PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
SIKAP GIANDRA


__ADS_3

Giandra mengatakan hal tersebut sambil merengkuh Amanda.


"Aku sangat mengucapkan syukur karena Prasetya melakukan hal tersebut."


"Kenapa mas Giandra?"


"Jika Prasetya tidak mengkhianati mu Maka aku tidak akan pernah bertemu dengan mu, jatuh cinta dan tergila - gila kepada mu."


Giandra mengatakan hal tersebut sambil menepuk-nepuk bahu Amanda.


"Jadi mas Giandra sekarang bersyukur dengan semua hal yang sudah terjadi?"


"Ya sangat, amat bersyukur."


Giandra mengatakan hal tersebut sambil mencium mesra puncak kepala Amanda.


"Mas Manda mau tidur boleh?"


"Tidurlah."


Giandra laki - laki bermulut pedas dan terkenal akan kejamnya di pertarungan meja hijau, kini bertekuk lutut terhadap satu wanita sederhana yang dapat membuatnya merasa sangat istimewa.

__ADS_1


Poooh, jika benar kau adalah Diana, mulai sekarang aku tidak akan pernah peduli lagi dengan cinta masa lalu aku, aku akan menutup semua cinta tersebut hanya untuk satu wanita yang saat ini hidupnya, kebahagiaan nya, dan semuan bergantung kepada ku, aku berharap kau juga menemukan cinta yang lainnya, aku tidak akan menyelidiki cinta masa lalu itu lagi karena kini aku memiliki cinta masa depan, dan satu hati yang harus aku jaga dengan baik.


Giandra mengatakan semua hal tersebut di dalam hatinya, meskipun sampai saat ini Giandra masih meragukan apakah Diana betul - betul cinta masa lalunya, meskipun Diana sudah memegang semua bukti, namun hati Giandra masih belum yakin pada saat itu, kini setelah Giandra jatuh cinta terhadap Amanda Giandra sudah tidak peduli lagi dengan cinta masa lalunya tersebut.


Giandra memilih untuk meninggalkan masa lalunya itu dan memilih untuk membawa cinta masa depannya dengan baik.


Hari itu Giandra memperlakukan Amanda dengan sangat manis, Giandra juga memberikan pelayanan yang terbaik untuk tubuh Amanda agar Amanda semakin nyaman jika bercinta dengannya.


"Selamat pagi"


Giandra mengatakan hal tersebut kepada Amanda begitu Amanda membuka matanya.


"Mas, kenapa tidak membangunkan aku?"


Giandra mengatakan hal tersebut sambil menciumi tubuh Amanda yang kini hanya berbalut selimut tebal.


"Mas Giandra semalam yang membuat ku sangat lelah sampai seperti ini."


"Ya, ya aku minta maaf, aku selalu lepas kendali jika berhadapan dengan tubuh mu."


Giandra tersenyum nakal kepada Amanda.

__ADS_1


"Hari ini aku akan berangkat ke kantor lebih cepat, jadi kau tidak perlu menyiapkan sarapan untuk ku."


Amanda langsung memandang tajam ke arah Giandra saat Giandra mengatakan hal tersebut kepadanya.


"Mas sudah di rapi?"


Dan Amanda baru sadar, jika kini suaminya sudah rapi dan siap untuk pergi ke kantor.


"Ya, aku akan pergi sekarang, aku berangkat dulu."


Giandra mengatakan hal tersebut sambil mencium kening Amanda yang masih di atas tempat tidurnya.


"Hati - hati mas Giandra."


"Pasti sayang."


Setelah mengatakan hal tersebut Giandra meninggalkan kamar mereka dan segera melanjutkan perjalanan menuju ke kantor.


"Terima kasih Tuhan untuk setiap hal yang selalu ada di hidup ku, aku mengucap syukur karena semua hal ini,Amin."


Setelah mengatakan hal tersebut Amanda segera bangkit dari tempat tidur menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

__ADS_1


Hari ini, Amanda begitu bahagia dengan setiap perlakuan Giandra yang semakin hari semakin manis terhadap nya.


Hai, hai terima kasih sudah membaca cerita mas Giandra jangan lupa vote, like yang banyak yah biar authornya tetap semangat untuk menulis. Terima kasih 😘


__ADS_2