
Kehidupan Giandra yang tidak sehat ini sudah Giandra jalani hampir dua tahun,sejak Giandra menjadi pengacara sukses Giandra sering lupa waktu dan tenggelam di dalam pekerjaannya, Giandra sengaja melakukan hal tersebut karena sebetulnya Giandra adalah laki - laki yang kesepian.
"Kau boleh pergi dari hadapan ku,kau tak ada gunanya berada disini berlama - lama"
"Mas tidak sedang ada masalah kan?"
"Sudah aku bilang kau pergi!jangan banyak membantah,ingat budak tidak diberikan kebebasan untuk berbicara apa kau mengerti!!"
Giandra kembali membentak Amanda yang kini memandang nya dengan tatapan tajam.
"Ya mas,Manda mengerti"
Amanda mengatakan hal tersebut sambil membuka pintu kamar Giandra.
"Tunggu,balikan badan mu"
Amanda yang sudah hampir keluar segera kembali menatap ke arah Giandra.
"Ada apa mas?"
"Pindahkan semua barang mu ke kamar pembantu,jangan kau pakai kamar tamu untuk tidur,kau tidak level berada di dalam kamar tersebut"
"Ya mas"
Amanda yang sudah sangat malas menghadapi Giandra,hanya membalas perkataan Giandra tanpa memikirkan nya lagi.
"Dasar laki - laki dingin,dasar laki -laki jahanam,dasar laki - laki monster,kalau bukan karena aku membutuhkan dia untuk membela bapak mana mungkin aku mau tinggal di rumah laki - laki monster seperti dia"
Dengan perasaan yang kesal Amanda mengatakan hal tersebut sambil memindahkan barang - barang pribadinya ke kamar pembantu.
"Kelinci kecil, budak ku,dan harta popular aku kini berada di dalam gengganman tangan ku,aku tidak peduli dengan latar belakang keluarga Joyodiningrat,yang aku pedulikan jika aku berhasil memenangkan perkara ini maka namaku sebagai pengacara akan semakin terkenal"
Senyum Giandra begitu mengerikan ketika dari dalam kamar Giandra bisa melihat Amanda sedang berjalan ke arah kamar pembantu dengan barang - bareng nya yang dipandang Giandra sebagai barang rongsokan.
Malam ini Giandra minum dengan sangat banyak, hati kecil Giandra begitu kesepian Giandra yang tahun ini berusia tiga puluh tahun masih memilih untuk tetap sendiri demi sebuah cinta masa kecilnya itu.
"Pooh aku akan tetap mencari mu, meskipun aku harus mencarinya sampai ke ujung dunia sekalipun"
Diakhir malam,ketika kesadaran Giandra mulai hilang, Giandra terus meracau dengan ketidaksadarannya,bagi Giandra cinta masa kecilnya tersebut adalah sesuatu hal yang sangat penting di dalam hidupnya.
"Bangun budak!!"
Giandra menguyur Amanda dengan air agar Amanda segera terbangun.
"Sudah aku bilang kau harus bangun terlebih dulu sebelum aku, sekarang kau bukan anggota Joyodiningrat,kau adalah budak, dimana - mana budak seharusnya bangun lebih pagi daripada tuannya,apa kau mengerti!!"
Giandra mengatakan hal tersebut sambil menarik rambut hitam Amanda yang panjang.
"Sakit mas,Iya mas mulai besok Manda akan bangun lebih pagi lagi,sakit mas lepaskan rambut Manda mas"
Amanda merintih kesakitan saat Giandra menarik rambutnya.
__ADS_1
"Sekarang buatkan aku sarapan,aku lapar,dan ingat awas jika kau melaporkan semua perbuatan ku ini pada Anindita,apa kau mengerti!!"
"Iya mas Manda mengerti,sakit mas lepaskan tangan mas Giandra ini,ampun mas!"
Amanda terus merintih kesakitan saat Giandra belum Melepaskan cengkraman tangannya.
"Dasar wanita itu memang lemah"
Giandra melepaskan Amanda dan menendang tubuh Amanda,lalu keluar dari kamar Amanda.
"Apa aku harus diperlakukan seperti ini untuk bisa membela bapak?buat laki - laki itu memperlakukan aku hanya seperti sampah"
Amanda mengatakan hal tersebut sambil menangis,rasa sakit yang tak berdarah dengan perlahan mulai merobek - robek hati Amanda saat dirinya diperlakukan buruk oleh seorang laki - laki asing.
"Pagi mbak Amanda"
Pagi ini Anindita sengaja datang ke kediaman pribadi Giandra, Anindita ingin berangkat berdua dengan Giandra ke kantor bersama.
"Pagi mbak Anin"
"Wah mbak Manda masak nasi goreng?kelihatannya enak mbak,wanginya harum sekali"
Anindita mencium bau nasi goreng yang sedang di buat oleh Amanda.
"Ya mbak ini untuk sarapan"
"Asyik,berarti aku bisa dong mencicip"
"Bagus mbak,baiklah mbak karena aku tidak bisa memasak aku tunggu di ruang tamu saja ya mbak"
"Iya mbak Anin"
Anindita tersenyum sambil mengatakan hal tersebut, Anindita sama sekali tidak mengetahui perlakuan buruk Giandra terhadap Amanda.
"Mas Giandra nasi goreng ini enak loh coba deh"
Amanda yang sudah selesai memasak segera menghidangkan nasi goreng tersebut di meja makan,dan di meja makan tersebut sudah ada Giandra dan Anindita.
"Ah paling -paling juga seperti nasi goreng kampung"
Giandra hanya sesekali melirik nasi goreng tersebut sambil masih asyik bermain ponselnya,namun tak dapat di bohongi harum nasi goreng tersebut masuk ke dalam penciuman Giandra.
"Ya sudah kalau tidak mau,mbak Manda ayo sini mbak makan bareng kita"
Amanda yang hendak kembali ke dapur segera dipanggil lagi oleh Anindita untuk sarapan bersama.
"Ndak usah mbak,saya makan di dapur saja"
"Eh kok begitu,ayo mbak makan bareng sini"
Amanda dengan perlahan melirik Giandra dan Giandra sangat acuh terhadap Amanda.
__ADS_1
"Ayo mbak"
"Iya mbak Anin"
Pada akhirnya Amanda duduk di meja makan dengan Giandra dan Anindita.
"Bagaimana mas?enak kan nasi gorengnya?"
Anindita mulai bertanya kepada Giandra yang dengan perlahan mulai memasuk kan nasi goreng tersebut ke dalam mulutny,bau harum nasi goreng tersebut memanggil - manggil Giandra untuk terus mencoba nya.
"Biasa saja"
"Yakin?"
"Yakinlah"
Dengan wajah datar Giandra menjawab pertanyaan dari Anindita,namun tangannya tidak bisa berhenti untuk memasukkan nasi goreng tersebut ke dalam mulutnya.
Sial nasi goreng budak itu begitu enak
Hanya di dalam hati,Giandra berani mengakui bahwa nasi goreng buatan Amanda itu memang enak.
"Jadi Nin apa agenda kita hari ini?"
"Pagi ini kita harus penjara untuk menemui bapak mbak Amanda mas"
Deg
Mendengar nama sang Ayah di sebut Amanda langsung mengalihkan pandangan matanya ke Anindita.
"Mbak Anindita dan mas Giandra mau ketemu dengan bapak?"
"Iya mbak,mulai hari ini mas Giandra sudah resmi menjadi pengacara yang akan membela bapak Surjono,itu sebabnya mas Giandra harus segera bertemu dengan bapak Surjono"
"Mbak boleh Manda ikut ketemu dengan bapak?"
"Tentu boleh mbak"
"Tidak aku tidak mengizinkan"
Tiba terdengar suara Giandra yang kembali dingin.
"Mas mbak Amanda kan hanya mau ketemu dengan bapak Surjono sebagai orang tua dan anak apa salahnya kita memberikan izin?"
"Pilihan nya hari ini yang ke penjara kita atau dia,itu saja Nin"
Giandra mengatakan hal tersebut sambil menunjukan tangannya ke arah Amanda.
"Kau tau kan Nin cara kerja kita seperti apa, waktu ku tidak banyak,jika kita mengajak dia maka dia akan sibuk dengan perasaan nya disana, sedangkan waktu ku habis terbuang"
"Tapi mas...."
__ADS_1