
"Nin bisa aku saja yang berbicara"
Giandra langsung meminta Anindita untuk diam agar dirinya bisa berbicara langsung terhadap pak Dharma.
"Jadi seperti ini pak Dharma,saat nanti di dalam persidangan kami akan menghadirkan pak Jaya sebagai saksi,dan otomatis nama anda akan ikut terseret karena kasus pengelapan Dana tersebut juga akan terbuka di pengadilan nanti"
Giandra menjelaskan kepada pak Dharma secara keseluruhan tentang hal yang ingin dia katakan kepada pak Dharma.
"Jadi kami akan mengarahkan anda untuk mendapatkan pembelaan terbaik dari salah satu sahabat kami yang juga seorang pengacara"
"Kenapa harus dari rekan mas Giandra kenapa tidak dari mas Giandra saja?"
Pak Dharma kembali bertanya kepada Giandra ketika Giandra mengarahkan dirinya untuk ke Pengacara yang lainnya.
"Karena kami sudah membela putri bapak Surjono dan media sudah mengetahui hal ini,jadi akan menjadi perbincangan media jika kami tiba - tiba menjadi Pengacara anda"
"Bapak tidak perlu khawatir akan keahlian pengacara yang akan kami kenalkan kepada bapak, Pencara ini sama terkenalnya dengan mas Giandra"
Anindita berusaha untuk menyakinkan pak Dharma lebih lagi,agak pak Dharma bersedia untuk mengikuti semua saran yang telah diberikan.
"Siapa pengacara tersebut mbak Anin?"
"Pengacara Andara yang akan membela bapak,besok pengacara Andara akan menemui bapak di kantor ini,saya harap bapak bisa menerima tawaran kami dengan baik"
__ADS_1
Anindita kembali kembali mengatakan hal tersebut kepada bapak Dharma.
"Ya,ya aku tau pengacara Andara dan reputasi pengacara Andara juga sama terkenalnya dengan mas Giandra,baiklah aku terima tawaran mas Giandra dan mbak Anindita"
Anindita dan Giandra kini saling pandang dan tersenyum dengan semua hal yang telah mereka lakukan.
"Baiklah jika seperti itu, sekarang bisa kami minta rekaman milik pak Jaya kembali?"
Anindita kembali mengingatkan kepada pak Dharma perihal rekaman pak Jaya yang masih di pegang nya.
"Tunggu sebentar mbak Anin"
Setelah mengatakan hal tersebut pak Dharma masuk ke dalam ruangan yang lainnya dan keluar kembali membawa satu USB yang berisi tentang rekaman yang dimaksudkan oleh Pak Jaya.
"Kami mengerti pak Dharma, senang bekerja sama dengan anda, Pengacara Andara akan membela anda dengan sangat maksimal"
Giandra mengucapkan hal tersebut sambil tersenyum,diikuti oleh Anindita.
"Baiklah pak Dharma kami permisi dulu"
Anindita mengatakan hal tersebut kepada pak Dharma dan beranjak dari tempat duduknya bersama dengan Giandra.
"Silahkan mas Giandra dan mbak Anindita"
__ADS_1
Pak Dharma, Giandra dan Anindita saling berjabat tangan dan setelah itu mereka keluar dari ruangan pak Dharma.
"Nin simpan barang ini dengan sangat hati - hatj jangan sampai barang jatuh kembali ke orang yang salah"
Di dalam mobil Giandra memperingatkan Anindita untuk menyimpan barang tersebut agar tidak jatuh ke tangan salah.
"Ya mas Anindita tau"
Anindita langsung mengamankan USB tersebut ke sebuah kotak dan mengunci kotak tersebut dengan kata Sandi.
"Ini kata sandinya mas Giandra"
Anindita menunjukan kata sandi tersebut kepada Giandra.
"Sesampainya di kantor taruh kotak tersebut di ruang rahasia ku saja"
"Baik Mas Giandra"
"Mas aku ingin mengingatkan kembali kepada mas Giandra"
"Mengingatkan apa Nin?"
"Jangan lupa besok akhir minggu Ibu dan bapak meminta mas Giandra datang"
__ADS_1