PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA

PENGACARA AROGAN DAN PUTRI BURUK RUPA
MAS TOLONG AKU


__ADS_3

Ma,maafkan Amanda,Pak maafkan Amanda, sekarang Amanda sudah kotor satu hal yang Amanda jaga sejak dulu kini sudah hilang oleh laki - laki asing yang sudah memperkosa Amanda"


Amanda menangis sambil mengatakan hal tersebut hatinya masih hancur ketika dia mengingat perlakuan Giandra kepadanya tadi malam.


Dengan hati yang hancur Amanda terus mengatakan hal tersebut.


"Hei, hari ini akan ada gelar perkara bapak kau,apa kau mau ikut?"


Tiba - tiba pintu kamar Amanda di ketuk oleh seorang laki - laki yang mulai hari ini sangat dia benci.


"Aku ulangi sekali lagi,hari ini ada gelar perkara di kediaman Joyodiningrat apa kau mau ikut?"


Amanda yang mendengar nama Joyodiningrat disebut segera menghapus air matanya.


"Ya mas Manda ikut"


"Bagus,cepat aku tunggu kau di bawah,jika kau lama aku tinggalkan"


Selesai mengatakan hal tersebut Giandra turun ke bawah,duduk di ruang tamu menunggu Amanda bersiap -siap.


"Aku harus kuat,ya aku harus,semua demi bapak"


Amanda mengatakan hal tersebut di depan cermin dan masih berusaha menghapus setiap air matanya yang masih tersisa.

__ADS_1


"Lama sekali kau"


Hal tersebut yang di ucapkan oleh Giandra ketika melihat Amanda turun dan menghampiri nya,ke dua mata Amanda masih merah dan bengkak akibat menangis dan Giandra seolah - olah menghindar dari ke dua mata tersebut.


"Maaf mas,jika Manda lama"


"Ayo"


Giandra mengajak Amanda masuk ke dalam mobilnya dan mengemudikan mobil tersebut menuju kediaman Joyodiningrat.


Sepanjang perjalanan Giandra hanya terdiam, sesekali menatap ke arah Amanda lewat kaca yang berada di depan kemudinya.


"Mas kenapa banyak sekali wartawan berada di lokasi ini?"


"Ya jelas banyak wartawan, Joyodiningrat kan keluarga nigrat,kalau tidak ningrat mana mau juga aku membela kasus ini tanpa uang sepeser pun"


Giandra mengatakan hal tersebut sambil memarkirnya mobilnya di halaman depan, sedangkan ke dua tangan Amanda ******* -***** roknya tanda bahwa dia sangat kesal dengan perkataan demi perkataan yang selalu Giandra berikan.


"Ayo turun"


Giandra mengajak Amanda turun dari mobil dan begitu mereka turun beberapa wartawan langsung menghampiri Giandra dan Amanda.


"Pengacara Giandra apakah yang saat ini bersama dengan anda adalah putri kandung bapak Surjono?"

__ADS_1


Salah satu wartawan mulai bertanya kepada Giandra dan kini semua mata mengarah kepada Giandra dan Amanda.


"Ya yang saat ini sedang bersama dengan ku adalah putri kandung dari bapak Surjono,dan aku yang akan menjadi Pencaranya"


Giandra menjawab semua hal yang telah ditanyakan kepada wartawan dengan lantang dan Amanda bersembunyi di balik badan kekar Giandra.


"Mas Giandra apa alasan anda menjadi pembela bapak Surjono?"


Satu wartawan kembali memberikan pertanyaan nya lagi.


"Alasan nya,aku tertarik pada kasus ini, baik lah kami harus ke dalam jadi pertanyaan cukup sampai di sini saja"


Giandra bergerak maju di tengah kerumuman wartawan yang mengelilingi,karena begitu banyak wartawan yang mulai maju ke arah Giandra sehingga membuat Amanda pada akhirnya terjatuh.


"Mas Giandra tolong!"


Amanda yang sudah terjatuh pada akhirnya terpaksa berteriak kepada Amanda dan tangan Giandra langsung mengangkat Amanda untuk kembali berdiri.


"Ayo,jalan jangan banyak bergerak"


Giandra membisikkan hal tersebut ke telingga Amanda,membawa tubuh Amanda ke dalam pelukannya.


"Ayo jalan"

__ADS_1


__ADS_2