
Ya Nin, aku hanya butuh menenangkan diri sebentar saja."
"Mbak, Anindita sangat mengerti jika apa yang di hadapi mbak Giandra itu sangatlah berat, namun satu yang ingin Anindita sampaikan, ketika mbak Amanda pergi, mas Giandra jadi seperti orang gila, mas Giandra langsung datang ke apartment Diana dan hampir saja memukul Diana."
Anindita mulai menceritakan semua hal yang Anindita lihat di apartment saat Giandra hampir menyerang Diana.
"Anindita mengerti jika mbak Amanda mungkin ingin menenangkan diri, namun Anindita mohon jangan terlalu lama ya mbak, karena mas Giandra sangat membutuhkan mbak Amanda."
Amanda langsung terdiam dengan semua hal yang telah di katakan oleh Anindita.
"Ya Nin, aku mengerti."
"Baiklah jika memang seperti itu, Anindita tunggu kabar baik dari mbak Amanda."
"Pasti Nin."
"Baiklah mbak, Anindita dan mas Aditya pergi dulu yah mbak."
"Loh kalian gak nginep saja disini?"
Adit dan Anindita kini saling pandang.
"Tidak mbak, mas Aditya dan Anin akan langsung ke Jogya untuk melihat - lihat tempat pernikahan kami nanti."
"Wah semangat terus untuk hubungan kalian yah."
"Terima kasih mbak Amanda, kami juga berharap hal yang sama dengan mbak Amanda dan juga Giandra, ya meskipun terkadang Giandra itu orang yang ketus, namun hati Giandra itu sangat baik mbak Amanda, jadi menurut ku jika Giandra mungkin pernah berbuat salah tidak ada salahnya Giandra mendapatkan kesempatan ke dua dari mbak Amanda."
Aditya mengatakan hal tersebut kepada Amanda.
__ADS_1
"Terima kasih, untuk masukan nya Aditya."
"Baiklah kami permisi dulu mbak Amanda"
"Nin, boleh aku minta tolong kepada mu?"
Anindita yang sudah hampir berdiri kembali mendengarkan Amanda.
"Katakan saja mbak Amanda."
"Jangan beritahukan mas Giandra aku disini yah Nin."
"Aman mbak Amanda."
"Terima kasih Anindita."
"Sama - sama mbak, Anindita pergi dulu ya mbak."
"Jaga diri kalian."
"Siap."
Selesai mengatakan hal tersebut Anindita dan Aditya segera masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil tersebut ke keluar dari halaman.
"Mas Giandra apakah benar hidup mu menjadi sehancur itu ketika aku tidak ada "
Amanda mengatakan hal tersebut sambil duduk di kursi di depan teras nya, namun lamunannya tiba - tiba berhenti, karena Amanda melihat satu motor yang mendekat ke arah rumah, motor yang mengantarkan bi Surti Dan Amanda sangat mengenal laki -laki yang mengantarkan bi Surti tersebut.
"Jonas."
__ADS_1
"Amanda?"
Begitu motor yang mengantar bi Surti parkir Amanda kembali melihat sosok Jonas untuk yang kesekian kalinya.
"Kau disini Manda?"
"Iya Jonas, kau bagaimana kau bisa berada disini?"
"Mbak Amanda Dokter Jonas ini adalah Dokter yang berjaga di puskesmas di kampung ini."
"Jonas,kau sekarang pindah kemari?"
"Panjang Man jika ingin diceritakan, nanti malam setelah selesai tugas apakah aku boleh kemari lagi?"
"Tentu saja Jonas."
"Baiklah sekarang sekarang aku harus kembali ke puskesmas dulu."
"Ya, hati - hati ya Nas."
"Pasti Manda."
Jonas mengatakan hal tersebut sambil menghidupkan mesin motornya lagi.
"Sampai bertemu nanti malam ya Manda."
"Siap Jonas."
Dan setelah mengatakan hal tersebut Jonas segera kembali ke puskesmas.
__ADS_1
Hai, hai terima kasih sudah membaaca cerita mas Giandra jangan lupa vote, like yang banyak yah biar authornya tetap semangat untuk menulis. Terima kasih 😘