
Amanda mengatakan hal tersebut kepada Anindita di dalam kamar saat Amanda sedang membersihkan riasan setelah seharian acara.
"Lah ya mbak Amanda di kamar pengantin dong sama mas Giandra"
"Harus malam ini Nin?"
"Iya dong mbak, yuk"
Anindita mengajak Amanda untuk meninggalkan kamar tersebut dan menuju ke kamar pengantin.
Saat Anindita membuka kamar penganti,terlihat nuansa putih menyelimuti kamar tersebut, tepat tidur yang rapi dengan dekorasi yang apik terlihat di kamar tersebut.
"Selamat malam pengantin mbak Amanda"
Anindita tersenyum dan setelah mengatakan hal tersebut Anindita segera menutup pintu kamar dan meninggalkan Amanda sendirian di dalam kamar.
Sementara itu Giandra saat ini malah sedang tidur karena kelelahan di villa sebelah tempat Giandra melangsungkan malam lajang bersama dengan para sahabat - sahabatnya.
"Hei Giandra bangun, kau tidak boleh tidur disini, malam ini tempat mu bukan disini lagi"
Aditya mengatakan hal tersebut sambil menarik -narik kaki Giandra di atas tempat tidur.
"Malas ah, tidur disini lebih baik daripada harus satu kamar dengan wanita itu"
"Kau tak boleh begitu Giandra, kau sudah menikahi nya, dia juga berhak mendapatkan malam pengantin nya, kau tidak boleh egois, ayo bangun, cepat!"
__ADS_1
Nico yang berada di sebelah Aditya ikut mengatakan hal tersebut.
"Kalau aku tidak mau kalian mau apa ha?"
"Oh jadi kau tanya mau kami apa jika kau tidak mau untuk pindah, baiklah jangan salahkan kami jika kami melakukan kekerasan terhadap mu"
Setelah Nico selesai mengatakan hal tersebut Nico dan ke dua sahabat Giandra yang lain segera menarik tubuh Giandra dari atas tempat tidur dan mengangkat tubuh Giandra.
"Hei kalian mau ngapain?"
"Bawa kau ke dalam kamar pengantin mu"
"Hei turunkan aku!"
"Tidak akan, nanti kau turun pasti balik kembali ke kamar dan kamar itu kau kunci"
"Nah kita sudah sampai di depan kamar pengantin, Dit ketok pintu nya, aku yakin mbak Amanda sudah berada di dalam"
"Oke Rian"
Dan setelah Aditya mengatakan hal tersebut, Aditya segera mengetuk pintu kamar pengantin tersebut dan benar yang di katakan oleh Rian, Amanda yang berada di dalam segera membuka pintu kamar tersebut.
"Kalian?"
Amanda sangat heran karena begitu membuka pintu kamar, Amanda melihat para sahabat Giandra dan Giandra yang masih mereka angkut seperti sedang mengangkut barang.
__ADS_1
"Hai mbak Amanda, kami kemari mengantarkan pesanan mbak Amanda"
Dan tanpa persetujuan dari Amanda semua sahabat Giandra masuk ke dalam kamar, dan menurunkan Giandra dari cengkraman mereka.
"Barang sudah selesai di kirim, ayo kita pulang"
Aditya mengatakan hal tersebut kepada ke dua sahabatnya yang lain.
"Aku bunuh kalian semuanya!"
Giandra yang sudah di lepaskan oleh mereka hanya bisa mengatakan hal tersebut kepada para sahabat nya.
"Lari Dit"
Dan seketika semua sahabat Giandra lari keluar kamar pengantin dan kembali ke dalam kamar mereka.
Kini hanya tinggal Amanda dan Giandra saja di dalam kamar.
"Hahahaha"
Detik itu juga Amanda yang sudah tidak kuat menahan tawa segera melepaskan tawa nya dengan suara nyaring.
"Hei kenapa kau tertawa? tidak ada yang lucu disini, jadi kau tidak boleh tertawa"
Giandra mengatakan hal tersebut dengan wajahnya yang masih sangat kesal.
__ADS_1
"Maafkan aku mas Giandra, tapi sungguh ini lucu sekali, nampak para sahabat mas Giandra untuk sangat sayang pada mas Giandra loh"