PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
KAU MENARIK


__ADS_3

"Apakah hal itu sangat berarti untuk mu? apakah aku jadi seperti seorang pencuri yang mengambil hal tersebut dari mu?selama ini aku bertemu dengan banyak wanita yang tidak mempermasalahkan hal tersebut ketika dia akan tidur dengan ku, meskipun saat melakukan juga masih perawan,apakah kau tidak sama dengan mereka?"


Giandra duduk di tepi tempat tidur,sambil memandang Amanda .


Ada rasa bersalah begitu dalam yang kini mulai menjalar dari lubuk hati Giandra yang paling dalam saat Giandra melihat wajah Amanda.


Sial, nampaknya aku sudah betul - betul gila,arrrrrh mengapa ada rasa bersalah kini semakin menyerang ku,aku benci rasa bersalah ini.


Giandra mengatakan semua hal terus memandang Amanda yang masih tertidur,Dan pada akhirnya karena Giandra sudah sangat lelah, Giandra memilih untuk tidur di samping Amanda.


"Arrrrrrrrrrh"


Pagi - pagi terdengar teriakan Amanda yang begitu kencang di kamar Giandra.


"Mas Giandra ngapain disini?"


Giandra yang baru setengah sadar segera melepaskan pelukannya dari pinggang Amanda.


"Ya tidur lah,kau kira aku sedang apa ha?"


"Pergi,pergi mas pergi dari kamar ini!"


"Pergi? sebelum kau berbicara sebaiknya kau melihat ini kamar siapa"


Amanda yang mendengar suara teriakan Giandra segera sadar saat ini dia sedang berada dimana.

__ADS_1


"Ini kamar mas Giandra?"


"Bukan,kamar orang lain,ya jelas ini kamar ku,jadi sekarang siapa yang seharusnya pergi"


"Tidak mungkin,seingat ku, semalam aku ketiduran di kursi, terus kenapa aku tiba -tiba bisa bangun di kamar ini,pasti mas Giandra yang membawa aku kemari kan?"


Kini Amanda menatap Giandra dengan sangat tajam dan tatapan Amanda yang seperti sedang memberikan intimidasi membuat pandangan mata Giandra harus teralih ke beberapa tempat.


"Mas jawab dong,mas Giandra kan yang membawa aku ke kamar ini?"


"Mas kita gak ngapa - ngapain lagi kan,mas jawab dong"


Amanda mengatakan hal tersebut dan langsung melihat kembali ke dalam selimutnya.


"Aku selamat,masih utuh"


"Hei kau pikir aku penjahat kelamin yang dengan gampang meniduri para wanita ha?x


Giandra yang mendengarkan Amanda mengatakan hal tersebut langsung berkomentar.


"Bukan penjahat kelamin sih mas,tapi saudaranya penjahat kelamin


"


Amanda menatap tajam ke arah Giandra.

__ADS_1


"Sana kau pergi,bikin sempit saja tempat tidur ku ini,pergi, pergi"


Giandra mengatakan hal tersebut sambil mengusir Amanda untuk keluar dari dalam kamarnya.


"Tak usah di usir ini juga Manda mau pergi mas Giandra"


Amanda mengatakan hal tersebut sambil beranjak dari tempat tidur Giandra.


"Hei jangan lupa buatkan aku nasi goreng ya di dapur,jangan kau jadi wanita pemalas dengan kembali tidur di dalam kamar lagi,apa kau mengerti!"


"Iya mas Giandra"


Amanda yang sudah malas dengan segala kebawelan Giandra memilih untuk menyetujui apapun yang Giandra mau.


"Ayo cepat!!"


Amanda langsung berlari keluar kamar ketika Amanda mendengarkan teriakan Giandra yang kini sudah menjadi makanan sehari - harinya itu.


"Dasar mas Giandra,aku benci kau mas Giandra"


Amanda mengatakan hal tersebut sambil berjalan ke arah dapur.


Sementara itu di dalam kamar, Giandra hanya tersenyum - senyum sendiri dengan hal yang sudah dilakukan nya pada Amanda.


"Kau menarik,ya kau wanita yang menarik"

__ADS_1


Giandra mengatakan hal tersebut sambil tersenyum,dengan langkah yang ringan Giandra beranjak dari tempat tidurnya tersebut


__ADS_2