PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
TANGAN LIAR GIANDRA


__ADS_3

Giandra langsung memandang tajam ke arah Amanda saat Amanda mengatakan hal tersebut kepadanya.


"Bagaimana kalau aku tidak mau melakukan hal itu?"


"Mas ayolah agar kita bisa sama - sama nyaman"


Amanda mengatakan hal tersebut sambil mengarahkan jari kelingking nya ke hadapan Giandra.


"Ya, ya baiklah, tidak akan ikut campur urusan orang, dan apalagi tadi?"


"Mas nanti baca sendiri ya mas Giandra."


Dan pada akhirnya Giandra mengaitkan jari kelingking nya dengan jari kelingking Amanda.


"Astaga, aku pengacara terkenal di minta berjanji ala anak Sekolah Dasar."


Sambil mengaitkan jari kelingking nya bersama jari kelingking Amanda, Giandra bergumam sendiri.


"Mas, kan pengacara terkenal di luar, di rumah mas tetap suami ku, ini sah di hadapan Negara loh mas."


"Terserah lah apa kata mu, aku mau tidur."

__ADS_1


Dan setelah mengatakan hal tersebut Giandra langsung berdiri dari tempat duduknya dan langsung membaringkan dirinya di atas ranjang pengantin.


"Mas, aku tidur di kursi saja ya."


Giandra langsung mengernyitkan dahi ketika Amanda mengatakan hal tersebut kepadanya.


"Kenapa kau tidur di kursi? takut aku perkosa lagi? tenang saja aku tidak berselera lagi terhadap tubuh mu."


"Tapi mas?"


"Kau kemari, atau aku tidur di luar agar semua orang tau jika malam ini kita sedang tidak melakukan malam pertama, pilih yang mana?"


Dengan wajah di tekuk pada akhirnya Amanda berdiri dari tempat duduknya dan tidur di samping Giandra.


"Hmmm"


Amanda yang mendapatkan jawaban tersebut segera berbaring dan tanpa butuh waktu lama mata Amanda segera terpejam, padatnya kegiatan hari ini membuat Amanda tidur dengan cepat.


Malam semakin larut, menjelang tengah malam Amanda merasakan mimpi yang aneh, di dalam tidurnya Amanda merasakan getaran - getaran kecil yang berubah menjadi semakin besar pada tubuh area - area sensitive nya, ingin rasanya Amanda membuka mata, namun tubuhnya yang sudah lelah membuat Amanda enggan melakukan hal tersebut dan lebih memilih menikmati mimpi anehnya tersebut.


Terdengar suara yang indah saat di alam mimpi tersebut Amanda merasakan sentuhan demi sentuhan yang luar biasa menyapa setiap area - area tubuhnya yang sangat sensitive dan pada akhirnya dengan kekuatan yang besar Amanda pun membuka matanya.

__ADS_1


"Astaga tadi hanya mimpi?"


Amanda yang telah bangun segera melihat baju tidurnya yang masih rapi dan Giandra yang telah tertidur di sebelahnya.


"Ah Amanda kenapa pikiran mu kotor sekali."


Amanda mengatakan hal tersebut sambil memukul pelan kepalanya dan setelah itu kembali berbaring dan mencoba memejamkan mata.


Begitu mata Amanda terpenjam dan Amanda kembali tertidur, ada sepasang mata yang kini melihatnya dengan tajam.


Kau sedang tidak bermimpi, kau juga sedang tidak berpikir Kotor, karena semua yang kau rasakan itu adalah nyata.


Giandra mengatakan semua hal tersebut sambil memandang tajam tubuh wanita yang kini sudah menjadi istri sah nya tersebut.


Tangan lihai Giandra yang sudah terbiasa melakukan Permainan ini membuat Amanda tidak akan pernah sadar jika malam ini Giandra dengan leluasa menjelajah di area - area sensitive Amanda.


Selamat tidur istriku.


Satu ciuman sayang Giandra daratkan di atas kening Amanda dan setelah itu Giandra menyingkirkan guling yang menghalangi mereka lalu membawa Amanda yang sudah tertidur lelap ke dalam pelukannya.


"Arrrrhh, mas Giandra lepaskan!"

__ADS_1


Pagi hari Amanda sangat kaget karena begitu bangun dirinya sudah di peluk erat oleh Giandra.


__ADS_2