
Dasar mas Giandra aneh,dia sendiri yang meminta aku untuk tidur di kamar ini, sekarang dia yang marah-marah mengapa aku mau tidur di tempat seperti ini.
Amanda mengatakan hal tersebut di dalam hati sambil mengikuti Giandra dari arah belakang.
"Ayo naik!"
Giandra yang sudah di dalam mobil langsung meminta Amanda untuk masuk ke dalam mobilnya.
"Anu mas,mbak Anindita tidak ikut?"
"Hei untuk apa dia ikut?dia sudah menunggu kita di rumah,ayo cepat tak usah banyak alasan kamu"
Giandra mengatakan hal tersebut dengan nada tinggi kepada Amanda.
"Ya mas Amanda masuk ke mobil ya"
"Buruan!"
Amanda langsung masuk ke dalam mobil dan Giandra melajukan mobil nya tersebut dengan kecepatan tinggi.
"Mas bisa pelan - pelang nyetirnya?"
"Gabisa!"
"Kenapa mas?"
Amanda mengatakan hal tersebut sambil terus berpegangan di sisi mobil.
"Karena kau yang telah membuang banyak waktu"
"Jadi Amanda lagi mas yang salah?"
__ADS_1
"Iya kau yang salah"
Manda lagi,Manda lagi.
Amanda mengatakan hal tersebut di dalam hatinya.
"Hei kenapa mulut mu jadi seperti ikan Lohan?"
Giandra yang sedang fokus mengemudikan mobil langsung mengatakan hal tersebut saat dia melihat bibir Amanda.
"Bukan ikan Lohan mas,ini bibir Amanda"
"Issst ya sudah lah, memang susah ngomong sama wanita tulalit"
Amanda langsung memandang tajam ke arah Giandra saat Giandra mengatakan Amanda tulalit.
"Kenapa tidak suka dengan sebutan tulalit?"
"Iya mas"
"Kalau mas Giandra memanggil Amanda dengan sebutan itu Amanda tidak mau mas"
"Tidak peduli,jika sampai kau tidak merespon panggilan ku,maka kau akan menanggung akibat nya"
Giandra mengatakan hal tersebut seakan-akan memberikan intimidasi kepada Amanda.
"Mas Giandra Kenapa selalu memaksa kan kehendak mas Giandra kepada orang lain?"
Amanda mengatakan hal tersebut sambil memandang wajah Giandra dari dekat dan detik itu juga Amanda harus mengakui jika Giandra Wijaya itu memang laki -laki tampan.
"Kenapa aku memandangi ku seperti itu?nanti kau naksir loh"
__ADS_1
"Enggak mungkin mas"
"Lagipula kalau kau naksir aku tidak mungkin naksis kau, karena kau jauh di bawah selera ku"
Amanda langsung terdiam dengan semua perkataan Giandra.
"Mas
"Hmmmm"
"Mas belum jawab pertanyaan Amanda yang tadi"
"Aku tidak mau menjawab nya,kau mau apa ha?"
Amanda sangat kesal dengan perkataan demi perkataan dari Giandra dan pada akhirnya Amanda memilih untuk diam dan pada akhirnya tertidur.
"Wanita tulalit ayo turun,kita sudah sampai,kau seperti Kebo,tidur ngorok,astaga sudah tulalit, sekarang ngorok juga"
Amanda yang masih setengah tersadar tidak peduli dengan ucapan demi ucapan dari Giandra,yang dia pedulikan adalah begitu Amanda bangun dirinya sudah berada di depan rumah megah dengan ornamen Jawa klasik .
"Mas ini rumah utama mas Giandra?"
"Iya ayo turun wanita tulalit!"
Amanda kembali menatap Giandra dengan tajam saat kata - kata wanita tulalit tersebut keluar dari mulutnya.
"Mas Manda tidak suka ya"
"Tidak ada yang peduli dengan itu"
Giandra mengatakan hal tersebut sambil mendekatkan dirinya ke arah Amanda dan sedetik kemudian melepaskan sabun pengaman yang masih melekat erat pada tubuh Amanda.
__ADS_1
"Ayo turun wanita tulalit"
Giandra membisikkan hal tersebut ketelingga Amanda dan detik itu juga wajah Amanda berubah menjadi merah padam.