
Amanda mengatakan hal tersebut tanpa memandang wajah Giandra,karena Amanda sibuk dengan masakan nya agar tidak gosong.
Giandra yang berdiri di belakang Amanda mengulur kan tangan mencoba untuk ingin menyentuh pundak Amanda,namun hal tersebut segera Giandra urungkan dan Giandra memilih untuk berjalan kembali ke meja makan.
Kau ini kenapa Giandra?
Giandra mengatakan hal tersebut di dalam hati sambil duduk di meja makan menantikan sarapan paginya matang.
"Mas Giandra ini mas sarapan paginya,di habis kan ya mas"
Amanda datang sambil membawa satu piring mie goreng dan meletakan makanan tersebut di depan Giandra.
"Ini enak kan?"
Kata -kata bodoh tersebut yang keluar dari mulut Giandra,agar dia tak terlihat sedang memperhatikan Amanda.
"Tentu saja mas,Manda kan buat sarapan ini pakai hati,ya pasti enak dong"
Deg
Perkataan Amanda yang asal - asal tersebut sukses membuat Giandra tersedak.
"Mas,mas kenapa?"
"Cepat ambilkan minum!"
Giandra mengatakan hal tersebut kepada Amanda sambil terus menatap nya dengan tajam.
"Ini mas"
Amanda yang telah selesai mengambilkan minum segera menyerahkan minum tersebut kepada Giandra.
__ADS_1
"Lain kali kalau ada orang sedang makan jangan kebanyakan omong ya!"
Giandra mengatakan hal tersebut sambil memandang Amanda.
"Ya mas Giandra"
"Sekarang cepat siap - siap,hari ini kita akan bertemu bapak Surjono di penjara"
"Kita mas?berarti Amanda ikut?"
"Tidak!,ya ikut lah untuk apa kau bertanya lagi ha?"
Giandra mengatakan hal tersebut sambil menggeleng -gelengkan kepalanya.
"Maafkan Manda mas"
"Cepat siap - siap!"
"Iiiya mas Giandra"
Seketika itu juga Amanda langsung berlari kembali ke dalam kamarnya, sedangkan Giandra hanya menatap kepergian Amanda sambil tersenyum kecil..
"Gadis bodoh kau lucu sekali"
Hal tersebut yang Giandra katakan pada saat Amanda sudah masuk kembali ke dalam kamarnya.
Sementara itu,mobil Anindita pagi ini juga sudah masuk ke dalam halaman kediaman pribadi Giandra Wijaya.
"Pagi mas Giandra"
Anindita yang telah keluar dari dalam mobil segera masuk ke dalam rumah dan menjumpai Giandra yang masih asyik dengan sarapan paginya tersebut.
__ADS_1
"Pagi Nin,sudah sarapan?"
Anindita langsung mengernyitkan dahi ketika Giandra mengatakan hal tersebut,karena hal ini sangat aneh bagi Anindita.
"Sudah mas,hari ini kita jadi ke penjara untuk bertemu dengan bapak Surjono?"
"Ya jadi Nin,tapi tunggu Amanda dulu"
"Amanda? mas mengajak mbak Amanda untuk ikut ke penjara?"
Anindita semakin heran dengan sikap Giandra,karena mengajak Amanda ke penjara setelah sebelumnya melarang keras Amanda untuk ikut.
"Ya Nin,aku mengajak dia,agar dia tidak terus merengek minta di ajak jika kita akan ke penjara"
Anindita terdiam dengan perkataan Giandra Wijaya dan tepat saat itu tiba - tiba Amanda sudah keluar dari dalam kamar dan menuju ke arah mereka.
"Mbak Amanda cantik sekali"
Anindita begitu kaget ketika melihat Amanda keluar dengan dress berwarna biru dan dengan riasan make up yang masih natural.
"Hehehe,iya mbak Anindita, soalnya mau ketemu sama bapak"
"Cih,mau ke penjara saja seperti mau ke pesta"
Giandra bergumam dengan perkataan yang Amanda ucapkan.
"Mas Giandra,Manda dengar apa yang mas katakan"
Amanda yang mendengar ucapan Giandra kembali mengatakan hal tersebut.
"Bagus lah jika kau dengar, sekarang ganti baju mu!"
__ADS_1
"Tapi mas"