khususnya di ruangan Giandra, Giandra sedang duduk dengan mata merah dan tangan mengepal menahan sebuah kemarahan, kemarahan saat Giandra menatap layar laptopnya dan melihat CCTV rumahnya sendiri.
"Dasar laki -laki tak tau diri,kau datang ke rumah ku,dan berani -beraninya menemui wanita itu tanpa seizin ku"
Giandra mengatakan hal tersebut sambil memukul -mukul tangannya di atas meja.
"Mas Giandra sore ini kita akan bertemu klien,ayo mas"
Anindita masuk ke dalam ruangan Giandra dan mengajak Giandra untuk pergi.
"Kau saja yang bertemu dengan mereka Nin"
Setelah mengatakan hal tersebut Giandra bangkit dari tempat duduknya dan langsung menyambar kunci mobilnya di meja.
"Mas katakan kepadaku mas mau kemana?"
__ADS_1
Anindita segera meraih lengan Giandra begitu Giandra akan keluar dari ruangan.
"Lepaskan aku!"