PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
KAU YANG MEMINTA MAS


__ADS_3

"Kemarilah"


Giandra meminta Amanda untuk mendekat di sisi tempat tidurnya,namun Amanda hanya terdiam dan tidak mengikuti perintah dari Giandra.


"Kubilang kemari!


Giandra kembali membentak Amanda, Giandra mulai kesal karena sejak tadi Amanda tidak mengikuti perintah nya.


"Mas benar - benar bisa?"


"Kalau aku tidak bisa menganti perban untuk apa aku akan menolong mu ha?"


"Maafkan Amanda mas"


Amanda langsung kembali mendekat ke arah Giandra, Amanda memberikan pergelangan tangannya kepada Giandra.


"Kenapa kau memejamkan mata?"


"Amanda takut melihat luka Amanda mas


"Kalau takut melihat luka,lalu kenapa kemarin kau berani menyayat tangan mu sendiri sampai kau masuk ke Rumah Sakit?


"


Giandra mengatakan hal tersebut sambil membuka perlahan perban yang berada di tangan Amanda.


"Kepepet mas?"


"Kepepet?"


"Iya mas soalnya yang ada pisau,mau loncat dari lantai dua Manda takut"


"Sekarang siapa yang rugi dengan kau melakukan tindakan seperti ini?"


"Manda mas,auww perih"

__ADS_1


"Diam sebentar dan tahan"


Giandra mengatakan hal tersebut sambil terus memberikan antiseptic terhadap Amanda.


"Mas"


"Hmmm"


"Ibu dan bapak mas Giandra orangnya seperti apa mas?"


Giandra langsung terdiam dengan setiap pertanyaan yang kini diucapkan oleh Amanda.


"Kenapa kau takut bertemu bapak dan Ibu ku?"


Giandra mengatakan hal tersebut sambil terus membalut luka sayatan Amanda tersebut dengan perban baru.


"Bukan takut mas,tapi bingung nanti setelah sampai Manda harus berbicara apa"


"Bicara saja apa adanya"


Giandra langsung terdiam dengan perkataan dari Manda tersebut.


"Kau yakin kau berani mengatakan hal tersebut kepada ke dua orang tua ku?"


"Jika Mas Giandra tidak keberatan maka aku bisa bercerita kebenaran ini mas"


Giandra kini kembali terdiam dengan perkataan Amanda, pandangan matanya mengarah tajam ke arah Amanda.


"Bodoh"


Giandra mengatakan hal tersebut sambil menjentikan jarinya di kening Amanda, aktivitas ini yang sekarang menjadi aktivitas baru Giandra,entah sejak kapan dirinya mulai melakukan hal tersebut,namun menjadi sebuah kesenangan tersendiri ketika melihat kening Amanda menjadi merah akibat dirinya.


"Mas sakit tau,kenapa mas sering sekali melakukan hal ini pada Manda"


"Kau mau tau kenapa aku melakukan hal ini terhadap mu?"

__ADS_1


Giandra mengatakan hal tersebut sambil mendekatkan diri lebih lagi ke arah Amanda...


"Iya,mas tapi jaraknya jangan dekat -dekat begini bisa?"


Amanda mulai risih dengan jarak dirinya dengan Giandra yang kini semakin dekat.


"Karena aku suka melakukan hal ini kepada mu,ada masalah?"


"Ada mas?"


"Apa?"


"Kening Manda jadi sakit"


"Dan aku tidak peduli dengan alasan mu itu"


Giandra tersenyum dan sekali lagi menjentikan jarinya di kening Amanda.


"Mas sakit!"


"Mau aku ulangi lagi?"


Amanda langsung menggelengkan kepalanya saat Giandra mengatakan hal tersebut kepadanya.


"Ayo cepat, sebentar lagi kita berangkat"


Giandra yang telah selesai menganti perban Amanda segera bangkit dari sisi tempat tidur Amanda.


"Kamar ini gerah sekali,aku heran kenapa kau kau bisa mau tidur di kamar seperti ini"


Giandra mengatakan hal tersebut sambil keluar dari dalam kamar Amanda..


Dasar mas Giandra aneh,dia sendiri yang meminta aku untuk tidur di kamar ini, sekarang dia yang marah-marah mengapa aku mau tidur di tempat seperti ini.


Amanda mengatakan hal tersebut di dalam hati sambil mengikuti Giandra dari arah belakang.

__ADS_1


__ADS_2