PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
ANINDITA DATANG


__ADS_3

Selamat pagi mas Giandra...


Mas maafkan Amanda jika pagi ini mas Giandra bangun, mas Giandra tidak menemukan Amanda lagi di sebelah mas Giandra.


Amanda minta izin kepada mas Giandra untuk pergi sebentar, pergi menenangkan diri Amanda.


Mas, Amanda mohon jangan cari Amanda, biarkan Amanda untuk berpikir sejenak.


Mas Giandra, Amanda sayang dengan mas Giandra, Amanda mohon selama Amanda pergi jangan lupakan kasus bapak ya mas, karena hanya bapak satu - satunya keluarga yang Amanda punya.


Selesai membaca surat tersebut Giandra langsung ******* - ***** kertas dan memukul - mukul kan tangannya ke tembok.


"Amanda kau kemana sayang, jika ada masalah kenapa kau tidak bicarakan kepada ku? aku mohon jangan kau perlakukan aku seperti ini, aku bisa gila Amanda. Arrrrrrrrrrrh."


Giandra berteriak dengan sangat kencang setelah selesai membaca isi suratnya tersebut.


"Bi, bi, bibi!"


Giandra memanggil sang bibi dengan sangat kencang.


"Ya mas Giandra ada apa?"


"Katakan padaku apakah beberapa hari ini siapa saja yang sudah Amanda temui di rumah ini!"


Sang bibi terdiam dan mengingat - ingat kembali semua tamu yang sudah datang ke rumah Giandra.

__ADS_1


"Seingat bibi beberapa hari yang lalu ada satu wanita yang datang menemui mbak Amanda.


"


"Siapa dia bi?"


"Kalau tidak salah namanya adalah mbak Diana."


Deg begitu Giandra mendengarkan nama itu disebut, Giandra langsung mengerti mengapa tiba - tiba Amanda pergi dari rumah.


"Bibi katakan kepada Anindita jika hari ini aku tidak akan pergi ke kantor."


Dan setelah mengatakan hal tersebut Giandra yang masih memakai baju tidur segera berlari ke parkiran mobil, masuk ke dalam mobil dan mengemudikan mobil tersebut dengan sangat kencang


Dengan penuh amarah Giandra mengatakan hal tersebut di dalam mobil sambil memukul - mukul tangannya di atas kemudi.


Sementara itu di kediaman Giandra.


"Jadi mbak Amanda pergi bi?"


"Iya mbak Anindita, hanya surat ini yang mbak Amanda tinggalkan untuk mas Giandra."


Bibi memberikan remasan kertas tersebut kepada Anindita dan Anindita mulai membaca isi surat tersebut..


" Mas Giandra hal apa lagi yang telah mas lakukan sehingga membuat mbak Amanda sampai seperti ini."

__ADS_1


Setelah selesai membaca surat tersebut Anindita hanya menggeleng - gelengkan kepalanya dan langsung mengambil ponsel nya.


"Halo mas Aditya bisa menemani aku ke suatu tempat? saat ini sedang ada masalah di rumah mas Giandra."


Anindita menghubungi Aditya dan meminta bantuan terhadap Aditya.


"Baiklah mas, aku saja yang ke Rumah Sakit."


Selesai mengatakan hal tersebut Anindita langsung menutup panggilan telephone ny dan langsung menuju parkiran mobil.


"Bi, jangan ceritakan masalah ini kepada bapak dan Ibu ya bi."


"Ya mbak Anindita."


Anindita mengatakan hal tersebut kepada bibi dengan berlari ke arah mobil.


"Mbak Amanda aku tau kemana mbak Amanda pergi, tunggu ya mbak Anindita susul mbak Amanda kesana."


Dan setelah mengatakan hal tersebut Anindita mengemudikan mobilnya keluar dari pintu gerbang menuju ke jalan.


Sementara itu kini Giandra telah sampai di apartment Diana.


Dengan langkah cepat Giandra segera keluar dari dalam mobil nya.


Hai, hai terima kasih sudah membaaca cerita mas Giandra jangan lupa vote, like yang banyak yah biar authornya tetap semangat untuk menulis. Terima kasih 😘

__ADS_1


__ADS_2