
Giandra yang mendengarkan jawaban dari Amanda kini hanya bisa memandang gadis tersebut.
"Dasar bodoh!"
Giandra mengatakan hal tersebut sambil menjentikan tangannya ke kening Amanda.
"Itulah akibat nya jika kau berpikir sendiri"
"Sakit mas Giandra"
Amanda memegang keningnya akibat perbuatan Giandra
"Mas Giandra ini bubur untuk mbak Amanda"
"Letakan saja di atas meja pak Giman"
"Baik mas Giandra"
Pak Giman meletakan satu mangkuk bubur di atas meja di samping tempat tidur.
"Sekarang makan bubur yang telah di buatkan oleh pak Giman,jangan manja"
Giandra mengatakan hal tersebut sambil berdiri dari sisi tempat tidur, Giandra menuju ke kamar mandi,namun sebelum dia menuju ke kamar mandi saat Giandra menoleh Giandra melihat Amanda begitu susah untuk mengambil bubur yang berada di samping tempat tidurnya.
"Kenapa kau diam dan tidak meminta tolong kepada ku?"
Giandra yang mengetahui hal tersebut langsung kembali ke sisi tempat tidur,dan mengambil bubur tersebut.
"Maaf mas,tapi mas Giandra tidak menawarkan bantuan itu kepada Manda"
"Haruskah aku bilang terlebih dahulu baru kau mau meminta tolong kepada ku?"
Amanda langsung menganggukan kepalanya.
"Dasar wanita ayo cepat makan!"
Giandra mengatakan hal tersebut sambil menyuapi Amanda.
"Panas mas"
"Tau itu panas,makanya pelan - pelan"
Giandra tersenyum dan mengusap kepala Amanda.
Tindakan Giandra tersebut sukses membuat Amanda langsung memandang ke arah Giandra.
"Hei ayo makan, kenapa kau memandang ku seperti itu?
"
Giandra mengatakan hal tersebut karena melihat pandangan mata Amanda yang tidak terlepas dari dirinya.
"Ya mas"
"Mas"
"Hmmmmmm"
"Terima kasih"
"Terima kasih untuk apa?"
__ADS_1
"Terima kasih karena mau membantu Manda, ternyata mas Giandra orangnya baik juga"
Mandat mengatakan hal tersebut sambil tersenyum.
"Jadi selama ini kau pikir aku jahat?"
Amanda langsung menganggukan kepala kepada Giandra.
"Sudah ayo makan"
Pada akhirnya hanya itu yang bisa dikatakan oleh Giandra karena kini dirinya tidak bisa berkata - kata lagi.
"Katakan pada ku apa alasan mu melakukan percobaan bunuh diri?"
Giandra mencoba kembali bertanya kepada Amanda mengapa dia sampai mencoba untuk bunuh diri.
"Amanda sudah tidak ada artinya lagi mas hidup"
"Itu juga yang kau katakan saat di Rumah Sakit saat aku menanyakan hal yang sama seperti ini,apakah jawabannya juga masih sama?
"
"Masih sama mas"
Setelah mendengarkan jawaban dari Amanda yang tetap sama, Giandra hanya bisa memandang gadis tersebut.
"Istirahat lah"
Giandra langsung berdiri dari sisi tempat tidur tersebut.
"Mas Giandra mau kemana?"
"Mau mandi,kau mau ikut?"
"Mas pakai baju dong mas"
"Ini kamar ku, terserah aku mau pakai baju atau tidak"
Amanda langsung menutup matanya ketika tiba-tiba melihat Giandra langsung menganti baju di hadapan nya.
"Mas mau ngapain?"
Amanda tak kalah kaget ketika setelah menganti baju langsung tidur di sebelah Amanda.
"Mau tidur,kau kira mau apa?"
"Harus satu tempat tidur seperti ini mas? Manda kembali saja ke kamar Manda"
Amanda mencoba bangkit dari tempat tidur,namun tenaganya begitu lemah sehingga pada akhirnya Amanda kembali pada posisi semula.
"Bagaimana masih mau pindah?"
"Tidak mas,Manda tidak kuat berdiri,badan Manda masih demam"
"Sudah tidur,aku sedang bernafsu terhadap mu jadi kau aman pada malam hari ini"
Giandra mengatakan hal tersebut sambil menjentikan jarinya di kening Amanda dan langsung tidur membelakangi Amanda.
"Mas, terima kasih, meskipun mas Giandra terkadang jahat sama Amanda namun saat ini hanya mas Giandra yang Amanda punya"
Amanda mengatakan hal tersebut sambil memeluk Giandra dari belakang,dan tindakan Amanda yang sangat tiba - tiba sukses membuat jantung Giandra berdetak sangat kencang,dengan berpura -pura sudah tidur Giandra membiarkan Amanda memeluk dirinya dari belakang.
__ADS_1
Malam yang semakin larut dengan sebuah cerita yang baru yang sebentar lagi akan segera di mulai.
"Astaga,kau tidur seperti apa sih ini"
Giandra bangun dan mendapati dirinya maish dipeluk erat oleh Amanda.
"Mmmaaf mas Giandra,maaf Amanda tidak sengaja"
Amanda mengatakan hal tersebut berulang - ulang
"Alasan kan?kau hanya ingin memeluk ku saja?"
Giandra kembali mengatakan hal tersebut namun tidak melepaskan pelukan dari Amanda.
"Tidak mas sungguh tidak"
Mendengar perkataan dari Giandra dan Amanda baru sadar jika ke dua tangannya masih melingkar erat di tubuh Giandra langsung mengendurkan pelukannya tersebut.
"Kemari"
"Sudah aku bilang kemari!"
Giandra membentak Amanda dan teriakan Giandra sukses membuat Amanda kembali mendekat ke arah Giandra.
"Badan mu sudah turun panasnya"
Giandra menempelkan tangan nya pada kening Amanda.
"Ah aku kira mas Giandra mau ngapain"
"Kau kira aku mau memperkosa mu lagi begitu?"
Mendengar perkataan Giandra yang tajam suasana yang tadi nya hangat kini kembali dingin.
"Sudah,ayo bersiap -siap"
"Kita mau kemana mas?"
"Ke hutan"
"Hutan?"
Amanda mengatakan hal tersebut dengan penuh kebingungan.
"Bukan hutan,namun kau ikut aku ke rumah orang tua"
"Manda harus ikut mas?"
"Ya haruslah,gara - gara kau tinggal disini,aku harus di panggil Ibu dan Bapak untuk menjelaskan apa hubungan kita karena kita tinggal satu atap tanpa pernikahan,jadi sekarang kau harus ikut untuk menjelaskan semuanya"
"Iya mas Manda mengerti"
"Bagus jika kau sudah mengerti,ayo cepat siap -siap"
Amanda langsung bangkit dari tempat tidur Giandra dan langsung menuju kembali ke kamarnya untuk beristirahat.
"Ya pasti mas Giandra akan mendapatkan banyak pertanyaan dari keluarga nya karena keberadaan ku disini,ku harap kasus ini segera selesai agar aku bisa segera pergi dari rumah ini melupakan semua hal yang telah terjadi termasuk malam itu"
Amanda mengatakan hal tersebut sambil kembali mengingat-ingat lagi apa yang telah dilakukan oleh Giandra kepadanya.
"Tidak - tidak aku tidak boleh mengingat hal itu lagi,ayo Manda kau harus bangkit"
__ADS_1
Air mata Amanda mulai mengalir ketika dia mengingat peristiwa bagaimana Giandra merenggut mahkota nya secara paksa.