
Mas aku mohon"
"Hei wanita sialan,lepaskan!"
Giandra berusaha untuk menyingkirkan tangan Amanda dari pakaiannya.
"Mas aku mohon,aku akan melakukan hal apapun agar mas Giandra mengizinkan aku untuk bertemu dengan bapak"
Deg
Mendengar Amanda mengatakan hal tersebut Giandra langsung memandang wajahnya
"Apa kau betul-betul ingin melakukan semua hal yang aku minta?"
Giandra kembali menanyakan hal tersebut kepada Amanda.
"Iya mas,aku akan melakukan hal apapun yang mas Giandra mau,jadi aku mohon izinkan aku untuk ikut mas Giandra ke ruang sidang"
Amanda mengatakan hal tersebut sambil masih berlutut di hadapan Giandra.
"Baiklah aku akan mengabulkan apa yang kau ingin kan,asal kau juga berjanji akan melakukan segala hal yang aku perintahkan"
"Ya mas"
"Baiklah,ayo segera kita masuk ke dalam mobil"
__ADS_1
Giandra mengatakan hal tersebut sambil masuk ke dalam mobil dan diikuti dengan Amanda.
Sedangkan Anindita yang berada di belakang mereka hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.
"Terserah saja"
Anindita mengatakan hal tersebut sambil masuk ke dalam mobil dan mobil pun segera melaju ke pengadilan tempat sidang bapak Surjono hari ini.
Perkataan Amanda yang akan menuruti semua keinginan Giandra tidak pernah Amanda pikirkan dengan matang,saat ini yang terpenting adalah Amanda bisa bertemu dengan Ayahnya,namun justru perkataan Amanda tersebut pads akhirnya masuk ke dalam relung hati Giandra yang paling dalam dan saat ini di dalam mobil Giandra berusaha untuk mengatur strategi hal-hal apa saja yang akan dilakukan oleh Giandra terhadap Amanda.
Tak beberapa lama mobil masuk ke halaman depan pengadilan,di sana sudah banyak sekali wartawan yang menunggu kehadiran Giandra dan setelah mobil Giandra sampai semua wartawan segera menuju ke mobil tersebut.
"Mas Giandra apa ini?"
"Mereka adalah media yang menginginkan berita"
"Apakah seingin itu mereka tau tentang kasus bapak mas?"
"Ya Iya lah, keluarga Joyodiningrat adalah keluarga yang terkenal disini,di tambah tersangka pembunuhan tersebut adalah supir dari nyonya Joyodiningrat yang ternyata bapak kandung mu,scandal asmara dan kasus pembunuhan ini tentu saja menarik perhatian wartawan"
"Dan mas Giandra juga tidak akan pernah memberikan pembelaan gratis jika ini bukan kasus Joyodiningrat"
Deg
Perkataan Anindita membuka hati Amanda terasa perih,namun kali ini Amanda berusaha untuk mau merasakan rasa perih itu.
__ADS_1
"Ayo kita turun,kau ingat tetap berada disamping ku,dam jangan kemana-mana,apa kau mengerti?"
Giandra mengatakan hal tersebut kepada Amanda yang sejak tadi terus menundukkan wajahnya..
"Iya mas Amanda mengerti"
Amanda pada akhirnya hanya bisa mengatakan hal tersebut.
"Ayo turun"
Dan setelah mengatakan hal tersebut Giandra turun diikuti oleh Anindita dan Amanda.
Dan benar saja begitu mereka turun terlebih para wartawan bisa melihat Amanda berada bersama dengan mereka, segera berubah untuk mendekat ke arah Amanda.
"Mas Manda takut"
Suara lirih tersebut yang Giandra dengar saat kini semua camera mengarah kepadanya.
"Ini kenapa aku tidak pernah mengizinkan mu ikut"
Giandra membisikkan hal tersebut kepada Amanda.
"Sekarang kau harus tetap menjawab mereka, jawab sebisa mu saja,tidak perlu banyak -banyak menjawab nya"
Giandra membisikkan hal tersebut kepada Amanda serta menggengam tangan Amanda.
__ADS_1