PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
SARAPAN SPESIAL


__ADS_3

Sementara itu Amanda dan Giandra yang kini berada di dalam mobil terdiam tanpa kata, Giandra sibuk memandang jalan dan Amanda sibuk bersenandung kecil.


"Berisik tau!"


Tiba -tiba kata-kata tersebut yang dikeluarkan oleh Giandra.


"Memang kedengaran yah mas Manda nyanyi?"


"Gak cuma kedengaran tapi bikin telingga ku sakit Manda, astaga!"


Giandra mengatakan hal tersebut namun tidak memandang wajah Amanda,mata Giandra sengaja Giandra sibuk kan untuk memandang jalanan.


"Lalu bagaimana mas?"


"Bagaimana apanya?"


"Suara Amanda bagus kan mas Giandra?"


Detik itu juga Giandra langsung tertawa.


"Kok tertawa mas?"


"Ya iyalah,kau percaya diri sekali"


"Manda percaya diri kok mas kalau suara Amanda bagus"


"Apa dasar mu percaya diri seperti itu?"


"Karena bapak Surjono yang mengatakan hal tersebut kepada Manda,dulu Manda punya cita -cita jadi penyanyi mas,tapi"

__ADS_1


Ucapan Amanda mendadak langsung terhenti begitu saja.


"Tapi kenapa?"


"Sekarang mimpi itu sudah Manda kubur dalam -dalam mas,saat ini Manda akan fokus saja pada kasus bapak,jadi Manda sudah mengubur mimpi itu dalam-dalam mas Giandra"


"Ya baguslah kalau kau sadar,jangan banyak bermimpi ketinggian nanti jatuh sakit gak punya uang buat beli obat"


Deg


Perkataan Giandra sekali lagi kini membuat hati Manda kembali sakit.


Mas Gian kenapa sih mas tidak bisa bersikap baik saat Manda cerita,kenapa mas selalu mematahkan semangat Amanda?


Amanda pada akhirnya hanya bisa mengatakan hal tersebut di dalam hati, Amanda tentunya tidak berani untuk mengatakan langsung kepada Giandra Wijaya,namun dari kaca mobil Giandra dapat melihat dengan jelas wajah murung Amanda terlebih lagi saat Amanda ******* - ***** ujung roknya.


Dia marah,lucu sekali jika wajahnya cemberut seperti itu.


"Hei ayo turun sudah sampai nih"


"Ya mas Giandra"


Mobil Giandra yang sudah sampai pada kediaman rumah pribadi nya segera meminta Amanda untuk turun mengikutinya.


"Mas"


"Apa lagi?"


"Besok mau gak Amanda masakin sarapan spesial untuk mas Giandra,soalnya kan setelah besok Manda tidak akan menyiapkan sarapan pagi lagi untuk mas Giandra"

__ADS_1


"Oh jadi karena pekerjaan mu berkurang besok kau mau merayakan nya begitu?"


Giandra mengeluarkan nada sok tinggi nya di depan Amanda.


"Bukan begitu mas"


"Udah gak perlu banyak alasan lagi,lagi pula siapa bilang tugas mu sudah selesai?"


"Maksud mas Giandra?"


"Ya memang setelah aku kembali ke rumah bapak dan ibu kau tidak wajib lagi membuat sarapan pagi untuk ku,namun..."


"Namun apa mas?"


"Namun kau harus tetap mengirimkan makan siang ku ke kantor"


"Hah makan siang?bukannya selama ini mas Giandra selalu makan siang di luar?"


"Sudah jangan banyak bertanya,kau harus ingat perjanjian kita di awal kau akan menuruti semua hal yang aku minta,nah sekarang ini yang aku minta"


Amanda kembali mengingat perjanjian nya dengan Giandra dan langsung menundukkan wajahnya.


"Ya mas Giandra, Manda ingat"


"Ya sudah buat apa cemberut seperti itu?"


"Kalau begitu besok sarapan pagi spesial nya tidak jadi ya mas,kan Manda harus tetap membawa kan mas Giandra makan siang"


"Kata -kata yang sudah terucap pantang di tarik kembali"

__ADS_1


"Tapi mas...."


__ADS_2