
Sementara itu pagi ini di kantor Giandra.
"Ada apa mas Giandra? kenapa mas Giandra memanggil ku?"
Dengan pandangan matanya yang tajam Giandra kini mendekat ke arah Anindita.
"Apakah kau tau kemana Amanda pergi?"
Anindita yang sudah hafal dengan sikap Jonas segera mencoba untuk memberikan intimidasi kepada Anindita agar Anindita bisa memberikan keterangan yang jujur untuk Jonas.
"Aku sama sekali tidak mengetahui keberadaan mbak Amanda mas Giandra."
Anindita mencoba untuk tetap tenang dalam menjawab pertanyaan Giandra.
"Apa kau sedang tidak berbohong kepada ku?"
Tatapan mata Giandra kini semakin tajam ke arah Anindita, tatapan mata yang seakan - akan ingin memakan mangsanya hidup - hidup.
"Yakin mas, sangat yakin jika aku tidak tau kemana mbak Amanda pergi."
Anindita kembali mengatakan hal tersebut dengan penuh keyakinan.
"Jadi apakah ada yang lainnya yang ingin mas Giandra bahas bersama dengan ku?"
Anindita yang kini sudah merasakan tidak aman mencoba untuk mengalihkan pembicaraan nya.
__ADS_1
"Ada, ayo duduk."
Dengan menghela nafas panjang Anindita pada akhirnya duduk di depan meja Giandra.
"Aku ingin meminta bantuan mu."
"Bantuan ku untuk apa mas?"
Bantuan untuk menyelidiki kasus cinta masa kecilku.
"Cinta masa kecil mas Giandra?"
"Ya cinta masa kecilku yang sampai saat ini masih menjadi misteri, aku tidak ingin kisah ini menjadi duri di dalam daging di dalam pernikahan ku dengan Amanda "
"Katakan apa yang harus aku lakukan?"
Anindita langsung mengernyitkan dahi ketika kini Giandra mengatakan hal tersebut kepadanya.
"Menyelidiki? mas aku kan pengacara buka. detektif."
Anindita mengatakan hal tersebut secara ketus di depan Giandra.
"Ya aku tau kau bukan detektif, namun saat ini aku bisa percaya kepada mu Nin,jujur aku sampai saat ini masih tidak yakin jika Diana adalah wanita yang selama ini aku cari, dan karena aku percaya pada mu aku ingin meminta tolong agar kau mau untuk membantu ku."
Giandra kembali mengatakan hal tersebut kepada Anindita.
__ADS_1
"Baiklah aku akan membantu mas Giandra namun mas Giandra harus menjawab satu pertanyaan ku."
"Katakan saja Nin."
Giandra dengan cepat mengatakan hal tersebut kepada Anindita.
"Apakah mas Giandra betul - betul mencintai mbak Amanda? mas harus katakan dengan jujur semua isi hati mas Giandra."
Giandra langsung terdiam dengan pertanyaan yang di lontarkan oleh Anindita, bagi Giandra bukan hal mudah untuk mengakui dengan terbuka semua perasaan nya tersebut.
"Apakah aku harus menjawab semua hal ini agar kau mau membantu ku?"
Giandra mencoba untuk menanyakan hal tersebut kepada Anindita untuk lebih menyakinkan lagi.
"Ya mas, aku ingin jawaban yang jujur dari mas Giandra, agar aku bisa memiliki keyakinan dalam membantu mas Giandra nanti."
Dengan menarik nafasnya dalam - dalam Giandra pada akhirnya mencoba untuk menjawab pertanyaan Anindita.
"Baiklah Nin, aku akan menjawab nya dengan jujur, aku akan menyingkirkan semua ego ku untuk aku bisa menjawab nya."
"Katakan mas Giandra, aku ingin mendengarkan semuanya."
"Ya Nin, aku sangat mencintai Amanda, kau tau alasan aku yang sebenarnya melakukan hal ini?"
Anindita langsung menggeleng gelengkan kepala saat Giandra mengatakan hal tersebut kepadanya
__ADS_1
Hai, hai terima kasih sudah membaca cerita mas Giandra jangan lupa vote, like yang banyak yah biar authornya tetap semangat untuk menulis. Terima kasih 😘