
Bu, Ibu tidak bisa mengatakan seperti itu kepada ku, aku ini masih istri sah mas Giandra bu..."
Amanda mengatakan hal tersebut dengan memohon kepada Ibu mertuanya.
"Ya kau memang istri sah dari anak ku Giandra, namun kau Istri sah yang belum tentu kehadiran nya di kehendaki oleh anak ku ketika dia sadar nanti."
Deg
Ucapan yang sungguh sangat dalam kembali keluar dari Ibu mertua Amanda.
"Ayo Nin masuk, Ibu tidak ada waktu mengurus wanita tidak jelas ini."
"Bu maafkan Amanda."
Amanda kembali meraih tangan Ibu mertuanya, namun dengan cepat Ibu melepaskan tangan Amanda.
"Jangan salahkan Ibu jika Ibu berlaku hal ini kepada mu Amanda, kelakuan mu yang membuat Ibu harus mengambil satu keputusan tegas ini! ayo Nin kita masuk."
Dengan tidak menoleh kepada Amanda Ibu dan Anindita masuk ke dalam ruangan dan langsung menguncinya.
__ADS_1
"Bu, Nin aku juga ingin bertemu dengan mas Giandra, aku mohon jangan kalian lakukan ini terhadap ku."
Amanda mencoba untuk mengetuk - ngetuk pintu dimana Giandra saat ini sedang di rawat, namun pintu yang sudah di kunci dari dalam tidak dapat membuat Amanda untuk masuk ke dalam.
"Amanda, sudah ini rumah sakit, nanti kau bisa di usir jika kau seperti ini terus!"
Jonas berusaha untuk menghentikan Amanda yang masih berusaha untuk membuka pintu tersebut meskipun dia tahu usaha yang dilakukan nya itu hanya lah usaha yang sia - sia belaka.
"Hei Manda, Manda sadar, sadar Manda!"
Dan seketika itu juga Amanda langsung pingsan.
Dengan mengatakan hal tersebut Jonas mengangkat tubuh Amanda dan langsung melarikan nya ke arah unit Gawat Darurat.
"Bu mbak Amanda pingsan, apakah ini tidak terlalu kejam untuk mbak Amanda?"
Anindita yang melihat semuanya dari balik kaca pintu ruang rawat sungguh menjadi dilema hatinya di satu sisi dia sangat kesal dengan Amanda, namun pada akhirnya ketika Anindita melihat air mata Amanda dan begitu besar keinginan nya untuk bertemu dengan Giandra ada rasa Iba di hati Anindita.
"Biarkan saja Nin, selama ini ibu sudah cukup sabar untuk menghadapi kelakuan nya itu, sekarang waktu nya Ibu untuk bertindak tegas, Ibu hanya tidak ingin anak Ibu Giandra terus menderita hanya karena ulah wanita itu."
__ADS_1
Anindita yang sudah melihat amarah terpendam di dalam diri Ibu kini dengan perlahan mulai meletup - letup kecil pada akhirnya memilih untuk diam.
"Besok ibu akan memindahkan mas mu ke rumah Sakit lain, dan tentunya Ibu tidak mau ada yang tau termasuk wanita itu."
Perkataan demi perkataan tegas Ibu yang sudah mulai keluar kini tidak bisa di bantah lagi.
"Ya bu Anindita akan mengurus semua kepindahan mas Giandra."
Sementara itu di ruang unit gawat darurat Amanda pada akhirnya kembali sadar.
"Manda bagaimana keadaan mu?"
Jonas yang melihat Amanda sudah sadar segera menanyakan hal tersebut, namun Amanda langsung duduk di atas tempat tidurnya.
"Nas ayo kita kembali ke ruangan mas Giandra, aku harus menjelaskan semuanya kepada Ibu, ayo Nas."
Amanda mengatakan hal tersebut sambil mencoba untuk bangkit dari tempat tidurnya, namun rasa sakit di perut Amanda membuat Amanda tidak bisa banyak bergerak.
"Manda maafkan aku untuk sementara seperti nya kau tidak bisa untuk bertemu dengan Ibu mertua mu dulu, kau terlalu memaksakan diri mu Manda!"
__ADS_1
Hai, hai terima kasih sudah membaca cerita mas Giandra jangan lupa vote, like yang banyak yah biar authornya tetap semangat untuk menulis. Terima kasih 😘