PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
KELUARGA PANIK


__ADS_3

Rasa sakit hati Jonas yang begitu dalam membuat Jonas hilang kendali saat mengemudikan mobil, dalam keadaan melaju dengan kencang Giandra mengalami kecelakaan beruntun di jalan tol.


Giandra terluka parah, terluka parah secara fisik dan terluka parah secara hati.


Hari itu terjadi kecelakaan beruntun di jalan tol dan mobil Giandra termasuk yang terkena kecelakaan beruntun tersebut.


"Ah sakit..."


Tangan Amanda tiba - tiba tergores pisau.


"Manda ada apa dengan mu?"


Jonas segera berlari ke dalam begitu mendapatkan darah mengucur dari tangan Amanda.


"Tidak ada apa - apa Nas, hanya tergores sedikit."


"Tetap saja ini harus di obati Manda."


Jonas segera mengambil kotak obat dan mengobati tangan Amanda yang tergores.


"Kau yakin baik - baik saja? jika kau mau aku temani katakan saja yah."


"Aku baik - baik saja Nas, pergilah."


Lama Jonas memandang wajah Amanda, namun karena Amanda tetap ditinggalkan sendiri, Jonas pada akhirnya pergi.


"Aku pulang dulu."

__ADS_1


"Hati - hati."


Amanda hanya bisa memandang Jonas yang kini semakin menghilang dari dirinya.


"Tuhan apa yang terjadi? kenapa rasanya dada ku sesak seperti ini?"


Amanda mengatakan hal tersebut sambil menghapus air matanya yang terus mengalir.


Sementara itu di lokasi kecelakaan, Giandra segera di larikan ke Rumah Sakit kecil di daerah dekat Semarang.


"Kita harus segera memberitahukan keluarga nya."


Salah satu dokter mengatakan hal tersebut kepada perawat..


"Pihak kepolisian telah menemukan identitas korban, dan akan segera menghubungi korban, kemungkinan korban mengantuk pada saat melajukan kendaraan itu sebabnya kecelakaan ini bisa terjadi Dokter."


"Ya menggendarai kendaraan dalam keadaan mengantuk memang sangat berbahaya suster, mari kita tangani pasien selanjutnya suster."


"Apa! baik, baik kami akan segera kesana."


Siang ini Anindita yang sedang makan siang dengan Aditya sangat kaget ketika pihak kepolisian menghubungi nya.


"Ada apa Nin? wajah mu sangat pucat?"


"Mas Giandra."


"Ada apa dengan Giandra?"

__ADS_1


"Mas Giandra kecelakaan, dan saat ini di larikan ke salah satu rumah Sakit di Semarang, mas Aditya ini bagaimana? kita harus bagaimana?"


Tangan Anindita bergetar saat menceritakan semua hal tersebut kepada Aditya, Giandra adalah salah satu kakak laki - laki yang Anindita punya, meskipun bukan saudara kandung dan Anindita pernah mencintai Giandra, namun tetap ikatan persaudaraan itu begitu kuat.


"Tenang dulu yah Nin, tenang, ya sudah ayo kita menyusul Giandra, kita gunakan pesawat agar lebih cepat."


"Iya mas, bapak dan ibu bagaimana mas? bagaimana Anindita memberitahukan kabar ini kepada mereka?"


"Nanti mas Aditya yang akan berbicara kepada bapak dan Ibu, sekarang kamu tenang dulu."


"Iya mas"


Aditya mengatakan hal tersebut sambil menggengam tangan Anindita.


Sore hari Aditya dan Anindita pada akhirnya berangkat menuju Semarang.


"Nin, aku sudah berbicara kepada bapak dan ibu, dan seperti dugaan kita mereka histeris, mereka akan menyusul ke Semarang."


"Ya mas."


"Nin apakah kau sudah memberitahukan hal ini kepada Amanda?"


Deg


Anindita hampir lupa dengan nama Amanda ketika Anindita mendapatkan kabar kecelakaan Giandra.


"Ya mas, aku lupa memberitahukan keadaan mas Giandra kepada mbak Amanda."

__ADS_1


"Saran ku tetap beritahukan keadaan Giandra kepadanya Nin, karena bagaimanapun dia adalah istri sah Giandra."


Hai, hai terima kasih sudah membaca cerita mas Giandra jangan lupa vote, like yang banyak yah biar authornya tetap semangat untuk menulis. Terima kasih 😘


__ADS_2