PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
JANGAN BERPIKIR SENDIRI


__ADS_3

Astaga dimana aku harus mencari barang - barang ini?"


Seorang Giandra pengacara terkenal yang selama ini tidak pernah menginjakkan kakinya di dapur,pada malam hari ini datang ke dapur dan mencari perlengkapan untuk mengkompres,namun karena tidak pernah ke dapur Gian cukup kebingungan mencari perlengkapan tersebut.


"Mas Giandra ada yang bisa saya bantu?"


Pak Giman yang mendengarkan suara keributan di dapur segera menuju kesana Dan begitu sampai di dapur dan menyalakan lampu pak Giman melihat pemandangan yang tak biasa karena pak Giman melihat majikan by sedang mengacak -acak dapur mencari sesuatu.


"Pak Giman dimana alat untuk mengkompres?"


Giandra mengatakan hal tersebut sambil terus mencari -cari barang tersebut.


"Biar pak Giman yang membantu menyiapkan mas"


Pak Giman langsung bergerak cepat untuk membantu Giandra mencari semua hal yang dia butuhkan.


"Ini mas sudah siap"


Pak Giman memberikan satu baskom berisikan air dan juga handuk kecil.


"Terima kasih pak Giman


"


Giandra yang sudah mendapatkan barang yang dia butuhkan segera kembali ke dalam kamar dan melihat Amanda sudah mengigil.


"Mas dingin,mas dingin"

__ADS_1


Amanda terus mengatakan hal tersebut kepada Giandra dan entah mengapa hati Giandra begitu sedih melihat keadaan Amanda.


"Tenanglah semua akan baik - baik saja"


Giandra segera mengkompres Amanda, meletakan kain tersebut di kening Amanda.


"Kau sudah makan?"


Giandra kembali mengatakan hal tersebut kepada Amanda dan Amanda hanya menggelengkan kepalanya.


"Kenapa kau tidak makan?"


"Tangan Manda masih belum bisa digerakkan bebas mas,masih nyeri"


Amanda menunjukan pergelangan tangannya yang masih di balut dengan perban.


"Jika itu masalah nya kenapa kau tidak meminta tolong pak Giman atau bibi untuk membuatkan makan malam untuk mu?"


"Ya jika sudah seperti ini kau tetap akan merepotkan orang"


Giandra mengatakan hal tersebut sambil bangkit dari sisi tempat tidur dan menghubungi pak Giman untuk menyiapkan makanan untuk Amanda.


"Mas"


"Hmmm"


"Amanda minta maaf jika pada akhirnya tetap merepotkan banyak orang disini"

__ADS_1


Giandra yang masih mengkompres Amanda kini hanya memandang gadis yang sedang tidak berdaya tersebut.


"Lain kali sebelum kau bertindak kau harus memikirkan nya terlebih dahulu bagaimana orang - orang disekitar memandang tindakan mu,apa yang kau pikir baik belum tentu orang lain akan memikirkan hal yang sama"


Giandra mengatakan hal tersebut sambil terus mengkompres Amanda.


"Ya mas Giandra maafkan Manda"


"Lalu apa maksud mu keluar dari Rumah Sakit, tanpa persetujuan Dokter Adit?kau pasti tanda tangan surat pernyataan atas keputusan sepihak mu ini kan?"


Amanda yang mendapatkan pertanyaan dari Giandra hanya bisa terdiam.


"Ya mas aku mengambil keputusan ini tanpa seizin Dokter Adit"


"Kenapa kau melakukan hal itu?"


"Biaya Rumah Sakit itu mahal mas,aku tidak ingin biaya tersebut bertambah mahal karena aku terus berada disana"


"Apa kau yang membayar biaya Rumah Sakit tersebut sehingga kau begitu khawatir?"


Amanda langsung terdiam dengan semua perkataan dari Giandra.


"Justru karena Amanda tidak punya uang untuk membayar itu sebabnya Manda mau pulang saja mas Giandra"


Giandra yang mendengarkan jawaban dari Amanda kini hanya bisa memandang gadis tersebut.


"Dasar bodoh!"

__ADS_1


Giandra mengatakan hal tersebut sambil menjentikan tangannya ke kening Amanda.


"Itulah akibat nya jika kau berpikir sendiri"


__ADS_2