
Anindita hanya tersenyum dengan semua perkataan Giandra dan dengan perlahan melangkahkan kaki keluar dari ruangan Giandra.
Pagi ini menjadi hari yang betul-betul tidak terduga bagi Anindita,dengan gampang Anindita bisa merelakan Giandra yang tidak bisa membalas perasaan nya,dan di hari ini Anindita dapat melihat sisi lain dari Giandra yang tidak di ketahui banyak orang.
Mbak Amanda,mas Giandra itu adalah orang baik.
Anindita mengatakan hal tersebut di dalam hatinya sambil berjalan kembali ke dalam ruangannya.
Sementara itu di dalam ruangan, Giandra kini telah membaca berkas hasil dari persidangan tersebut.
"Semua bukti sudah lengkap,hanya satu bukti yang belum aku miliki,yaitu siapa sebenarnya pemilik pisau tersebut?pisau yang berada di dalam ruangan pak Surjono,pisau kecil yang mematikan"
Giandra terus merenung dan memikirkan tentang hal ini.
"Sepertinya aku tau harus berbuat apa"
Hal tersebut yang dikatakan oleh Giandra ketika dia melihat foto pisau di layar ponselnya,foto pisau yang menjadi barang bukti pembunuhan ini.
"Ada tulisan kecil aneh disini"
Giandra mengatakan hal tersebut sambil memperbesar foto pisau tersebut di dalam layar ponselnya.
__ADS_1
"Jika aku dapat menemukan siapa pemilik pisau ini yang sebenarnya maka bisa di pasti kan bapak Surjono akan bebas"
Dan setelah mengatakan hal tersebut, Giandra bangkit dari tempat duduknya,mengambil jas beserta dengan kunci mobil lalu segera keluar dari ruang kerjanya,pagi ini Giandra akan menemui seseorang untuk dia bisa meminta tolong.
Sementara itu di kediaman madam Gretta.
"Diana bagaimana perkembangan mu dengan Giandra?"
"Madam tidak perlu khawatir,sebentar lagi aku akan memenangkan pertarungan cinta ini, sebentar lagi aku yang akan menjadi nyonya Giandra Wijaya"
Darimana kau bisa begitu yakin jika Giandra akan segera menikahi mu?"
"Malam nanti aku akan kembali bertemu dengan Giandra dan aku akan menunjukan semua barang-barang cinta masa kecilnya tersebut"
"Belum madam,semua perlu rencana agar rencana itu bisa berjalan dengan baik"
"Baik lah,aku akan mengikuti semua hal yang akan kau lakukan,yang terpenting kau harus tau apa bagian ku jika sampai kau menikah dengan Giandra Wijaya"
"Beres madam, semuanya akan bisa di atur dengan baik"
Diana mengatakan hal tersebut sambil tersenyum kepada Madam Gretta,Diana sangat yakin jika rencana nya malam nanti akan berhasil.
__ADS_1
Sementara itu kini Giandra telah sampai kepada suatu tempat.
"Hai Giandra,tumben kau datang menghubungi ku ada apa?"
Satu laki-laki tampan bertumbuh kekar menyapa Giandra yang kini mengajaknya bertemu di pusat perbelanjaan di tengah kota.
"Rian aku butuh bantuan mu"
"Katakan saja"
"Ini,apakah ada yang aneh dengan pisau ini?"
Giandra memberikan foto pisau di dalam ponselnya tersebut kepada sahabat nya.
"Coba aku lihat"
Rian meminta foto tersebut kepada Giandra.
"Apakah ini berhubungan dengan kasus Joyodiningrat?saat ini semua orang sedang membicarakan kasus ini,dan juga kau yang menjadi Pengacara nya"
"Ya,ini berhubungan dengan kasus Joyodiningrat,dan aku akan meminta tolong kepada mu sebagai detektif yang hebat kau pasti bisa membantu ku"
__ADS_1
"Ada satu logo aneh di dalam pisau ini"
"Ya itu sebabnya aku ingin bertanya kepada mu,karena sepertinya ini bukan sembarang pisau"