
"Ah seperti itu, rasanya perut ku seperti di aduk - aduk dengan mesin penggiling yang besar."
Jonas tersenyum dengan ungkapan yang di katakan oleh Amanda.
"Ya sudah sekarang lebih baik kau istirahat lagi saja, aku akan menyiapkan sarapan pagi untuk mu, bagaimana?"
"Terima kasih Nas, nanti boleh aku sambil menonton televisi? hari ini adalah pembacaan keputusan sidang untuk bapak."
"Ya tentu kau boleh sarapan dengan menonton televisi, aku akan menemani mu Manda."
"Terima kasih Jonas."
Setelah mengatakan hal tersebut Amanda duduk di depan televisi sambil menunggu jonas menyiapkan sarapan pagi untuknya.
Amanda melihat televisi dan menunggu detik - detik keputusan Hakim akan nasib dari bapak Surjono Ayahnya.
Sementara itu di pengadilan saat ini Giandra dan Anindita sedang menunggu kedatangan hakim untuk bisa mengetahui hasil akhir Dari perkara yang saat ini sedang mereka jalani.
"Mas, bagaimana perasaan mas Giandra?"
Untuk mengurangi rasa stress Anindita mencoba menanyakan hal tersebut kepada Giandra.
"Biasa saja Nin, aku berharap semuanya ini cepat selesai."
"Apa yang akan mas lakukan jika Hakim sudah memberikan keputusan?"
__ADS_1
"Kau akan melihatnya nanti."
Giandra mengatakan hal tersebut sambil tersenyum, dan tepat di saat yang sama Hakim mulai masuk ke dalam ruang sidang detik - detik pembacaan keputusan pun akan segera di mulai.
"Ini Manda."
Jonas yang mengetahui Amanda kini sudah duduk dengan tenang, segera menyerahkan satu piring makanan ringan untuk Amanda makan.
"Terima kasih Nas."
Amanda dengan serius melihat ke layar televisi untuk menunggu keputusan sidang pada hari ini.
Hakim pun mulai membacakan semua keputusan sidang yang saat ini telah di liput oleh beberapa televisi swasta.
"Dengan ini Pak Surjono di nyatakan bebas."
Pak Surjono menangis di kursi terdakwa, pak Surjono tak kuasa menahan air mata ketika keputusan Hakim sudah di bacakan.
"Mas Giandra, pada akhirnya kita bisa menyelesaikan kasus ini dengan baik."
Anindita mengatakan hal tersebut dengan tersenyum kepada Giandra yang kini memandang tajam kepada pak Surjono.
"Dari awal aku sudah yakin jika aku bisa menyelesaikan semua hal ini Nin."
"Ya mas Giandra memang pengacara yang hebat."
__ADS_1
"Nin boleh aku minta tolong kepada mu?"
"Katakan saja mas."
"Tolong kau urus pak Surjono, beliau adalah orang tua dari istriku, setelah beliau keluar, ajak beliau untuk tinggal di rumah ku."
"Siap mas Giandra."
Anindita sangat senang dengan perubahan sikap dari Giandra yang semakin hari menjadi semakin lebih baik.
"Mas Giandra mau kemana?"
Anindita yang melihat Giandra mulai bangkit dari tempat duduknya kembali bertanya.
"Ada yang harus aku katakan kepada media.
"
Tanpa melihat lagi ke arah Anindita, Giandra segera berjalan ke arah pintu masuk ruang sidang untuk menemui para awak media yang sudah sejak tadi menunggu kehadiran nya.
"Aku tau mas apa yang akan mas Giandra sampaikan."
Anindita mengatakan hal tersebut sambil memandang punggung Giandra yang semakin tidak terlihat.
"Mas Giandra bagaimana perasaan mas Giandra akan keputusan sidang bapak Surjono?"
__ADS_1
Satu orang awak media langsung mengatakan hal tersebut saat melihat Giandra keluar dari ruang sidang.
Hai, hai terima kasih sudah membaca cerita mas Giandra jangan lupa vote, like yang banyak yah biar authornya tetap semangat untuk menulis. Terima kasih 😘