
Hal tersebut yang Giandra katakan kepada Anindita sambil terus berkonsentrasi terhadap laptopnya.
"Sial, kenapa dengan CCTV di rumah ku? ini pasti gangguan lagi."
Hal tersebut yang Giandra katakan saat Giandra masih berkutat dengan laptopnya.
Pagi ini Giandra tidak bisa melihat setiap aktivitas yang sedang terjadi di dalam rumah karena CCTV yang mati, Giandra juga tidak bisa melihat jika Diana datang ke rumah dan mengatakan semua hal - hal untuk memberikan intimidasi terhadap Amanda.
Giandra sedang tidak menyadari satu hal besar yang saat ini sedang terjadi di dalam rumah nya, dengan tenang Giandra tetap bekerja pada hari ini.
Hatinya masih di liputi perasaan bahagia karena Amanda yang sekarang juga mencintainya dengan sepenuh hati.
"Nin aku pulang dulu yah."
Sore itu Giandra keluar dari dalam ruangan menuju ke ruangan Anindita dan mengatakan hal tersebut kepada Anindita.
"Hei Giandra kau tidak mau ikut kami makan malam bersama?"
Aditya yang kebetulan berada di dalam ruangan Anindita langsung mengatakan hal tersebut begitu melihat Giandra berdiri di pintu Anindita.
"Tidak mungkin aku ikut kalian berdua makan malam, yang ada aku akan menjadi obat nyamuk kalian berdua."
"Hahahaha apa yang kau katakan sepertinya benar Giandra."
Aditya mengatakan hal tersebut kepada Giandra sambil tertawa.
__ADS_1
"Baiklah karena aku harus segera pulang aku titip adik ku Anindita kepada mu Adit, jika sampai aku melihat dia menangis karena ulah mu, maka kau yang akan berhadapan dengan ku."
Giandra mengatakan hal tersebut kepada Aditya, satu pesan singkat yang merupakan peringatan keras untuk Aditya.
"Siap! laksanakan pengacara tampan."
Aditya mengatakan hal tersebut sambil tersenyum, dan setelah mengatakan hal tersebut Giandra segera pergi dari ruangan Anindita menuju parkiran mobil, dengan hati yang bahagia Giandra melajukan mobil nya ke rumah.
"Hei, kakak mu Giandra akhir - akhir ini semakin bahagia?"
Aditya yang menyadari perubahan demi perubahan Giandra menanyakan hal ini kepada Anindita.
"Ya mas Aditya, mas Giandra semakin banyak berubah ketika mas Giandra mengenal mbak Amanda."
"Tergantung siapa orangnya mas Aditya."
"Aku mengerti, Dan kau termasuk gadis yang bisa mempengaruhi hal baik itu juga kepadaku Nin."
Aditya mengatakan hal tersebut sambil tersenyum kepada Anindita.
"Jangan gombal mas, aku tidak akan mempan."
"Aku tidak gombal Nin, sungguh kau bisa memberikan pengaruh baik untuk ku, Nin boleh aku mengatakan sesuatu hal kepada mu?"
Aditya mulai serius dengan perkataan tersebut kepada Anindita.
__ADS_1
"Katakan saja mas Adit."
"Nin, mas ingin hubungan kita ini menjadi hubungan yang lebih serius lagi."
Deg
Mendengar perkataan Aditya Anindita kita menatap tajam ke arah Aditya.
"Maksud mas Adit?"
"Kita menikah yah?"
Anindita langsung terdiam seperti patung saat Aditya mengatakan hal tersebut kepadanya, selama ini Anindita tidak akan pernah bepikir jika hubungan nya dengan Aditya akan sampai ke tahap seperti ini.
"Mas, aku aku.."
Anindita tidak dapat melanjutkan kembali kata - katanya.
"Kau masih belum bisa menjawab nya sekarang Nin?"
"Apa kau masih memiliki perasaan terhadap Giandra?"
Aditya kembali bertanya kepada Anindita.
Hai, hai terima kasih sudah membaca cerita mas Giandra jangan lupa vote, like yang banyak yah biar authornya tetap semangat untuk menulis. Terima kasih 😘
__ADS_1