
Selamat datang kota Magelang, kota masa kecil kelahiran ku."
Amanda mengatakan hal tersebut begitu Amanda telah sampai di kota kecil yang dingin tersebut.
Dengan langkah yang mantap Amanda meninggalkan terminal bis untuk menuju ke rumah masa kecil milik Ibu nya.
Malam hari ini dengan hawa yang sejuk, Amanda bisa merasakan udara kota Magelang tenang.
"Mas Giandra maafkan Amanda jika Amanda pergi sebentar."
Amanda mengatakan hal tersebut secara perlahan agar tidak terdengar taxi online yang kini sedang membawa nya pergi.
"Mbak ini sudah sampai."
Sang supir taxi online tersebut mengatakan hal tersebut kepada Amanda.
"Ah terima kasih pak."
__ADS_1
Amanda langsung turun dari taxi online tersebut dan kini berdiri di satu rumah tua dengan halaman yang luas,ya rumah tempat Ibu nya di besarkan, dan kini Amanda melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah tersebut.
"Selamat datang di rumah Ibuk."
Setelah Amanda masuk ke dalam rumah, Amanda mengatakan hal tersebut.
Di dalam rumah Amanda bisa melihat foto - foto masa kecil Ibunya, dan juga beberapa fotonya yang sengaja di letakan sang Ibu ketika Ibu nya mengunjungi tempat ini.
"Baiklah, ayo Amanda kau harus segera beristirahat agar besok kau lebih segar lagi."
Amanda mengatakan hal tersebut kepada dirinya sendiri dan setelah mengatakan hal tersebut Amanda segera membawa semua barangnya yang berada di dalam koper kecil untuk di bawa masuk ke dalam kamar.
"Manda kau sekarang ada dimana?"
Giandra mengatakan hal tersebut sambil membelai tempat di samping Giandra yang biasa di pakai Amanda untuk tidur.
"Kemana aku harus mencari mu sekarang sayang?"
__ADS_1
Giandra mengatakan hal tersebut sambil menangis di tengah malam.
Air mata yang pada akhirnya keluar dari seorang pengacara Arogan yang terkenal akan sikap dingin nya, malam hari ini tanpa satu orang pun yang tau pengacara tersebut sedang menangis tersedu - sedu karena satu orang wanita yang begitu dia cintai.
"Kau yakin mbak Amanda berada disana Nin?"
Malam hari ini di Rumah Sakit, Aditya yang telah selesai bertugas di unit Gawat Darurat mengatakan hal tersebut kepada Anindita yang telah menunggu nya di Rumah Sakit.
"Ya mas, aku sangat yakin jika saat ini mbak Amanda ada di tempat itu, dan oleh karena itu aku mengajak mas Adit untuk kesana bersama dengan ku."
"Baiklah aku sama sekali tidak masalah jika malam ini harus berangkat kesana karena besok kebetulan aku juga libur."
"Ya mas Aditya besok juga hari Sabtu dan Anindita juga libur."
"Ya Sudah, ayo kita berangkat, Nin kau yakin tidak ingin memberitahukan keadaan mbak Amanda kepada Giandra?"
"Tidak mas, untuk sementara aku tidak akan memberitahukan hal ini terlebih dahulu kepada mas Giandra, setelah sampai aku akan meminta izin kepada mbak Amanda dulu apakah aku boleh mengatakan hal ini kepada mas Giandra."
__ADS_1
"Mbak Amanda dan mas Giandra banyak mengalami hal yang tidak baik sebelum pernikahan dan ini mungkin ledakan konflik tersebut."
Hai, hai terima kasih sudah membaaca cerita mas Giandra jangan lupa vote, like yang banyak yah biar authornya tetap semangat untuk menulis. Terima kasih 😘