PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
DIANA JATUH CINTA


__ADS_3

"Baik Mas Giandra"


"Mas aku ingin mengingatkan kembali kepada mas Giandra"


"Mengingatkan apa Nin?"


"Jangan lupa besok akhir minggu Ibu dan bapak meminta mas Giandra datang"


Giandra langsung terdiam dengan semua hal yang telah dikatakan oleh Anindita,rasa malas datang dari diri Giandra saat dia diingatkan hal ini oleh Anindita.


"Jika aku tidak datang apakah mereka akan marah Nin?"


"Aku tidak perlu menjawab lagi pertanyaan dari mas Giandra"


Anindita menjawab tersebut sambil turun dari dalam mobil, Anindita tau jika sebenarnya Giandra engga untuk bertemu dengan ke dua orang tuanya dengan posisi dia membawa Amanda ke rumah.


"Ya,ya kita sudah tau orang tua ini seperti apa"


Terahkir Giandra mengatakan hal tersebut kepada Anindita dan ikut turun dari mobil menuju ke ruangan kerjanya.


"Mas harus ingat ingat bukti ini sangat pentinah untuk kasus Joyodiningrat,ruang rahasia ini tidak ada yang tau selain aku dan aku berharap mas tidak akan memberitahukan ruangan ini kepada siapapun lagi


"

__ADS_1


Anindita yang kini sudah masuk ke dalam ruangan rahasia bersama dengan Giandra kembali mengatakan hal tersebut lebih lagi.


"Mas mengerti Nin"


"Baiklah,mas Giandra bekerja hari ini"


Anindita mengatakan hal tersebut sambil berlalu dari ruangan Giandra,kini tinggal Giandra sendiri yang berada di dalam ruangan tersebut, Giandra duduk di kursinya Dan kembali mengeluarkan satu benda kecil dari dalam lacinya,sebuah gelang tangan berwarna putih.


"Poooh,mas tidak tau lagi harus mencari mu kemana"


Giandra mengatakan hal tersebut sambil terus memandang benda tersebut.


Cinta masa kecil Giandra yang sampai saat ini masih dia cari namun cinta tersebut tak kunjung di temui oleh Giandra.


"Hallo,ada apa Diana?"


"Baiklah,sore nanti mas Giandra akan ke tempat kos kamu"


Setelah mengatakan hal tersebut Giandra menutup panggilan di dalam ponselnya dan melemparkan ponsel tersebut ke sofa.


"Diana,dasar wanita penggoda"


Giandra mengatakan hal tersebut sambil tersenyum dan membayangkan tubuh Diana yang sangat seksi tersebut.

__ADS_1


"Jika Anindita meminta aku berhenti dari permainan ini,maka tidak akan ada yang bisa menghentikan aku bersenang -senang dengan wanita kecuali kamu Poooh"


Giandra mengatakan hal tersebut sambil mengacak - acak rambutnya yang tidak gatal.


Kebiasaan dan kesenangan Giandra terhadap wanita memang sangat membuatnya menjadi sebuah candu,dan candu tersebut hanya akan hilang jika Giandra bertemu dengan cinta masa kecil yang begitu Giandra cari sampai saat ini


Hari ini Giandra memilih untuk tenggelam dalam setiap pekerjaan nya, berusaha untuk tidak memikirkan kembali untuk mencari cinta masa kecilnya dimana.


Sementara itu di lain tempat.


"Ada apa dengan mu Diana?"


Madam Gretta mencoba bertanya kepada Diana yang tersenyum sambil memegang ponselnya.


"Madam sepertinya aku sedang jatuh cinta terhadap salah satu pelanggan setia madam"


Madam Gretta langsung mengernyitkan dahi ketika Diana mengatakan hal tersebut.


"Siapa? pelanggan setia ku itu banyak Diana"


"Diana jatuh cinta pada mas Giandra madam"


Deg

__ADS_1


Mendengar perkataan dari Diana madam Gretta sangat kaget,jika pada akhirnya salah satu nona malam yang menjadi kesayangan nya dan juga menjadi idola kini sudah jatuh cinta pada seorang laki -laki.


"Kau yakin Diana?dengan semua perasaan mu?"


__ADS_2