
Ya,pak Surjono mengatakan jika sebelum bertemu dengan nyonya Joyodiningrat pak Surjono mengantarkan dokumen milik keluarga Joyodiningrat kepada pak Jaya"
Giandra terdiam dengan semua hal yang kini dikatakan oleh Anindita.
"Masuk akal Nin, baiklah kau atur waktu ku untuk bertemu dengan pak Jaya"
"Baik mas"
"Baiklah pertemuan kita cukup hari ini, bagaimana dengan kasus yang lainnya apakah ada masalah?"
"Tidak ada mas, beberapa pengacara junior bisa mengatasi dengan baik"
"Baiklah jika seperti itu seharusnya sudah tidak ada masalah lagi kan?"
"Masih ada mas"
"Apa?"
"Ibu dan bapak meminta mas Giandra pulang minggu ini ke rumah"
Anindita kembali mengatakan hal tersebut kepada Giandra.
"Ah itu bukan masalah yang cukup berarti Nin"
"Tidak berarti untuk mas Giandra tapi tidak untuk Ibu mas"
__ADS_1
"Apa maksudmu Nin?"
"Ibu sudah mengetahui jika mbak Amanda saat ini sedang tinggal di rumah pribadi mas Giandra"
"Lalu apa masalah nya?"
"Masalah nya adalah Ibu marah ada wanita dan laki - laki tinggal satu atap tapi tidak ada hubungan apa - apa"
"Hahaha kau lucu sekali Nin"
"Bukan aku yang lucu mas,ini Ibu yang mengatakan itu sebabnya minggu ini mas harus kembali ke rumah bersama dengan mbak Amanda"
"Apa? perempuan itu harus ikut juga?"
"Iya mas"
"Bukan menyusahkan mas,namun mas harus memberikan klarifikasi kepada bapak dan ibu agar jelas,kasihan juga mas dengan mbak Amanda,nanti bapak dan ibu bisa memandang rendah mbak Amanda jika mas Giandra tidak mau memberikan klarifikasi terhadap kalian yang sudah tinggal satu atap"
Giandra terdiam dengan semua ucapan dari Amanda,selama ini Giandra tidak pernah memikirkan tentang apa kata orang tentang dirinya,namun kali ini sepertinya Giandra harus memikirkan hal tersebut karena ada satu nama lagi di balik namanya,nama satu orang wanita yang saat ini berada bersama dengan dirinya.
"Baiklah katakan kepada bapak dan ibu aku aku akan datang bersama dengan Amanda pada minggu ini"
"Baik mas Giandra"
"Pergilah Nin"
__ADS_1
Anindita hanya bisa memandang wajah Giandra saat Giandra berkata demikian kepadanya.
"Ya mas Anindita keluar"
Anindita segera beranjak dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan ruangan Giandra.
"Mas,kenapa kau masih tidak pernah menyadari bahwa aku mencintai mu"
Anindita mengatakan hal tersebut di dalam hatinya sambil berjalan keluar.
Sementara itu Giandra menatap kepergian Anindita.
"Nin mas tau kau mencintai mas kan,mas hanya tak ingin kau mengharapkan mas,karena sampai kapanpun mas hanya akan menganggap mu sebagai adik saja tidak akan pernah lebih"
Giandra memandang Anindita yang kini sudah semakin tidak terlihat.
Hari ini Giandra bekerja dengan segala kecerdasan yang dia miliki untuk bisa mengungkap kasus dari pak Surjono.
"Mengapa luka kecil tersebut bisa mengeluarkan banyak darah,jika tersayatnya bukan di bagian pembulu darah,dan mengapa luka tersebut bisa langsung membunuh seseorang?"
Pikiran demi pikiran Giandra kini semakin tenggelam lebih lagi.
"Mas ayo pulang"
Di depan pintu masuk ruangan sudah berdiri Anindita yang saat ini hendak mengajak Giandra pulang.
__ADS_1
"Pulang saja dulu Nin dengan supir nanti mas pakai mobil pribadi saja langsung ke rumah pribadi mas"
Giandra mengatakan hal tersebut dengan sama sekali tidak memandang ke arah Anindita lagi.