
Amanda merasa heran ketika hari ini dia tiba -tiba mendapatkan tamu.
"Siapa bi?"
Amanda langsung beranjak dari tempat duduknya dan mengatakan hal tersebut kepada sang bibi.
"Mas Jonas mbak nama tamu mbak Amanda"
Begitu nama itu di sebutkan oleh bibi, Amanda segera berlari turun ke bawah dan begitu membuka pintu,ada satu punggung yang langsung menghadapkan dirinya kepada Amanda.
"Jonas, bagaimana kau bisa mengetahui jika aku tinggal disini?"
Jonas yang langsung mendapatkan pertanyaan tersebut dari Amanda langsung tersenyum.
"Apa kau tidak mempersilahkan tamu mu ini untuk masuk dulu ke dalam Man?"
Amanda langsung terdiam dengan perkataan dari Jonas.
"Jonas,maaf bukannya aku tidak mau mengizinkan mu untuk masuk,tapi ini bukan rumah ku,sang pemilik rumah sedang pergi,jadi aku tidak enak saja jika mengizinkan sembarang orang masuk ke dalam rumahnya"
Jonas terdiam seakan -akan mencoba untuk mengerti posisi Amanda saat ini..
"Baiklah Manda tak masalah buat ku jika aku harus bertemu dengan teman lama ku di luar seperti ini"
Amanda langsung tersenyum dengan perkataan dari Jonas.
"Terima kasih"
__ADS_1
"Sama -sama"
"Jonas,kau belum menjawab pertanyaan ku"
"Apa yang harus aku jawab Manda?"
"Kenapa kau bisa mengetahui jika aku tinggal di rumah ini?"
Jonas kembali tersenyum ketika Amanda mengatakan hal tersebut.
"Dari data pasien"
"Data pasien?"
"Ya saat kau mengantarkan mas Giandra kemarin aku melihat data mu tersebut,kau kan yang mengisi nya,atas. nama mu bukan atas nama mas Giandra"
"Ya bisa jadi seperti itu"
"Jadi kau tinggal disini bersama dengan pengacara Giandra ?"
Jonas kembali bertanya kepada Amanda dan kini Amanda menundukkan wajahnya.
"Panjang Jonas ceritanya"
"Tak masalah aku sanggup mendengarkan semua cerita mu Manda"
Jonas kembali tersenyum dan senyuman Jonas sungguh amat sangat dapat memikat hati siapa saja yang melihatnya.
__ADS_1
"Tapi tidak sekarang Jonas,kau pasti sudah mengetahui kasus yang saat ini aku hadapi"
"Ya aku tau kasus tersebut dari akun gosip yang bertebaran di media sosial,apakah itu alasan nya kau belum mau untuk bercerita?"
Amanda hanya terdiam dengan pertanyaan dari Jonas yang kini diberikan kepadanya.
"Iya Jonas, maafkan aku ya"
Amanda pada akhirnya menjawab pertanyaan tersebut dengan menganggukan kepalanya..
"Ya,ya aku mengerti apa yang kau rasakan saat ini,tapi bukan berarti kau tidak boleh untuk bahagia,ini aku bawakan cokelat untuk mu"
Jonas mengeluarkan dua cokelat berukuran sedang dari kantong celana nya dan cokelat tersebut langsung diberikan kepada Amanda.
"Cokelat,astaga Jonas kau masih ingat jika aku suka sekali dengan cokelat"
Dengan wajah berbinar Amanda langsung membuka satu cokelat yang kini berada di dalam tangannya tersebut..
"Manda,aku tidak akan melupakan mu"
"Terima kasih"
Amanda mengatakan hal tersebut sambil tersenyum kepada Jonas,kini mulut Amanda sudah penuh dengan cokelat hasil dari pemberian Jonas tersebut.
"Baiklah,Man sepertinya aku tidak bisa berlama-lama disini,aku harus segera ke Rumah Sakit,hari ini aku ada jadwal praktek,aku akan sering mengunjungi mu nanti,agar kau tidak kesepian"
Ketika Jonas mengatakan hal tersebut kepada Amanda, Amanda langsung berhenti mengunyah cokelat yang masih di dalam mulutnya dan terus memandangi wajah Jonas.
__ADS_1
"Hei kau kenapa Manda?"