
Perkataan ku pantang untuk di bantah!"
Dan dengan wajah yang di tekuk Amanda pada akhirnya mengikuti langkah kaki Giandra untuk masuk kembali ke dalam kamar mereka.
"Ini sudah masuk ke dalam kamar mas"
"Tutup pintu balkon nya sekarang"
"Iya mas"
Dan masih dengan wajah di tekuk Amanda menuruti semua perkataan dari Giandra.
"Terus kenapa masih berdiri saja disana? apakah kau mau tidur sambil berdiri?"
Giandra yang telah berada di atas tempat tidur mengatakan hal tersebut kepada Amanda yang sampai saat ini masih berdiri di depan nya.
"Anu mas, itu kok tidak ada gulingnya"
"Guling? buat apa guling?"
"Buat pembatas kita mas"
Dan seketika itu juga Giandra tertawa.
"Kok mas tertawa?"
"Ya karena aku tidak mungkin akan menyentuh mu, aku tidak bernafsu pada mu, jadi kau tak perlu takut, ya kecuali kau masih mau tidur dengan berdiri seperti itu ya tidak masalah"
Dan setelah mengatakan hal tersebut dengan perlahan Amanda mulai menghampiri tempat tidur dan berbaring disisi Giandra.
"Mas, bener yah jangan berani menyentuh Amanda lagi"
__ADS_1
"Hmmmmm"
Dan seketika Amanda menoleh Amanda melihat Giandra sudah memejamkan matanya.
"Isssh Manda sudah bicara tapi ditinggal tidur"
Dan setelah itu Amanda menarik selimut nya dan tak butuh waktu lama, Amanda langsung terlelap.
Malam hari ini Amanda mulai bermimpi aneh lagi, Amanda kembali merasakan nikmatnya sentuhan demi sentuhan yang tak terlihat ke bagian - bagian sensitive nya.
Amanda sengaja memilih untuk tidak bangun dari mimpi indahnya tersebut dan memilih untuk menikmati semuanya dengan penuh kenikmatan.
Tidur yang nyenyak sayang.
Selesai melakukan aktivitas kesenangan yang baru Giandra menarik tangannya dari tubuh Amanda, mencium kening Amanda dan membawa Amanda ke dalam pelukannya.
"Astaga sudah pagi"
"Mas Giandra kemana? mas Giandra kok tidak ada, bi..."
Amanda berteriak mengatakan hal tersebut dan segera turun dari tempat tidurnya dan keluar kamar.
"Bi, mas Giandra kemana bi?"
Amanda yang sudah sampai di dapur segera bertanya kepada bibi yang pagi ini sudah asyik di dapur.
"Oh mas Giandra sudah berangkat ke bandara mbak Amanda"
"Jam berapa bi tadi mas Giandra bangun?"
"Pagi mbak, sebelum matahari terbit"
__ADS_1
"Ah jadi seperti itu"
"Iya mbak , mas Giandra sengaja tidak membangunkan mbak Amanda soalnya mas Giandra lihat mbak Amanda tidurnya nyenyak"
Sang bibi mulai mengatakan hal tersebut kepada Amanda yang kini memilih untuk duduk di kursi meja makan.
"Ah ya sudah bi, bibi boleh Manda tanya?"
"Tanya saja mbak ada apa?"
"Apa mas Giandra sering pergi mendadak seperti ini bi?"
"Sering mbak"
"Kira - kira kalau mas Giandra keluar kota seperti ini apa yang dia lakukan bi?"
"Memangnya mbak Amanda tidak diberitahukan oleh mas Giandra?"
Amanda langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat saat bibi menanyakan hal tersebut kepadanya.
"Ya sudah mbak, lagipula mungkin itu bukan sesuatu hal yang Penting, itu sebabnya mas Giandra tidak menceritakan hal ini kepada mbak Amanda"
"Ya bi mungkin seperti itu"
"Oh Iya, ini titipan mas Giandra untuk mbak Amanda"
Bibi menyerahkan satu amplop sedang kepada Amanda.
"Ini apa bi?"
Amanda mengatakan hal tersebut sambil meraba - raba isi amplop tersebut.
__ADS_1
"Bibi kurang tau mbak"