PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
PADA AKHIRNYA


__ADS_3

"Kenapa kau mengatakan hal itu Manda?"


"Aku hanya tidak ingin memberikan mu harapan palsu Nas, aku sudah pernah menolak mu, karena aku sudah berkeluarga, jadi aku tidak ingin memberikan harapan palsu kepada ku, karena sampai kapan pun aku tetap masih istri sah mas Giandra."


"Aku tau Manda, tanpa kau menegaskan lagi aku tau posisi ku, aku tau bahwa aku tidak akan bisa memiliki mu, namun satu hal yang pasti aku tidak ingin melihat mu menderita, aku juga tidak munafik untuk tidak mengakui bahwa aku tidak memiliki perasaan apapun terhadap mu."


"Aku tau batasan demi batasan yang harus aku lakukan terhadap mu Manda, jadi izin kan aku untuk tetap menaruh perasaan ini, meskipun aku tau bahwa aku tidak akan mungkin bisa mengharapkan mu lagi."


Amanda terdiam dengan semua permintaan dari Jonas, namun belum sempat Amanda menjawab nya Amanda dan Jonas sudah harus bersiap - siap untuk penerbangan.


"Ayo Nas."


Amanda langsung menggandeng tangan Jonas untuk masuk ke dalam pesawat.


Penerbangan yang singkat telah membawa Amanda dan Jonas kembali ke kota J.


"Jadi apa rencana mu berikutnya Manda?"


Di dalam taxi online Jonas kembali menanyakan hal itu kepada Amanda.


"Entahlah Nas, yang jelas aku harus secepatnya mencari pekerjaan agar aku bisa tetap hidup dengan anak ku ini."


Amanda mengatakan hal tersebut sambil membelai perutnya yang masih rata.

__ADS_1


"Lalu bagaimana status mu dengan Giandra Wijaya? apakah kau akan membiarkan status mu tanpa kepastian seperti ini?"


Amanda yang mendengarkan perkataan Jonas langsung membalikan badannya ke arah Jonas.


"Status ku tidak dengan kepastian, status ku masih istri sah mas Giandra sampai saat ini Nas."


Ucapan mantap Amanda membuat Jonas kembali terdiam.


Ingin sekali Jonas menegaskan bahwa Giandra saat ini tidak memperdulikan lagi dirinya, namun lidah nya kelu saat akan mengatakan hal itu di hadapan Amanda.


"Baiklah jika memang kau merasakan masih seperti itu, sebagai sahabat aku hanya bisa memberikan masukan kepada mu dan mendukung setiap apapun yang kau ingin kan jika itu positive, asalkan kau bisa menjaga kandungan mu dengan baik."


"Pasti Nas, kau tenang saja, sampai saat ini aku juga tidak pernah menaruh dendam apapun terhadap mas Giandra."


Saat Amanda mengatakan hal tersebut matanya memandang jauh kedepan, hatinya pedih, namun berusaha untuk dia sangkal."


Deg


Amanda langsung menoleh ke arah Jonas


"Sini, aku adalah sahabat mu, bukan menjadi kesalahan jika kau menangis disini."


Jonas menepuk bahunya dan meminta Amanda untuk menangis di dalam bahunya tersebut.

__ADS_1


"Maaf Nas aku tidak bisa."


Deg


Jawaban dari Amanda sungguh membuat Jonas tersentak.


"Kenapa?"


"Karena meskipun kita bersahabat, meskipun kita dekat tetap kita laki - laki dan wanita yang tidak memiliki hubungan darah, aku tidak ingin ada fitnah lagi Nas, maafkan aku."


Jonas kembali terdiam dan kali ini berusaha untuk mencoba untuk mengerti.


"Maafkan aku juga Manda."


Amanda langsung tersenyum ketika Jonas mengerti akan maksud nya.


"Jadi aku akan memulai hidup baruku, esok hari aku akan mencoba untuk mencari pekerjaan, dan sebagai teman baik aku yakin kau pasti akan memberikan dukungan untuk ku."


"Pasti Manda."


Hai, hai terima kasih sudah membaca cerita mas Giandra jangan lupa vote, like yang banyak yah biar authornya tetap semangat untuk menulis. Terima kasih 😘


Novel lanjutan berikutnya adalah ini yah

__ADS_1


Nona Diandra akan di kerjakan setelah libur lebaran.



__ADS_2