PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
KEBOHONGAN JONAS


__ADS_3

Amanda mengatakan hal tersebut sambil mencoba untuk bangkit dari tempat tidurnya, namun rasa sakit di perut Amanda membuat Amanda tidak bisa banyak bergerak.


"Manda maafkan aku untuk sementara seperti nya kau tidak bisa untuk bertemu dengan Ibu mertua mu dulu, kau terlalu memaksakan diri mu Manda!"


Air mata Amanda mulai kembali mengalir ketika Jonas mengatakan hal tersebut, jauh di lubuk hati Amanda yang paling dalam, Amanda ingin sekali untuk kembali ke ruangan Giandra namun kondisi Amanda kali ini terpaksa membuat Amanda untuk harus kembali berbaring.


"Nas, apakah kau bisa melihat keadaan Giandra dan mengatakan hal itu kepada ku? aku berjanji akan tetap istirahat di ruangan ini."


Tatapan mata Amanda kepada Jonas yang penuh dengan harap membuat Jonas yang sebenarnya sudah sangat malas untuk berurusan dengan Giandra menjadi iba.


"Baiklah jika memang itu yang kau mau, tapi kau harus berjanji kepada ku bahwa kau akan tetap disini."


Amanda langsung menganggukan kepalanya saat Jonas mengatakan hal itu.


"Ya Jonas aku berjanji."


Setelah selesai mengatakan hal tersebut, Jonas langsung keluar dari ruangan Amanda menuju ke ruangan Giandra.


"Suster dimana pasien yang berada di dalam ruangan ini?"


Sesampainya di sana Jonas melihat ruangan Giandra sudah kosong.

__ADS_1


"Keluarga pasien telah memindahkan pasien ke rumah sakit yang lainnya mas."


Deg


Perkataan salah satu perawat membuka Jonas terdiam di dalam ruangan tersebut.


"Apakah suster tau kemana keluarga pasien membawa pasien tersebut?"


"Maaf mas untuk hal ini kami tidak bisa mengatakan nya karena bukan wewenang dari kami."


"Baiklah suster, terima kasih."


Dengan langkah lunglai Jonas pun keluar dari ruangan tersebut.


Sambil melangkahkan kaki kembali ke ruangan Amanda sepanjang perjalanan Jonas mengatakan hal tersebut di dalam hatinya.


"Jonas bagaimana keadaan mas Giandra? apakah mas Giandra sudah sadar?"


Sesampainya kembali di dalam ruangan Amanda langsung mencerna Jonas dengan beberapa pertanyaan tersebut.


Jonas langsung terdiam, ke dua mata tajam Jonas kini memandang Amanda dengan tajam.

__ADS_1


"Jonas, apakah kau mendengarkan aku? bagaimana keadaan mas Giandra?"


Kini Amanda menguncang pelan tubuh Jonas saat mengatakan hal tersebut.


"Keadaan Giandra baik - baik saja, keadaan Giandra semakin stabil."


Amanda terdiam dengan perkataan Jonas, Amanda memandang tajam kepada Jonas, seakan - akan mencari satu kebenaran dengan perkataan yang telah Jonas sampaikan Kepada nya.


"Syukurlah, aku sungguh sangat mencemaskan keadaan mas Giandra."


Dan pada akhirnya Amanda berusaha untuk percaya dengan semua perkataan Jonas.


"Sekarang karena kau sudah mengetahui keadaan Giandra, aku berharap kau bisa beristirahat dengan baik."


"Ya Jonas, jika kondisi ku sudah lebih baik aku akan Kembali memohon kepada orang tua mas Giandra dan Anindita untuk bisa kembali bertemu dengan mas Giandra."


Tidak ada yang bisa Jonas katakan selain hanya bisa menganggukan kepalanya di hadapan Amanda.


Sungguh satu kebohongan besar telah Jonas lakukan untuk membuat keadaan Amanda menjadi tidak panik.


"Istirahat terlebih dahulu, aku mau keluar sebentar untuk mengurus semuanya."

__ADS_1


Jonas mengatakan hal tersebut dan langsung pergi dari hadapan Amanda agar rasa bersalah tidak terus menghantui nya.


Hai, hai terima kasih sudah membaca cerita mas Giandra jangan lupa vote, like yang banyak yah biar authornya tetap semangat untuk menulis. Terima kasih 😘


__ADS_2