PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
KOTA MAGELANG


__ADS_3

Dengan penuh keberanian Diana mengatakan hal tersebut kepada Giandra.


"Mas, Diana ini adalah Poooh teman masa kecil mas Giandra, apakah mas Giandra tega memperlakukan Diana seperti ini mas!"


Diana mengatakan hal tersebut sambil berteriak.


"Kau, dengarkan aku!"


Giandra yang kini sudah dapat menguasai emosinya segera kembali menghampiri Diana.


"Mau kau teman masa kecil ku, mau kau adalah cinta masa kecilku, dan mau siapapun itu aku tidak akan pernah peduli kepada mu, karena mu bukan wanita yang aku cintai."


Giandra mengatakan hal tersebut dengan tegas kepada Diana.


Mas Giandra kau jahat!"


"Kau yang jahat Diana, kau berani merusak hubungan dengan Amanda, dasar wanita tidak tau diri!"


Giandra yang sudah hilang akan sehat segera ingin melayangkan pukulan nya lagi.


"Mas Giandra hentikan!"


Anindita yang datang dan mengetahui keadaan sudah tidak kondusif lagi segera memeluk Giandra untuk menghentikan aksinya tersebut.

__ADS_1


"Lepaskan aku Nin, sekali - sekali wanita ini harus diberikan pelajaran."


Giandra meronta - ronta di dalam pelukan Anindita.


"Mas, kendalikan emosi mas Giandra, jika sampai mas Giandra melakukan pemukulan terhadap mbak Diana lagi, maka reputasi mas Giandra sebagai pengacara akan tercoreng mas Giandra tidak akan memiliki kekuatan untuk membela pak Surjono lagi."


Deg


Begitu nama pak Surjono di sebutkan, dengan perlahan amarah Giandra mulai menurun, Giandra ingat jika hari ini dia harus lebih bijaksana dan mengendalikan dirinya sendiri.


"Mas, ayo mas tenang, jangan biarkan pikiran mas Giandra di kuasai oleh amarah."


Anindita saat ini sedang berusaha untuk membuat Giandra tenang, Anindita bisa mengetahui hal apa yang akan terjadi jika tadi dia tidak datang.


Giandra mengatakan hal tersebut sambil menarik nafas panjang.


"Lepaskan aku Nin, aku berjanji aku akan tenang."


Dan setelah mengatakan hal tersebut, Anindita percaya dan langsung melepaskan pelukannya terhadap Giandra.


Giandra kembali mendekat ke arah Diana.


"Diana mau bagaimana caranya kau akan memisahkan aku dengan Amanda, hal tersebut tidak akan pernah terjadi, dan meskipun kau pada akhirnya adalah cinta masa kecil ku,aku tidak akan pernah menikah dengan mu, dengarkan itu baik - baik!"

__ADS_1


Giandra mengatakan hal tersebut dengan memberikan tekanan terhadap nada suaranya agar Diana bisa mengerti betapa Giandra mencintai Amanda dan betapa Giandra ingin tetap bersama dengan Amanda.


"Ayo Nin kita pulang."


"Ya mas Giandra."


Anindita langsung merangkul Giandra dan membawa Giandra keluar dari apartment tersebut.


Di perjalanan pulang, Anindita sengaja tidak mengajak Giandra berbicara banyak, Anindita menginginkan untuk Giandra agar tetap tenang.


Sementara itu malam ini di suatu tempat di Jawa Tengah, satu orang wanita telah turun dari bis malam.


"Selamat datang kota Magelang, kota masa kecil kelahiran ku."


Amanda mengatakan hal tersebut begitu Amanda telah sampai di kota kecil yang dingin tersebut.


Dengan langkah yang mantap Amanda meninggalkan terminal bis untuk menuju ke rumah masa kecil milik Ibu nya.


Malam hari ini dengan hawa yang sejuk, Amanda bisa merasakan udara kota Magelang tenang.


"Mas Giandra maafkan Amanda jika Amanda pergi sebentar."


Hai, hai terima kasih sudah membaaca cerita mas Giandra jangan lupa vote, like yang banyak yah biar authornya tetap semangat untuk menulis. Terima kasih 😘

__ADS_1


__ADS_2