
Setelah mengatakan hal tersebut Giandra meninggalkan kamar mereka dan segera melanjutkan perjalanan menuju ke kantor.
"Terima kasih Tuhan untuk setiap hal yang selalu ada di hidup ku, aku mengucap syukur karena semua hal ini,Amin."
Setelah mengatakan hal tersebut Amanda segera bangkit dari tempat tidur menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Hari ini, Amanda begitu bahagia dengan setiap perlakuan Giandra yang semakin hari semakin manis terhadap nya.
Setelah selesai membersihkan diri Amanda duduk di depan meja rias dan bersiap untuk memberikan riasan tipis di wajahnya.
"Aku harus tetap terlihat cantik di hadapan mas Giandra."
Hal tersebut yang Amanda katakan sambil memoleskan bedak di wajahnya.
"Permisi mbak Amanda."
Terdengar suara ketukan pintu di kamar Amanda.
"Ya bi, masuk saja."
Bibi yang mendapatkan persetujuan untuk masuk ke dalam kamar segera masuk untuk menyampaikan satu berita kepada Amanda.
"Mbak di luar ada tamu."
"Tamu?"
"Ya mbak."
"Siapa bi?"
"Mbak Diana."
__ADS_1
Deg
Amanda langsung terdiam begitu nama setan wanita itu di sebutkan lagi.
"Bilang saja Amanda tidak ada bi."
"Tapi mbak Diana memaksa bertemu mbak Amanda, jika mbak Amanda tidak mau menemui mbak Diana akan menunggu di luar."
Amanda langsung terdiam dengan perkataan dari sang bibi.
"Isssst, repot sekali setan wanita itu."
Dan setelah mengatakan hal tersebut Amanda langsung keluar dari dalam kamar.
"Selamat pagi mbak Amanda."
Diana yang begitu melihat Amanda langsung menyapa Amanda dengan sinis.
Amanda mengatakan hal tersebut sambil memandang tajam ke arah Diana.
"Tidak menjadi pembicaraan yang serius, boleh aku duduk?"
Diana mengatakan hal tersebut kepada Amanda, karena sejak daritadi Amanda belum mengizinkan Diana untuk duduk.
"Silahkan."
Dan masih dengan wajah yang datar Amanda mengatakan hal tersebut kepada Diana.
"Ada apa? mengapa pagi - pagi sekali anda sudah datang kemari?"
"Hmm mbak Amanda atau nyonya Giandra ini ternyata suka langsung ke inti pokok pembicaraan yah.
__ADS_1
Dengan tenang Diana mengatakan semua hal tersebut kepada Amanda.
"Nyonya Giandra? darimana kau tau semuanya?"
"Hahaha, bukan Diana jika aku tidak bisa melakukan apa yang aku mau nyonya Giandra yang menyedihkan!"
Diana kembali mengatakan hal tersebut dengan tertawa sinis kepada Amanda.
"Katakan apa yang kau mau?"
"Kau bertanya apa yang aku mau?"
"Ya agar pembicaraan yang tidak penting ini segera berakhir."
"Baiklah, baiklah jika yang kau mau seperti itu, ini aku berikan sesuatu hal kepadamu."
Diana memberikan Amanda satu berkas lengkap, Amanda langsung membuka berkas - berkas tersebut yang di dalam berkas tersebut berisikan foto - foto kecil Giandra dan satu orang gadis kecil.
"Apa maksudmu dengan ini semua?"
Diana langsung tersenyum kepada Amanda yang tidak mengerti dengan isi berkas tersebut.
"Cih mendapatkan gelar nyonya Giandra, namun ternyata mas Giandra tidak pernah terbuka terhadap nyonya Giandra yang selalu berada di dekat nya, sungguh menyedihkan."
Deg
Perkataan Diana membuat hati Amanda sakit, dan kini Amanda menjadi sadar bahwa apa yang di katakan oleh Diana itu tak sepenuhnya salah.
"Katakan intinya saja mbak Diana."
Amanda mencoba untuk tetap sabar dalam menghadapi Diana.
__ADS_1
Hai, hai terima kasih sudah membaca cerita mas Giandra jangan lupa vote, like yang banyak yah biar authornya tetap semangat untuk menulis. Terima kasih 😘