
"Arrrrhh, mas Giandra lepaskan!"
Pagi hari Amanda sangat kaget karena begitu bangun dirinya sudah di peluk erat oleh Giandra.
"Hei kenapa kau ada di sini?"
"Mas Giandra tanya kepada ku, terus aku tanya kepada siapa mas?"
Giandra tersenyum di dalam hati dengan perkataan Amanda yang saat ini masih erat di dalam pelukannya.
"Mas, lepasin Manda mas."
Amanda mengatakan hal tersebut dengan meronta, namun apalah daya tangan Giandra begitu kuat mencengkram tubuh Amanda.
"Mas"
"Iya - iya, lagipula aku kan tidak berselera dengan mu."
Dan setelah mengatakan hal tersebut Giandra segera melepaskan pelukannya kepada Amanda dan bangkit dari tempat tidurnya untuk menuju ke kamar mandi.
"Cih dari kemarin bilang tidak berselera, tapi suka peluk -peluk, ada yah laki -laki seperti itu, apa semalam mas Giandra yah yang melakukan itu?"
Amanda mulai memikirkan hal semalam jika pelaku nya adalah Giandra.
"Arrrrhh, aku tidak boleh asal menuduh, nanti aku bisa di jerat pasal berlapis sama mas Giandra."
Dan setelah mengatakan hal tersebut Amanda menarik selimut nya hingga menutupi kepala.
"Hei bangun!"
__ADS_1
Belum ada satu menit, selimut yang sudah di tarik Amanda tersebut kembali di tarik oleh Giandra.
"Mandi sana, dasar malas!"
Dan begitu Amanda membuka selimut Amanda langsung berteriak.
"Hei, kau kenapa?"
"Mas kalau keluar dari kamar mandi pakai baju dong."
"Pakai baju? ini kan sudah pakai handuk?"
"Iya tapi kan bawahnya yang di pakai handuk, atasnya belum."
Amanda mengatakan hal tersebut sambil terus memejamkan matanya, Amanda kaget karena melihat Giandra keluar dari dalam kamar mandi hanya dengan bertelanjang dada saja.
"Isssh, bawel sekali, cepat sana mandi, atau kalau tidak aku buka juga handuk bawah ku ini di hadapan mu"
"Mas Giandra mesum!"
Sambil berkata seperti itu, Amanda langsung bangkit dari tempat tidurnya dan lari ke arah kamar mandi.
"Hahaha, lucu sekali wajah mu."
Giandra tertawa melihat tingkah Amanda pagi ini.
Tak lama Amanda dan Giandra yang sudah siap segera turun ke lantai bawah, dan di sana sudah ada keluarga yang menunggu mereka untuk sarapan.
"Cie pengantin baru turun."
__ADS_1
Anindita yang mengetahui kedatangan Giandra dan Amanda langsung mengatakan hal tersebut sambil tersenyum.
"Hush, kau masih kecil, nanti kau juga merasakan."
Giandra asal saja menjawab Anindita dan setelah itu segera duduk di ikuti dengan Amanda di sampingnya.
"Nduk gimana tidur mu nyenyak?"
"Nyenyak pak."
"Ah bapak seperti tidak pernah muda saja."
Ibu Giandra berkata seperti itu kepada Bapak.
"Hari ini rencana kita akan kembali, jadi bapak harap semuanya segera bersiap - siap setelah sarapan, dan karena ini adalah pernikahan rahasia kita semua berharap untuk bisa menjaga rahasia masing - masing."
"Ya pak kami mengerti, sebagai kawan dekat Giandra kami akan menjaga rahasia ini baik -baik."
Nico mengatakan hal tersebut kepada orang tua Giandra.
"Baiklah, karena bapak dan ibu sudah selesai sarapan, kita akan langsung berberes."
Setelah mengatakan hal tersebut orang tua Giandra beranjak dari tempat duduk untuk menuju ke kamar mereka.
Tak beberapa lama, satu per satu anggota keluarga juga melakukan hal yang sama.
"Nduk pak de pulang ya."
Pak de Rahmat mengucapkan hal tersebut kepada Amanda yang sudah siap dan akan segera berangkat.
__ADS_1
"Pak de ndak mau ikut pulang Amanda dan mas Giandra? tinggal di rumah kami?"
Giandra langsung mengernyitkan dahi ketika Amanda mengatakan hal tersebut tanpa berdiskusi terlebih dahulu dengan nya.