PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
DUA PILIHAN


__ADS_3

Sang bapak tersenyum sambil mengatakan hal tersebut.


"Mana mungkin pak Giandra suka dengan Amanda,dia bukan gadis selera Giandra,di bawah Giandra"


"Nak,dulu juga bapak pernah berkata seperti itu kepada Ibu mu,namun pada akhirnya apa, sekarang bapak menikah sudah menikah dengan Ibu mu"


"Dan cerita Giandra tidak akan seperti Bapak"


Giandra mengatakan hal tersebut dengan penuh percaya diri.


"Kenapa anak bapak ini begitu percaya diri sekali?"


"Pastilah pak, Amanda itu bukan selera Giandra"


"Hati - hati nanti kalau dia sudah tidak ada atau kamu jadi susah untuk bertemu dengan nya,baru kamu sadar sama perasaan mu sendiri,kadang -kadang cinta itu datang tanpa disadari dan begitu datang semuanya sudah terlambat nak"


Perkataan sang Bapak sukses membuat Giandra terdiam.


"Permisi om,permisi mas Giandra, makan siang sudah siap"


Kedatangan Amanda yang tiba -tiba kali ini sungguh membuat Giandra kaget.


"Kau kenapa selalu muncul tiba -tiba,datang tak di jemput pulang tak diantar"


Saat Giandra mengatakan hal tersebut,sang Bapak hanya tertawa terhadap anaknya.

__ADS_1


"Giandra kamu pikir mbak Amanda ini jalangkung,kamu tuh jangan begitu"


"Ya siapa tau memang dia gadis jalangkung"


"Sudah, sudah kalian ini seperti anak kecil saja,ayo kita makan siang bersama"


"Ayo Pak"


Giandra dan juga sang bapak segera bangkit dari tempat duduk dan menuju ke meja makan.


Hari ini Amanda pada akhirnya bisa perlahan sedikit demi sedikit bisa masuk ke dalam keluarga Wijaya.


"Jadi Begini Giandra ada yang bapak akan bicarakan dengan kalian berdua,yaitu kamu dan juga mbak Amanda"


"Kami om ada apa dengan kami?"


"Ya pak ada apa dengan kami?"


"Bapak dan Ibu tau jika kalian saat ini tinggal bersama dalam satu atap,bapak dan ibu juga percaya jika kalian berdua bisa menjaga diri dengan baik,tanpa melanggar norma -norma yang ada"


"Lalu apakah ada masalah pak?"


Giandra yang memang tidak suka basa -basi langsung memotong pembicaraan tersebut..


"Ada Giandra"

__ADS_1


"Apa pak?"


"Kata orang -orang di luar sana tentang kalian berdua"


"Peduli apa pak dengan apa kata orang, Giandra juga sudah terbiasa dengan gosip"


"Bapak tau Giandra,tapi hal ini belum tentu sama dengan mbak Amanda,dia perempuan baik -baik pasti akan menjadi sebuah beban tersendiri jika tetap tinggal satu atap dengan mu nanti"


Perkataan sang Bapak kini membuat Giandra terdiam.


"Bapak hanya tak ingin kau merusak nama seorang wanita,ingat kau punya adik yaitu Anindita dan ada Ibu mu juga yang seorang wanita,bapak berharap kamu mendengarkan perkataan bapak ini dengan pemikiran dewasa"


"Lalu apa yang harus Giandra lakukan saat ini pak?"


"Yang harus kamu lakukan saat ini adalah memilih"


"Memilih?"


"Ya memilih untuk kamu yang tinggal di rumah ini dan membiarkan mbak Amanda tetap tinggal di kediaman pribadi mu,atau"


"Atau apa pak?"


"Atau mbak Amanda yang tinggal bersama dengan kami,dan kamu kamu tetap berada di kediaman itu"


"Hanya dua pilihan pak?apakah ada pilihan ke tiga?"

__ADS_1


Giandra sebenarnya agak keberatan dengan pilihan yang diberikan oleh orang tuanya tersebut,hatinya yang keberatan namun masih belum mau untuk mengakuinya.


"Tidak ada Giandra,hanya dua pilihan itu saja"


__ADS_2