
Amanda mengatakan hal tersebut sambil menggelengkan kepalanya saat membayangkan hukuman apa yang akan dia terima begitu Amanda tidak bisa menghabiskan uang yang diberikan oleh Giandra.
"Ah lebih baik aku pikirkan esok hari, tapi apakah aku tidak salah jika aku menolak ajakan mas Giandra untuk tidur bersama? bagaimana pun juga aku adalah istri sah dari mas Giandra"
Amanda mengatakan hal tersebut sambil memikirkan sendiri perkataan nya.
"Tuhan ajarkan aku untuk aku bisa menerima mas Giandra seutuhnya menjadi suami ku agar aku bisa memberikan apa yang menjadi hak nya dan melayani dia dengan baik tanpa menaruh rasa dendam, aku ingin semuanya bahagia, Amin."
Setelah mengatakan hal tersebut Amanda tertidur dalam mimpi indahnya.
Pagi hari ini Amanda sengaja bangun lebih pagi dan merencanakan barang - barang apa saja yang akan dibeli secara online, Giandra yang membatasi Amanda untuk keluar rumah membuat Amanda harus melakukan semua hal tersebut dari dalam rumah.
"Bi ada yang mengetuk pintu?"
"Ya mbak."
"Ah mungkin itu kurir yang akan mengantarkan paket ku, biar aku saja yang membuka pintunya bi."
Amanda mengatakan hal tersebut kepada bibi dan langsung berdiri dari tempat duduknya menuju pintu utama dan saat Amanda membuka pintu betapa kaget wajah Amanda melihat satu wanita cantik berdiri di sana.
"Halo selamat pagi, apakah mas Giandra ada?"
Wanita cantik tersebut mengatakan hal itu kepada Amanda.
"Mas Giandra sedang berada di Surabaya mbak, mbak ini siapa?"
__ADS_1
"Perkenalkan namaku Diana, aku adalah calon istrinya Giandra."
Deg
Amanda langsung terdiam dengan semua pernyataan Diana.
"Oh calon istri mas Giandra yah?"
"Ya betul, kau pasti salah satu pembantu rumah tangga di sini kan?"
Deg
Diana mengatakan hal tersebut kepada Amanda yang merupakan istri sah dari Giandra.
"Iya mbak Diana, saya adalah salah satu pembantu di rumah ini."
"Baiklah, apa kau tidak mau membiarkan calon istri mas Giandra ini masuk ke dalam rumah?"
Diana mengatakan hal tersebut dengan sangat sombong.
"Maafkan kami mbak Diana, tapi mas Giandra berpesan tidak boleh ada sembarang orang yang masuk ke dalam rumah tanpa izin mas Giandra."
Diana langsung mengernyitkan dahi ketika Amanda mengatakan hal tersebut.
"Termasuk aku yang calon istrinya?"
__ADS_1
"Betul mbak, jika mbak tidak percaya aku bisa menghubungi mas Giandra bagaimana?"
Amanda langsung mengambil ponsel dan bersiap menghubungi Giandra..
"Tidak perlu! katakan saja bahwa Diana calon istrinya tadi datang berkunjung."
"Baiklah mbak Diana."
Amanda mengatakan hal tersebut sambil tersenyum dengan paksa, dan membiarkan Diana pergi lebih cepat...
"Isssssh pagi - pagi ada setan wanita datang!"
Amanda mengatakan hal tersebut sambil kembali ke dalam rumah.
"Siapa tadi mbak Amanda?"
"Bukan siapa - siapa bi, hanya setan wanita datang berkunjung."
Amanda menjawab pertanyaan dari bibi tanpa menoleh dan langsung masuk ke dalam kamarnya.
"Katanya ini bukan pernikahan main - main, tapi pagi ini aku bertemu dengan wanita asing yang mengakui calon istrinya, jadi mas benar mana mas Giandra?"
Amanda mengatakan hal tersebut di atas tempat tidur sambil ******* - ***** bantal yang sejak tadi dia pegang.
"Aku sebal padamu mas Giandra!"
__ADS_1
Amanda mengatakan hal tersebut sambil melemparkan bantal tersebut ke lantai.
"Arrrrh Manda seharusnya kau bersikap biasa saja, tapi kenapa kau jadi begini?"