PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
SEBUAH KESEPAKATAN


__ADS_3

"Ya,ya mas mengerti Nin,jadi agenda kita hari ini mau pergi kemana?"


Giandra berusaha untuk mengalihkan semua pembicaraan tersebut.


"Hari ini kita akan bertemu pak Dharma"


"Kau berhasil mendapatkan janji untuk kita Nin?"


"Ya mas aku berhasil"


"Kau memang luar biasa,terima kasih Nin"


Giandra mengatakan hal tersebut dan Lang menuju ke parkiran mobil bersama dengan Anindita.


"Mas"


"Ya Nin"


"Nanti tolong jaga sikap mas Giandra yah ketika bertemu dengan pak Dharma"


"Mas akan usahakan"


Giandra tersenyum dan senyum tersebut mampu membuat jantung Anindita kembali berdegup kencang.


"Selamat pagi pak Dharma"

__ADS_1


"Selamat pagi mbak Anindita, silahkan duduk"


Anindita dan Giandra segera duduk di ruang kerja pak Dharma.


"Apa kabar mas Giandra"


pak Dharma menyapa Giandra seakan -akan ingin mengingatkan peristiwa di hotel yang telah mereka lalu saat itu.


"Jadi apa yang membuat mas Giandra dan mbak Anindita kemari?"


"Pak Dharma tanpa basa basi langsung saja pada pokok pembicaraan ini"


"Katakan saja mbak Anindita"


Sejenak Anindita menoleh ke arah Giandra dan Gian menganggukan kepalanya kepada Anindita.


Pak Dharma diam dengan segala pertanyaan yang saat ini sedang ditanyakan oleh Anindita.


"Mbak Anin siapa yang mengatakan hal ini kepada mu apakah Jaya?"


Anindita diam dan tidak menjawab.


"Baiklah, baiklah jika anda tidak mau menjawab nya,namun aku tidak akan memberikan rekaman itu terhadap mu"


"Jika anda tidak memberikan bagaimana jika kami memaksa anda untuk memberikan barang itu kepada kami?"

__ADS_1


Kini Giandra kembali bersuara dan seperti biasa perkataan Giandra selalu tidak enak untuk didengarkan.


"Mas Giandra,mas Giandra sebagai pengacara aku akui anda sangat pintar,namun satu kekurangan anda,disini anda tidak dapat mengkontrol emosi anda"


Pak Dharma mengatakan hal tersebut kepada Giandra sambil tersenyum menghina.


"Apa yang pak Dharma maksud?"


Giandra hampir saja kembali menyerang Pak Dhama dengan perkataan yang tajam,namun ujung baju Giandra Langsung di tarik oleh Anindita dan hal tersebut membuat Giandra langsung terdiam.


"Jadi begini pak Dharma,kami mengerti jika anda mungkin pernah marah kepada mas Giandra karena mas Giandra tidak bersedia menjadi kuasa hukum anda,namun yang perlu anda tau menyembunyikan barang bukti yang diperlukan itu juga tidak bagus,anda harus ingat saat ini posisi kami lebih kuat daripada anda"


Anindita berusaha untuk memberikan intimidasi kepada pak Dhama.


"Kau juga harus ingat pak Dharman bukti -bukti kau meminta aku untuk menjadi kuasa hukum mu juga bisa aku limpahkan pada Hakim"


Giandra kembali menambahkan intimidasi kepada Pak Dharma.


"Jika pak Dharma bersedia mari kita buat kesepakatan"


"Apa kesepakatan nya?"


Pak Dharma yang wajahnya sudah penuh dengan rasa ketakutan segera bertanya kesepakatan apa saja yang bisa kita diskusikan pada hari ini.


"Nin bisa aku saja yang berbicara"

__ADS_1


Giandra langsung meminta Anindita untuk diam agar dirinya bisa berbicara langsung terhadap pak Dharma.


"Jadi seperti ini pak Dharma,saat nanti di dal persidangan kami akan menghadirkan pak Jaya sebagai saksi,dan otomatis nama anda akan ikut terseret karena kasus pengelapan Dana tersebut juga akan terbuka di pengadilan nanti "


__ADS_2