
Sementara itu Diana yang kini ditinggal di kamar hotel begitu murka.
"Dasar laki-laki tidak tau diri,baru kali ini ada laki-laki yang tidak memberikan aku respon ketika aku menyentuh nya,arrrrh aku benci kau mas Giandra,lihat saja aku akan membuat kau memohon-mohon kepada ku"
Diana mengatakan hal tersebut sambil menatap cermin yang berada di dal kamar mandi hotel.
Sementara itu kini Giandra yang sudah sampai di rumah orang tuanya segera berlari masuk ke dalam kamar, Giandra menenggelamkan seluruh tubuhnya ke dalam air dingin tanpa membuka bajunya terlebih dahulu.
Cukup lama Giandra tenggelam di dalam dingin nya air namun wajah Amanda sama sekali tidak pernah hilang dari pikiran Giandra.
"Sebentar kau pakai dukun apa Manda"
Giandra mengatakan hal tersebut sambil berdiri dari bathup dan berganti pakaian.
"Lebih baik aku segera tidur,karena esok hari adalah sidang perdana orang tuan Amanda"
Giandra pada akhirnya merebahkan dirinya di atas kasur Dan malam hari ini Giandra mencoba untuk terlelap, meskipun hal tersebut sangat susah untuk Giandra.
Sementara itu di kediaman rumah Giandra,nampak Amanda duduk di kursi dan di depan meja rias dia memandang dirinya di cermin.
__ADS_1
"Mas,setelah kasus bapak selesai aku akan pergi jauh-jauh dari hidup mas Giandra,aku janji tidak akan menganggu kehidupan mas Giandra"
Amanda mengatakan hal tersebut sambil menangis di depan cermin,saat ini Amanda merasakan keanehan di dalam dirinya,di satu sisi Amanda sangat membenci Giandra,namun di sisi yang lainnya ada terbersit perasaan yang tak biasa yang sampai saat ini tidak pernah mau Amanda akui.
"Mungkin malam ini lebih baik aku tidur"
Setelah mengatakan hal tersebut Amanda segera bangkit dari tempat duduknya dan memilih untuk tidur, berharap esok hari hatinya bisa kembali normal lagi.
Malam ini Amanda dan Giandra tidur di dalam setiap pemikiran nya masing-masing,hati yang tidak ingin untuk diakui,hati yang terus memikirkan sesuatu hal yang tidak ingin dipikirkan dan terus untuk di lawan,malam ini Giandra dan Amanda sedang melawan hati yang tidak pernah ada ujungnya.
"Hei wanita bangun, bangun!"
Pagi -pagi sekali Amanda merasakan jika pintu kamarnya di ketuk dengan sangat kencang.
Amanda yang terbangun karena hal ini segera berdiri dari tempat tidurnya dan membuka pintu kamarnya tersebut.
"Mas Giandra,untuk apa mas Giandra pagi-pagi kemari?"
Amanda yang masih setengah tersadar tidak melihat jika dia membuka pintu kamar dalam keadaan nya masih memakai pakaian tidur yang seksi,dan Giandra yang melihat pemandangan tersebut di pagi hari sampai membelalakan mataknya.
__ADS_1
"Hei,kau bilang untuk apa aku pagi -pagi kesini?"
"Iya mas"
"Kau lupa hari ini ada apa?"
"Memang ada apa mas? mas Giandra tidak memberitahukan hal tersebut kepada ku"
Deg
Giandra langsung terdiam dengan semua hal yang kini dikatakan oleh Amanda.
"Kau sungguh tidak tau aku kemari untuk apa?"
Amanda yang bingung pada akhirnya hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Hari ini bapak mu sidang Manda"
Giandra mengatakan hal tersebut sambil berteriak di telingga Amanda.
__ADS_1
"Mas serius?sekarang mas?"
"Tidak,tapi tahun depan,ya sekarang lah Amanda kau itu bodoh atau telat mikir sih?"