
Nin, seperti tadi yang mas ceritakan kepada mu,mas bukanlah laki -laki dengan sejuta rayuan gombal,mas cuma mau bilang Anindita mau gak jadi nyonya Aditya?"
Deg
Perkataan Aditya yang tanpa sensor tersebut membuat Anindita sangat kaget.
"Mas kan ngomong nya sudah,sekarang lepaskan tangan mas Aditya dulu yah"
Anindita pada akhirnya menarik genggaman tangan Aditya dan langsung terdiam.
"Nin,mas tidak meminta mu untuk menjawab sekarang, semua yang mas katakan tadi bisa kau pikirkan terlebih dahulu"
Anindita terdiam dan menatap tajam ke arah Aditya.
"Mas maaf,sepertinya mas Adit harus tau siapa laki -laki yang aku cintai saat ini mas"
"Mas tau kok"
"Tau?"
"Ya,mas kan juga laki-laki dan mas juga punya perasaan,laki -laki itu Giandra kan?"
Deg
Tak disangka Aditya mengetahui sisi Anindita sampai yang paling dalam, Anindita begitu kaget dengan perkataan dari Aditya saat dia mengatakan hal tersebut kepadanya.
__ADS_1
"Ya mas, perasaan ku masih tetap untuk mas Giandra"
"Meskipun Giandra tidak mencintai mu Nin?"
Anindita kembali terdiam dengan pertanyaan dari Aditya.
"Mungkin seperti itu mas Adit"
Wajah sendu Anindita mulai terlihat ketika Anindita mengatakan hal tersebut kepada Aditya.
"Sampai kapan Nin,sampai kapan kau akan mencintai seseorang dan dia tidak pernah mencintai mu? itu sakit Nin"
Anindita terus terdiam dengan semua perkataan dari Aditya.
Anindita mulai meneteskan air matanya saat mengatakan hal tersebut kepada Aditya.
"Nin jangan menangis dong,mas paling tidak tega kalau melihat mu menangis"
Aditya mengatakan hal tersebut sambil ke dua tangannya sibuk mencari sapu tangan untuk diberikan kepada Anindita.
"Ini sapu tangan Nin,sudah ya Nin jangan menangis"
Aditya memberikan sapu tangan tersebut sambil menepuk -nepuk bahu Anindita.
"Terima kasih mas,mungkin jika aku bertemu mas Adit terlebih dahulu sebelum bertemu mas Giandra, aku akan jatuh cinta pada mas Adit"
__ADS_1
Anindita mengatakan hal tersebut sambil menghapus air mata dengan sapu tangan yang diberikan Aditya kepadanya.
"Nin itu belum terlambat"
"Maksud mas Adit?"
"Kau bisa belajar untuk mencintai orang lain,kuncinya ada pada diri mu sendiri untuk membuka hati untul orang lain tersebut agar bisa masuk ke dalam hati mu Nin"
"Tapi aku tidak mengetahui caranya mas"
"Biar aku bantu asalkan kau mau membuka hati mu untuk mas,mas janji akan membantu mu,Nin kau juga berhak bahagia,kau juga berhak untuk dicintai laki -laki yang tepat,kau berhak untuk mendapatkan cinta Nin"
Aditya mengatakan hal tersebut sambil kembali mengenggam tangan Anindita.
"Mas mau bantu Anindita,mas mau tunggu Anindita?"
Anindita mengatakan hal tersebut kepada Aditya dengan tatapan matanya yang tajam.
"Ya Nin,mas mau untuk membantu mu,mas mau membantu mu untuk memulihkan hati mu,mas mau menunggu mu,kau tidak akan pernah bisa melakukan semuanya itu sendiri Nin"
Aditya berusaha untuk memberikan penguatan kepada Anindita dan tangisan Anindita kini semakin pecah karena perkataan Aditya tersebut.
"Ya mas, Anindita mau mencoba untuk belajar untuk merelakan mas Giandra,tapi mas Adit bantu Anin ya mas"
"Pasti Nin,mas akan bantu,saat ini mas tidak akan pernah menuntut mu Nin"
__ADS_1