
Kasihan kau Nin,cinta mu pada Giandra tidak pernah terbalaskan, Giandra memperlakukan semua hal itu karena dia tidak memikirkan mu,dia sama sekali tidak memikirkan perasaan mu.
Aditya mengatakan semua hal tersebut di dalam hatinya saja,sambil terus memandang Anindita yang saat ini begitu berkonsentrasi dengan semua makanan kesukaan nya.
"Mas Aditya"
"Ya Anindita"
"Terima kasih untuk malam ini"
Anindita pada akhirnya mengatakan hal tersebut kepada Aditya.
"Sama-sama Nin,tapi kau tidak pernah keberatan kan jika aku mengajak mu makan malam seperti ini?"
"Tentu tidak mas"
"Baguslah, setelah ini jangan kaget yah kalau aku bakalan terus ngajakin kamu makan malam"
"Siap mas Aditya"
Anindita mengatakan hal tersebut sambil tangannya memberikan tanda hormat kepada Anindita.
"Ayo pulang mas,nanti Ibu dan bapak cari aku"
"Yuk"
Dan setelah mengatakan hal tersebut Anindita dan dan Aditya berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke mobil Aditya.
"Mas, setelah ini mas Adit mau kemana?"
"Mas langsung ke Rumah Sakit Nin, kebetulan hari ini mas jaga malam di Unit Gawat Darurat"
"Wah semangat mas Aditya"
"Terima kasih Anindita"
__ADS_1
Dan setelah Aditya mengatakan hal tersebut, Aditya melajukan mobilnya untuk menuju ke rumah orang tua Giandra karena Anindita tinggal disana.
Sementara itu di sebuah restaurant di private room.
"Jadi apa yang akan kau bicarakan Diana?"
"Mas Giandra maukah membantu Diana?"
Diana mulai mengatakan sesuatu hal kepada Giandra.
"Apa yang bisa aku bantu Diana?"
"Diana sedang mencari sahabat masa kecil Diana"
Deg
Giandra yang kini mendengar apa yang dikatakan oleh Diana mulai tertarik.
"Coba ceritakan kisah masa kecil mu itu"
"Lalu sekarang apakah kau sudah mendapatkan beberapa informasi?"
Diana menggelengkan kepalanya.
"Hati Diana mengatakan jika laki -laki tersebut saat ini berada di kota ini mas Giandra"
"Hati mu?"
Perkataan Diana kali ini sulit di terima oleh Giandra yang sangat menggunakan logika.
"Ya mas,mas harus tau perasaan wanita itu kuat,jadi biasanya apa yang dikatakan hati wanita itu betul"
Dan disinilah Giandra berusaha untuk menerima semua perkataan Diana.
"Apakah kau memiliki barang orang tersebut?"
__ADS_1
"Ada mas"
"Boleh aku melihatnya?"
"Hari ini aku tidak membawa barang itu, bagaimana jika pada pertemuan berikutnya aku membawa semua barang itu?"
"Ya boleh, pertemuan berikutnya bawa semua barang yang menjadi barang laki-laki itu,harus semuanya yah"
"Baik mas"
"Oke"
"Ayo makan mas,nanti dingin"
"Baiklah"
Giandra mencoba memakan semua hidangan yang kini di sajikan di atas meja, Giandra mencoba untuk menelan semua makanan yah terhidang meskipun Giandra tidak dapat menikmati rasa dari masakan itu, pikiran dan hati Giandra kini tertuju kepada semua perkataan Diana.
Diana hanya bisa tersenyum melihat pandangan mata Giandra yang kali ini sudah sama sekali tidak fokus.
Sementara itu di Rumah Sakit.
"Hei Jonas,kita satu shift ternyata"
Aditya yang sudah tiba di Unit Gawat Darurat langsung menepuk bahu Jonas.
"Ah kau Dit,Iya nih ternyata kita satu Shift"
"Jadi gimana dengan wanita yang sedang kau incar Nas?"
Aditya mulai mengatakan hal tersebut kepada Jonas
"Masih buntu Dit"
"Pendekatan mu mungkin kurang Nas"
__ADS_1
"Ah entahlah Dit"