PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
CCTV MATI


__ADS_3

Hati mas Giandra hanya untuk cinta masa kecilnya tersebut, bertahun - tahun mas Giandra mencari wanita itu dan kini dia sudah menemukan wanita itu."


"Dan jika pada akhirnya mas Giandra menikah dan menyentuh mu di atas tempat tidurnya aku yakin itu semua bukan murni dari perasaan mas Giandra."


"Mas Giandra melakukan semua hal itu tak lebih hanya merasa kasihan kepada mu, dan kau hanyalah pemuas nafsu nya saja, ketika mas Giandra sudah bosan dia akan membuang mu ke tempat sampah."


Diana mengatakan semua hal tersebut tanpa peduli lagi dengan perasaan Amanda, Diana mengatakan dengan rona bahagia, apalagi saat melihat wajah Amanda mulai memerah karena marah


"Pergi dari sini Diana!"


Amanda pada akhirnya berteriak kepada Diana karena ini hati Amanda begitu sesak.


"Dengan senang hati aku akan pergi nyonya Giandra Wijaya yang menyedihkan."


Setelah mengatakan hal tersebut Diana segera bangkit dari tempat duduknya.


"Satu hal lagi yang harus kau tau dan kau cerna dengan baik."


Sebelum meninggalkan rumah Giandra, Diana kembali mengatakan beberapa hal lagi kepada Amanda.


"Jika mas Giandra betul - betul mencintai mu, maka dia tidak akan pernah menutupi masa lalunya, cerita cinta masa kecilnya dari mu, jika dia masih melakukan hal tersebut, hal itu menunjukan bahwa mas Giandra belum bisa nyaman untuk berbagi cerita dengan mu, dan mengapa dia belum nyaman ya karena dia tidak memiliki perasaan yang dalam terhadap mu."

__ADS_1


Diana kembali mengatakan perkataan yang membuat hati Amanda sakit untuk kesekian kalinya.


"Aku pergi nyonya Giandra Wijaya yang menyedihkan."


Dan terakhir setelah mengatakan hal tersebut Diana pergi dari hadapan Amanda.


Kini tinggal Amanda berada di ruang tamu sendirian, hatinya sangat sakit mendengarkan semua perkataan dari Diana.


" Mas apa benar semua hal yang telah di katakan oleh Diana tadi?"


Amanda mengatakan hal tersebut kepada dirinya sendiri, Amanda kembali menangis untuk kesekian kalinya dan ini semua karena perkataan Diana.


Amanda mengatakan hal tersebut dengan bercucuran air mata dan pada akhirnya Amanda mulai bangkit dari tempat duduknya dan masuk ke dalam kamar.


Sementara itu di kantor Giandra.


"Ada apa mas Giandra?"


Anindita yang saat ini berada di dalam ruangan Giandra mulai bertanya kepada Giandra karena Anindita melihat Giandra sibuk dengan laptopnya.


"Tidak ada hal yang serius Nin."

__ADS_1


"Baiklah, ini berkas - berkas yang harus mas Giandra tanda tangani."


Diana menaruh beberapa berkas di meja Giandra.


"Taruh saja semuanya di meja ya Nin."


Giandra mengatakan hal tersebut dengan tidak memandang ke arah Anindita.


"Baik mas, Anin balik ke ruangan ya mas."


"Hmmm"


Hal tersebut yang Giandra katakan kepada Anindita sambil terus berkonsentrasi terhadap laptopnya.


"Sial, kenapa dengan CCTV di rumah ku? ini pasti gangguan lagi."


Hal tersebut yang Giandra katakan saat Giandra masih berkutat dengan laptopnya.


Pagi ini Giandra tidak bisa melihat setiap aktivitas yang sedang terjadi di dalam rumah karena CCTV yang mati, Giandra juga tidak bisa melihat jika Diana datang ke rumah dan mengatakan semua hal - hal untuk memberikan intimidasi terhadap Amanda.


Hai, hai terima kasih sudah membaca cerita mas Giandra jangan lupa vote, like yang banyak yah biar authornya tetap semangat untuk menulis. Terima kasih 😘

__ADS_1


__ADS_2