PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
CUKUP BI


__ADS_3

Dan kau Jonas, hari ini kau baru mendapatkan penolakan Dari istriku, sungguh memasang CCTV tanpa sepengetahuan Amanda adalah hal yang sangat menguntungkan bagi ku,lihat saja nanti malam aku akan kembali menerkam mu lagi."


Giandra mengatakan hal tersebut dengan tersenyum nakal dan kembali mulai membayangkan lekuk tubuh istri nya tersebut.


Sementara itu di lain tempat.


"Jadi apakah informasi yang aku terima ini adalah betul -betul Informasi yang akurat?"


"Tentu saja mbak Diana."


"Baiklah ambil apa yang kau butuhkan."


Diana mengeluarkan satu lembar cek yang sudah di tuliskan beberapa nominal yang dibutuhkan untuk informasi tersebut.


"Arrrrh, aku benci kau Amanda!"


Diana mengatakan hal tersebut sambil melemparkan vas bunga nya ke kaca.


"Diana ada apa dengan mu?


Madam Gretta yang mendengarkan suara berisik dari dalam kamar Diana segera datang menghampiri.


"Madam, mas Giandra ternyata sudah menikah dengan Amanda."

__ADS_1


Diana mengatakan hal tersebut dengan amarah yang meledak - ledak.


"Apakah kau ada bukti? ketika kau mengatakan hal tersebut Diana?"


"Ini Madam."


Diana memberikan foto pernikahan sederhana Giandra di Villa, dan Madam Gretta pada akhirnya hanya bisa memandang foto tersebut.


"Jadi apa rencana mu setelah ini Diana?"


"Aku akan merebut mas Giandra dari tangan wanita itu, ya pasti, Diana belum pernah sama sekali dikalahkan oleh siapapun dan kali ini Hal itu yang akan Diana lakukan kembali."


Madam Gretta hanya bisa terdiam Dan tidak dapat berkata - kata lebih banyak ketika Diana mengatakan hal tersebut kepadanya.


"Ya aku mengerti Madam."


Hari ini amarah Diana begitu meledak - ledak ketika Diana mengetahui kebenaran pernikahan Amanda dan juga Giandra, Diana bersumpah akan membalas dendam terhadap Amanda karena Diana menganggap Amanda telah merebut Giandra dari tangan nya.


Sementara itu menjelang sore mobil Giandra sudah masuk ke halaman rumah nya, hari ini Giandra begitu merindukan Amanda sehingga membuat Giandra pulang lebih cepat lagi.


"Selamat malam mas Giandra."


Begitu membuka pintu Giandra melihat Amanda menyambut nya dengan menundukkan wajah, Amanda masih malu ketika mengingat kejadian semalam sehingga dia memilih untuk menundukkan wajahnya saat berhadapan dengan Giandra.

__ADS_1


"Apakah kau sudah menyiapkan aku makan malam?"


"Sudah mas."


"Bawakan saja makan malam tersebut ke dalam kamar, aku ingin makan di dalam kamar saja."


"Baiklah mas Giandra."


Dan setelah Giandra pergi, Amanda baru berani mengangkat wajahnya.


"Aman, aman astaga Amanda kau kenapa? hati mu berdegup sangat kencang saat mas Giandra datang, ayo Manda harus bersikap biasa, harus ya harus!"


Amanda mengatakan hal tersebut sambil membantu bibi menyiapkan makan malam yang akan di bawa Amanda ke dalam kamar.


"Ayo mbak bibi bantu."


Bibi pada akhirnya membantu membawa makan malam tersebut ke kamar Giandra dan juga Amanda..


"Terima kasih bi, cukup sampai di sini saj,nanti biarkan Amanda yang menata makanan ini di atas meja."


Dan setelah mengatakan hal tersebut bibi segera pergi dari hadapan Amanda.


Hai, hai terima kasih sudah membaca cerita mas Giandra jangan lupa vote, like yang banyak yah biar authornya tetap semangat untuk menulis. Terima kasih 😘

__ADS_1


__ADS_2